Ficool

Chapter 34 - Bab 34 tour ke jepang

di markas Nebros, Trion berdiri di lantai atas sambil melihat pasukan mempersiapkan diri untuk perang

"Apa kau benar benar yakin tentang ini?" Kata Ark yang tiba tiba muncul dari belakangnya

Trion menoleh sedikit ke belakang

"Kau bilang tidak akan menghalangiku?" balas Trion

"Aku tidak menghalangimu aku hanya memperingatkan mu" ujar Ark

"…untuk apa"

"Apa kau benar benar percaya pada manusia itu, terlebih lagi jika kau pergi Raida bisa membunuh mu. Apa kau lupa siapa Raida" ujar Ark

"Dia monster, dan juga bajingan gila, dan untuk manusia yang bernama varrel itu dia memang tampak mencurigakan" balas Trion

"Lalu kenapa kau masih bersikeras untuk pergi" ujar Ark

"Entah lah, aku hanya merindukan mereka saja" 

Ark langsung menarik kerah armor Trion "jangan bilang kalau kau akan..."

PROK PROK PROK!!

"Wah wah… ternyata kalian cukup akrap ya" ucap Varrel yang tiba tiba muncul sambil bertepuk tangan

Ark langsung melepas cengkramannya

"Sialan sebenarnya apa tujuanmu datang ke organisasi ini" kata Ark sambil menatap tajam ke Varrel

Varrel tersenyum "bisa di bilang aku melakukan kesepakatan dengan Nebros"

"Lalu kenapa kau ingin memulai perang dengan rencana bodoh ini" kata Ark dengan nada marah

"Aku hanya ingin sedikit bermain" ucap Varrel 

"Kau benar benar membuat ku muak dengan wajah bodoh mu itu" ucap Ark sambil mengeluarkan pedangnya 

"Sebaiknya kau hentikan itu Ark" ucap Nebros yang tiba tiba muncul 

Ark dan Trion langsung menunduk

Ark hanya bisa menahan amarahnya

"Bagaimana persiapannya?" tanya Nebros

"Semuanya berjalan dengan baik" balas Varrel

"Ikutlah dengan ku, ada yang ingin ku bicarakan denganmu" ujar Nebros lalu pergi

"Dengan senang hati" balas Varrel lalu mengikutinya

Saat mereka sudah pergi ark dan trion berdiri

"Jika kau benar benar ingin melakukan itu, aku titip salam pada mereka" ucap Ark lalu pergi

Trion melihat Ark pergi lalu menoleh ke pasukan lagi

Keesokan harinya… di bumi

Sinar matahari pagi masuk pelan dari balik tirai kamar hotel

Raida baru saja selesai memakai jaketnya saat terdengar ketukan pintu

Tok tok tok

Raida membuka pintu

Di depan sana

Amel berdiri sambil membawa boneka putih kemarin

Rambutnya masih sedikit basah seperti habis mandi

"Selamat pagi" ucap Amel pelan

Raida melirik boneka itu

"...Kau benar benar membawanya"

Amel langsung memeluk boneka sedikit lebih erat "Ada masalah?"

"Tidak. Hanya terasa aneh"

"Kalau begitu biasakan"

Raida hanya menghela napas kecil

Tak lama kemudian

mereka bertemu Sarah, Zeks, Rey, dan para siswa di lobby hotel

Zeks langsung menyeringai begitu melihat Amel masih membawa boneka

"Wah wah… ternyata dibawa sampai pagi"

Amel langsung memalingkan wajah "Diam"

Sarah melirik santai

"Kurasa itu lucu"

"...Kenapa dengan boneka itu apa masalahnya?" tanya Rey

"Karena seseorang diam diam jadi romantis" jawab Zeks cepat sambil menunjuk Raida

Raida langsung menatap datar

"Kau ingin mati pagi pagi?"

"Selamat pagi juga, Raida"

Para siswa di belakang langsung tertawa kecil melihat kebiasaan mereka

Tak lama kemudian

rombongan akhirnya mulai berjalan keliling Shibuya

Hari pertama diisi dengan menjelajahi berbagai tempat terkenal

Mereka melewati persimpangan ramai, pusat perbelanjaan, toko elektronik, hingga area fashion

Beberapa murid sibuk mengambil foto

Sebagian lagi membeli oleh oleh

Zeks entah bagaimana berhasil membeli terlalu banyak makanan sejak pagi

"Zeks… itu makanan keempatmu" ujar Sarah datar

"Liburan adalah soal kebahagiaan"

"Itu alasan buruk"

Raida dan Rey hanya berjalan di belakang sambil memperhatikan rombongan

Sesekali Amel ikut melihat berbagai toko unik

Saat mereka melewati toko souvenir Amel berhenti melihat gantungan kecil berbentuk rubah

Raida memperhatikan sebentar "...Kau mau itu?"

Amel langsung menggeleng cepat "Hanya melihat"

Raida terdiam beberapa detik "...Kau mengulang pola yang sama"

"Heh?"

Beberapa menit kemudian

tanpa banyak bicara

Raida tiba tiba memberikan gantungan kecil itu

"Kau membelinya?" kau membelinya

"Harganya murah"

"...Terima kasih"

Dari kejauhan

Zeks langsung menyikut Sarah

"Oi oi, perkembangan"

Sarah hanya menghela napas.

"Biarkan saja"

Hari kedua, Harajuku

Suasana jauh berbeda dibanding Shibuya,

Jalanan penuh warna

Toko toko unik berjajar di kanan kiri

Banyak fashion aneh yang membuat beberapa murid kelas langsung heboh

"Jepang benar benar unik…" gumam Rey

Zeks menunjuk seseorang dengan pakaian super mencolok

"Kalau aku pakai itu keren nggak?"

"Tidak" jawab Sarah cepat

"Kejam"

Amel beberapa kali tertawa kecil melihat

tingkah murid murid yang mencoba berbagai aksesoris lucu

Di salah satu toko

beberapa siswi malah memaksa Raida mencoba bando telinga kucing

"...Kenapa aku?"

"Karena terlihat cocok!" ujar salah satu murid

Amel diam diam memotret

Raida langsung menatap datar "...Hapus"

"Tidak"

Amel tertawa cukup keras

Hari ketiga, Kawaguchi

Pemandangan berubah total

Udara lebih dingin

Gunung besar terlihat megah di kejauhan

Danau tampak tenang memantulkan cahaya langit

Para murid langsung sibuk berfoto

"WOAH GUNUNG FUJI!" teriak Zeks terlalu keras

"Kau seperti anak kecil" komentar Rey

Mereka berjalan santai di sekitar danau

Amel berhenti cukup lama memandang pemandangan

"Indah sekali…"

Raida berdiri di sampingnya.

"Hm"

"Jawabanmu terlalu pendek"

"Karena memang indah"

Amel tertawa kecil lagi

Hari keempat, Kyoto

Suasana kota berubah drastis

Jauh lebih tradisional

Bangunan kayu klasik berdiri di banyak tempat

Mereka mengunjungi kuil, jalan tradisional, dan area bersejarah

Beberapa murid bahkan menyewa yukata untuk berfoto

Zeks mencoba gaya serius

Lalu tersandung lima menit kemudian

Sarah langsung berjalan pergi

"Aku tidak kenal orang ini"

Hari kelima, Pantai Okinawa

Langit biru cerah membentang luas. Laut terlihat sangat jernih dengan ombak kecil yang bergerak pelan ke bibir pantai

Beberapa murid langsung berlari ke pasir

"Pantaiii!"

"Airnya bening banget!"

Amel berdiri sebentar memandang laut

"Indah sekali…" gumamnya pelan

Raida berdiri di sampingnya

Tak jauh dari sana, Rey sedang duduk santai di bawah payung pantai sambil menikmati minuman dingin

Zeks datang membawa dua pistol air besar

Senyumnya terlihat sangat mencurigakan

"Kali ini aku yang akan menang"

Rey menurunkan kacamatanya perlahan "...Kau masih belum menyerah?"

Plash!

Zeks langsung menembak lebih dulu

Rey berdiri cepat

"Baik. Kau resmi mencari masalah"

"KALAU BISA TANGKAP AKU!" teriak Zeks sambil lari

Beberapa murid langsung ikut heboh

Sarah menghela napas kecil

"Kadang aku lupa dia sudah dewasa"

Amel tertawa kecil melihat Rey mengejar Zeks sepanjang pantai sambil membawa pistol air

Raida melipat tangan

"...Mereka benar benar seperti anak kecil"

Hari keenam, Osaka

Suasana kembali ramai

Lampu kota besar

Makanan di mana mana

Zeks hampir kehilangan kendali melihat banyak jajanan

Sarah sampai harus menarik bajunya berkali kali

"Kau tidak bisa membeli semuanya"

"Tapi aku ingin mencoba semuanya!"

Rey tertawa "Aku mulai paham kenapa Sarah sering lelah"

Malam harinya

mereka menikmati suasana kota bersama.

Tertawa

Berjalan

Berfoto

Dan tanpa sadar

liburan itu mulai terasa terlalu cepat berlalu

Hari ketujuh, Tokyo, malam tahun baru

Mereka akhirnya kembali ke Tokyo

Kota jauh lebih ramai dibanding biasanya

Lampu festival menyala terang

Orang orang mengenakan pakaian musim dingin sambil memenuhi jalanan

Beberapa festival makanan berjajar di sepanjang jalan

Anak anak kelas langsung heboh

"WAH RAMAI BANGET!"

Rey menghela napas "Jangan sampai ada yang hilang"

Zeks langsung mengangkat tangan

"Kalau hilang cari di stand makanan"

"Itu justru membuatmu tersangka utama"

jawab Sarah

Malam semakin larut

Hitungan pergantian tahun mulai mendekat

Lampu kota bersinar terang

Suara orang orang semakin ramai, menikmati akhir tahun di Jepang

Lampu festival menyala terang di berbagai sisi jalan. Musik tradisional dan suara orang orang bercampur menjadi satu di tengah lautan manusia yang memenuhi area festival tahun baru.

Beberapa murid sibuk membeli makanan lagi, ada yang membawa taiyaki, ada yang membeli yakitori

Dan tentu saja

Zeks masih memegang terlalu banyak makanan

"...Kau makan lagi?" tanya Sarah datar

"Ini investasi kebahagiaan sebelum tahun baru" jawab Zeks tanpa rasa bersalah

"Itu alasan terburuk hari ini"

Rey berdiri di dekat mereka sambil menyeruput minuman hangat

"Aku mulai berpikir lambung Zeks punya dimensi lain"

Beberapa siswa langsung tertawa

Tak jauh dari sana

Raida berdiri agak di pinggir keramaian sambil melihat layar besar yang mulai menampilkan hitungan waktu menuju tengah malam

Amel berjalan mendekat sambil masih membawa boneka putih kecilnya

"Kau tidak ikut ke sana?" tanyanya pelan sambil menunjuk keramaian murid murid

"Terlalu ramai"

"Padahal kita sudah seminggu dikelilingi keramaian"

Raida hanya mengangkat bahu kecil

Amel berdiri di sampingnya

Untuk beberapa saat...

mereka hanya diam melihat langit malam Tokyo

Lampu kota terasa begitu terang

Angin dingin berhembus pelan

Lalu

Suara dari layar besar mulai terdengar semakin keras

"Hitung mundur menuju tahun baru akan dimulai!"

Keramaian langsung berubah heboh

"WOOOOOO!"

"SEBENTAR LAGI!"

Para murid mulai berkumpul

Sarah menarik Zeks yang hampir hilang ke stand makanan lagi

"Kau berdiri sini"

"Tapi takoyaki itu memanggilku"

"Tidak"

Rey berdiri sambil menghela napas kecil

"Aku merasa seperti guru penitipan anak"

Semua orang akhirnya berkumpul

Lampu layar besar berubah terang

10!

Orang orang mulai ikut menghitung

9!

8!

Beberapa murid mulai berteriak semangat

7!

Zeks langsung mengangkat tangan tinggi

"TAHUN BARU WOIII!"

6!

Sarah memegangi lengannya supaya tidak kabur entah ke mana

5!

Amel berdiri di samping Raida

Tanpa sadar

jarak mereka jauh lebih dekat dibanding sebelumnya

4!

Rey melirik mereka sekilas

"...Aku pura pura tidak melihat"

3!

Suara orang orang semakin keras

2!

Langit malam terasa hening sepersekian detik

1!

DUARRR!!

Kembang api langsung memenuhi langit Tokyo

Warna merah, emas, biru, dan putih menyala terang di atas gedung gedung kota

Semua orang langsung bersorak

"SELAMAT TAHUN BARU!!"

Para murid tertawa dan saling mengucapkan selamat

Zeks langsung merangkul Rey dari belakang

"TAHUN BARU BROTHER!"

"LEPAS"

Sarah menghela napas panjang

"Kenapa aku harus menghadapi ini di awal tahun"

Amel menatap langit beberapa detik

Kembang api memantul di matanya

"...Indah sekali"

Raida ikut melihat ke atas.

"Hm"

Amel melirik kecil "Kau benar benar tidak bisa memberi jawaban panjang ya"

Raida terdiam sebentar

Lalu

"...Tapi memang indah"

More Chapters