Ficool

Seorang Pembalas Dendam, Dengan Kewarasan Yang Perlahan-Lahan Terkikis

BlackBad
7
chs / week
The average realized release rate over the past 30 days is 7 chs / week.
--
NOT RATINGS
79
Views
Synopsis
Cuman manusia biasa yang mau balas dendam, punya kekuatan yang kuat, tapi banyak efek samping, dan kewarasan yang harus dipertanyakan.
VIEW MORE

Chapter 1 - Bab 1- Awal Dari Segalanya

Aku ingat semuanya begitu indah, hanya keluarga ku yang tinggal dihutan ajaib dekat perbatasan antara wilayah Kerajaan Kirnbelt, Dan Abyss.

Pohon pohon tinggi menjulang dipenuhi dedaunan, dan memancarkan energi sihir murni yang menenangkan hati, rumah kayu nyaman yang kami tinggali, kehidupan kami memang terisolasi, tapi semuanya begitu indah dan sempurna.

Ku berharap semua seperti ini selama nya, tenang dan damai, hidup bahagia selamanya bersama orang tua, dan kakak-adik ku.

Tapi, semua pupus setelah para iblis bajingan itu datang, mereka merusak rumah kami, pohon-pohon hancur dan terbakar. kedua orang tua ku dibunuh depan mata ku, dan kau tau apa yang bisa kulakukan....? aku hanya terdiam, ingin muntah, marah, dan pikiran ku kacau, aku tidak tau harus apa, melakukan apa, aku tidak bisa mengendalikan perasaan ku...

Aku bersembunyi Dirumput, bersama kakak perempuan ku dan adik perempuan yang masih sangat kecil, aku melihat kembali kearah pembantai itu, kakak laki-laki kami, kuro, memancing para iblis menjauh dari kami, agar kami bisa kabur.

Kakak perempuan ku, emma. mengambil kesempatan itu menggenggam tangan ku dan adik perempuan ku, Yuki. dengan sangat erat.

Aku mencoba menolak pergi, tapi emma terus menarik tangan ku dengan sangat kuat, sementara itu, yuki. hanya terdiam, wajah tanpa ekspresi seperti biasanya, ku sempat hampir menghina nya, Karena dia tidak merasakan apapun setelah melihat orang tua kita mati dan pengorbanan kakak laki-laki kami, kuro.

tapi, sebelum ku sempat melontarkan kata-kata ku, aku terdiam. air mata tiba-tiba mengalir melalui matanya, wajah memang tanpa ekspresi, tapi air mata itu, air mata kesedihan.

Akhirnya, kami bertiga keluar dari hutan ajaib kirnbelt, emma membawa kami ke kerajaan kirnbelt, karena hanya disitulah kami bisa hidup.

...

...

...

Aku membuka mata ku, terbangun ditempat tidur ku yang begitu keras, sampai-sampai membuat punggung ku sakit, duduk sebentar sambil meregangkan badan yang pegal ini.

Berdiri, berjalan keluar kamar ku, untuk keruang tamu yang juga sebuah dapur, mendekati dapur untuk cuci muka dengan ember air yang ada didekat dapur, mencuci muka agar lebih terasa segar.

"Ahhh, nampaknya air ini baru diambil oleh seseorang...? mungkin kak emma?" peduli apa aku, ngapain memikirkan sesuatu yang tidak penting.

Setelah mencuci muka, aku memasak sarapan pagi, berteriak pelan kearah kamar yuki, sambil terus memasak telur dengan sempurna.

"Oy! yuki! bangun sarapan hampir siap."

Gadis itu keluar kamarnya dengan mata yang masih mengantuk, bagaimana bisa aku meninggalkan nya sendiri jika dia terus seperti ini, padahal aku akan pergi menjadi seorang petualang diumur ku yang ke 18 tahun, dan besok adalah ulang tahun yang ke 18.

"Cepat lah cuci muka mu, dan duduk di kuris mu." ucap ku dengan santai, kepada gadis itu, sambil meletakkan sarapan yang sudah jadi diatas meja.

Setelah yuki cuci muka, ia pun duduk di kursinya, lalu kami makan bersama.

Ditengah suapan makan ku, aku sempat khawatir, karena adik perempuan ku ini, sangat pendiam, jarang berbicara, dan ekspresi yang sangat datar.

Dan pasti yuki juga mengalami trauma yang sama seperti ku, setelah melihat orang tua kami dibantai depan mata, apalagi yuki saat itu masih berumur 6 tahun, sedang kan aku baru berumur 12 tahun. 6 tahun berlalu sejak kejadian berat menimpa kami.

Tiba-tiba yuki berbicara, dan itu membuat ku terkejut.

"Astra, kau tidak perlu khawatir tentang ku, kau bisa jadi seorang petualang nantinya, aku tidak ingin menghalangi impian mu."

Wajah yuki datar saat mengatakan nya, seperti biasa.

"Ya, aku memang ingin menjadi petualang, dan terimakasih kasih telah membuat ku tidak lagi khawatir tentang mu, kau memang dewasa terlalu cepat nampaknya ya?"

Kata ku dengan senyum lembut. selesai makan aku langsung meletakkan piring ku, di tempat piring kotor dan peralatan makan lainnya, berjalan keluar pintu rumah, untuk pergi bekerja sebagai penebang pohon.

Sebelum aku keluar pintu rumah, aku berbalik menghadap Yuki, yang masih makan dikursi nya.

"Yuki, jangan lupa membasuh piring nya nanti, aku akan pulang sebelum sore, dah." aku melambaikan tangan, lalu pergi melangkah keluar.