di markas Nebros, Trion berdiri di lantai atas sambil melihat pasukan mempersiapkan diri untuk perang
"Apa kau benar benar yakin tentang ini?" Kata Ark yang tiba tiba muncul dari belakangnya
Trion menoleh sedikit ke belakang
"Kau bilang tidak akan menghalangiku?" balas Trion
"Aku tidak menghalangimu aku hanya memperingatkan mu" ujar Ark
"…untuk apa"
"Apa kau benar benar percaya pada manusia itu, terlebih lagi jika kau pergi Raida bisa membunuh mu. Apa kau lupa siapa Raida" ujar Ark
"Dia monster, dan juga bajingan gila, dan untuk manusia yang bernama varrel itu dia memang tampak mencurigakan" balas Trion
"Lalu kenapa kau masih bersikeras untuk pergi" ujar Ark
"Entah lah, aku hanya merindukan mereka saja"
Ark langsung menarik kerah armor Trion "jangan bilang kalau kau akan..."
PROK PROK PROK!!
"Wah wah… ternyata kalian cukup akrap ya" ucap Varrel yang tiba tiba muncul sambil bertepuk tangan
Ark langsung melepas cengkramannya
"Sialan sebenarnya apa tujuanmu datang ke organisasi ini" kata Ark sambil menatap tajam ke Varrel
Varrel tersenyum "bisa di bilang aku melakukan kesepakatan dengan Nebros"
"Lalu kenapa kau ingin memulai perang dengan rencana bodoh ini" kata Ark dengan nada marah
"Aku hanya ingin sedikit bermain" ucap Varrel
"Kau benar benar membuat ku muak dengan wajah bodoh mu itu" ucap Ark sambil mengeluarkan pedangnya
"Sebaiknya kau hentikan itu Ark" ucap Nebros yang tiba tiba muncul
Ark dan Trion langsung menunduk
Ark hanya bisa menahan amarahnya
"Bagaimana persiapannya?" tanya Nebros
"Semuanya berjalan dengan baik" balas Varrel
"Ikutlah dengan ku, ada yang ingin ku bicarakan denganmu" ujar Nebros lalu pergi
"Dengan senang hati" balas Varrel lalu mengikutinya
Saat mereka sudah pergi ark dan trion berdiri
"Jika kau benar benar ingin melakukan itu, aku titip salam pada mereka" ucap Ark lalu pergi
Trion melihat Ark pergi lalu menoleh ke pasukan lagi
Keesokan harinya… di bumi
Sinar matahari pagi masuk pelan dari balik tirai kamar hotel
Raida baru saja selesai memakai jaketnya saat terdengar ketukan pintu
Tok tok tok
Raida membuka pintu
Di depan sana
Amel berdiri sambil membawa boneka putih kemarin
Rambutnya masih sedikit basah seperti habis mandi
"Selamat pagi" ucap Amel pelan
Raida melirik boneka itu
"...Kau benar benar membawanya"
Amel langsung memeluk boneka sedikit lebih erat "Ada masalah?"
"Tidak. Hanya terasa aneh"
"Kalau begitu biasakan"
Raida hanya menghela napas kecil
Tak lama kemudian
mereka bertemu Sarah, Zeks, Rey, dan para siswa di lobby hotel
Zeks langsung menyeringai begitu melihat Amel masih membawa boneka
"Wah wah… ternyata dibawa sampai pagi"
Amel langsung memalingkan wajah "Diam"
Sarah melirik santai
"Kurasa itu lucu"
"...Kenapa dengan boneka itu apa masalahnya?" tanya Rey
"Karena seseorang diam diam jadi romantis" jawab Zeks cepat sambil menunjuk Raida
Raida langsung menatap datar
"Kau ingin mati pagi pagi?"
"Selamat pagi juga, Raida"
Para siswa di belakang langsung tertawa kecil melihat kebiasaan mereka
Tak lama kemudian
rombongan akhirnya mulai berjalan keliling Shibuya
Hari pertama diisi dengan menjelajahi berbagai tempat terkenal
Mereka melewati persimpangan ramai, pusat perbelanjaan, toko elektronik, hingga area fashion
Beberapa murid sibuk mengambil foto
Sebagian lagi membeli oleh oleh
Zeks entah bagaimana berhasil membeli terlalu banyak makanan sejak pagi
"Zeks… itu makanan keempatmu" ujar Sarah datar
"Liburan adalah soal kebahagiaan"
"Itu alasan buruk"
Raida dan Rey hanya berjalan di belakang sambil memperhatikan rombongan
Sesekali Amel ikut melihat berbagai toko unik
Saat mereka melewati toko souvenir Amel berhenti melihat gantungan kecil berbentuk rubah
Raida memperhatikan sebentar "...Kau mau itu?"
Amel langsung menggeleng cepat "Hanya melihat"
Raida terdiam beberapa detik "...Kau mengulang pola yang sama"
"Heh?"
Beberapa menit kemudian
tanpa banyak bicara
Raida tiba tiba memberikan gantungan kecil itu
"Kau membelinya?" kau membelinya
"Harganya murah"
"...Terima kasih"
Dari kejauhan
Zeks langsung menyikut Sarah
"Oi oi, perkembangan"
Sarah hanya menghela napas.
"Biarkan saja"
Hari kedua, Harajuku
Suasana jauh berbeda dibanding Shibuya,
Jalanan penuh warna
Toko toko unik berjajar di kanan kiri
Banyak fashion aneh yang membuat beberapa murid kelas langsung heboh
"Jepang benar benar unik…" gumam Rey
Zeks menunjuk seseorang dengan pakaian super mencolok
"Kalau aku pakai itu keren nggak?"
"Tidak" jawab Sarah cepat
"Kejam"
Amel beberapa kali tertawa kecil melihat
tingkah murid murid yang mencoba berbagai aksesoris lucu
Di salah satu toko
beberapa siswi malah memaksa Raida mencoba bando telinga kucing
"...Kenapa aku?"
"Karena terlihat cocok!" ujar salah satu murid
Amel diam diam memotret
Raida langsung menatap datar "...Hapus"
"Tidak"
Amel tertawa cukup keras
Hari ketiga, Kawaguchi
Pemandangan berubah total
Udara lebih dingin
Gunung besar terlihat megah di kejauhan
Danau tampak tenang memantulkan cahaya langit
Para murid langsung sibuk berfoto
"WOAH GUNUNG FUJI!" teriak Zeks terlalu keras
"Kau seperti anak kecil" komentar Rey
Mereka berjalan santai di sekitar danau
Amel berhenti cukup lama memandang pemandangan
"Indah sekali…"
Raida berdiri di sampingnya.
"Hm"
"Jawabanmu terlalu pendek"
"Karena memang indah"
Amel tertawa kecil lagi
Hari keempat, Kyoto
Suasana kota berubah drastis
Jauh lebih tradisional
Bangunan kayu klasik berdiri di banyak tempat
Mereka mengunjungi kuil, jalan tradisional, dan area bersejarah
Beberapa murid bahkan menyewa yukata untuk berfoto
Zeks mencoba gaya serius
Lalu tersandung lima menit kemudian
Sarah langsung berjalan pergi
"Aku tidak kenal orang ini"
Hari kelima, Pantai Okinawa
Langit biru cerah membentang luas. Laut terlihat sangat jernih dengan ombak kecil yang bergerak pelan ke bibir pantai
Beberapa murid langsung berlari ke pasir
"Pantaiii!"
"Airnya bening banget!"
Amel berdiri sebentar memandang laut
"Indah sekali…" gumamnya pelan
Raida berdiri di sampingnya
Tak jauh dari sana, Rey sedang duduk santai di bawah payung pantai sambil menikmati minuman dingin
Zeks datang membawa dua pistol air besar
Senyumnya terlihat sangat mencurigakan
"Kali ini aku yang akan menang"
Rey menurunkan kacamatanya perlahan "...Kau masih belum menyerah?"
Plash!
Zeks langsung menembak lebih dulu
Rey berdiri cepat
"Baik. Kau resmi mencari masalah"
"KALAU BISA TANGKAP AKU!" teriak Zeks sambil lari
Beberapa murid langsung ikut heboh
Sarah menghela napas kecil
"Kadang aku lupa dia sudah dewasa"
Amel tertawa kecil melihat Rey mengejar Zeks sepanjang pantai sambil membawa pistol air
Raida melipat tangan
"...Mereka benar benar seperti anak kecil"
Hari keenam, Osaka
Suasana kembali ramai
Lampu kota besar
Makanan di mana mana
Zeks hampir kehilangan kendali melihat banyak jajanan
Sarah sampai harus menarik bajunya berkali kali
"Kau tidak bisa membeli semuanya"
"Tapi aku ingin mencoba semuanya!"
Rey tertawa "Aku mulai paham kenapa Sarah sering lelah"
Malam harinya
mereka menikmati suasana kota bersama.
Tertawa
Berjalan
Berfoto
Dan tanpa sadar
liburan itu mulai terasa terlalu cepat berlalu
Hari ketujuh, Tokyo, malam tahun baru
Mereka akhirnya kembali ke Tokyo
Kota jauh lebih ramai dibanding biasanya
Lampu festival menyala terang
Orang orang mengenakan pakaian musim dingin sambil memenuhi jalanan
Beberapa festival makanan berjajar di sepanjang jalan
Anak anak kelas langsung heboh
"WAH RAMAI BANGET!"
Rey menghela napas "Jangan sampai ada yang hilang"
Zeks langsung mengangkat tangan
"Kalau hilang cari di stand makanan"
"Itu justru membuatmu tersangka utama"
jawab Sarah
Malam semakin larut
Hitungan pergantian tahun mulai mendekat
Lampu kota bersinar terang
Suara orang orang semakin ramai, menikmati akhir tahun di Jepang
Lampu festival menyala terang di berbagai sisi jalan. Musik tradisional dan suara orang orang bercampur menjadi satu di tengah lautan manusia yang memenuhi area festival tahun baru.
Beberapa murid sibuk membeli makanan lagi, ada yang membawa taiyaki, ada yang membeli yakitori
Dan tentu saja
Zeks masih memegang terlalu banyak makanan
"...Kau makan lagi?" tanya Sarah datar
"Ini investasi kebahagiaan sebelum tahun baru" jawab Zeks tanpa rasa bersalah
"Itu alasan terburuk hari ini"
Rey berdiri di dekat mereka sambil menyeruput minuman hangat
"Aku mulai berpikir lambung Zeks punya dimensi lain"
Beberapa siswa langsung tertawa
Tak jauh dari sana
Raida berdiri agak di pinggir keramaian sambil melihat layar besar yang mulai menampilkan hitungan waktu menuju tengah malam
Amel berjalan mendekat sambil masih membawa boneka putih kecilnya
"Kau tidak ikut ke sana?" tanyanya pelan sambil menunjuk keramaian murid murid
"Terlalu ramai"
"Padahal kita sudah seminggu dikelilingi keramaian"
Raida hanya mengangkat bahu kecil
Amel berdiri di sampingnya
Untuk beberapa saat...
mereka hanya diam melihat langit malam Tokyo
Lampu kota terasa begitu terang
Angin dingin berhembus pelan
Lalu
Suara dari layar besar mulai terdengar semakin keras
"Hitung mundur menuju tahun baru akan dimulai!"
Keramaian langsung berubah heboh
"WOOOOOO!"
"SEBENTAR LAGI!"
Para murid mulai berkumpul
Sarah menarik Zeks yang hampir hilang ke stand makanan lagi
"Kau berdiri sini"
"Tapi takoyaki itu memanggilku"
"Tidak"
Rey berdiri sambil menghela napas kecil
"Aku merasa seperti guru penitipan anak"
Semua orang akhirnya berkumpul
Lampu layar besar berubah terang
10!
Orang orang mulai ikut menghitung
9!
8!
Beberapa murid mulai berteriak semangat
7!
Zeks langsung mengangkat tangan tinggi
"TAHUN BARU WOIII!"
6!
Sarah memegangi lengannya supaya tidak kabur entah ke mana
5!
Amel berdiri di samping Raida
Tanpa sadar
jarak mereka jauh lebih dekat dibanding sebelumnya
4!
Rey melirik mereka sekilas
"...Aku pura pura tidak melihat"
3!
Suara orang orang semakin keras
2!
Langit malam terasa hening sepersekian detik
1!
DUARRR!!
Kembang api langsung memenuhi langit Tokyo
Warna merah, emas, biru, dan putih menyala terang di atas gedung gedung kota
Semua orang langsung bersorak
"SELAMAT TAHUN BARU!!"
Para murid tertawa dan saling mengucapkan selamat
Zeks langsung merangkul Rey dari belakang
"TAHUN BARU BROTHER!"
"LEPAS"
Sarah menghela napas panjang
"Kenapa aku harus menghadapi ini di awal tahun"
Amel menatap langit beberapa detik
Kembang api memantul di matanya
"...Indah sekali"
Raida ikut melihat ke atas.
"Hm"
Amel melirik kecil "Kau benar benar tidak bisa memberi jawaban panjang ya"
Raida terdiam sebentar
Lalu
"...Tapi memang indah"
