Ficool

Chapter 39 - Bab 39 perang

WHUUUUMMMM!!

Kapal tempur itu melesat keluar dari hanggar utama kapal induk Divisi 1 menuju kehampaan luar angkasa

Di depan mereka

Langit hitam dipenuhi cahaya ledakan. Ribuan kapal perang saling menembakkan sinar plasma, misil energi, dan proyektil cahaya. Dentuman demi dentuman mengguncang ruang hampa, pecahan kapal beterbangan seperti hujan meteor

Mata Amel membesar "...Ya ampun..." bisiknya

"Ini... perang beneran..." gumam Sarah pelan

Sementara itu kapal mereka bergerak aneh, miring ke kiri, lalu tiba-tiba berputar

BRRRTTT!!

"WOY WOY WOY!!" teriak Zeks sambil berpegangan ke kursi

"FEY! INI KENAPA KAPALNYA MENARI?!"bentak Rey

Di kursi pilot, Fey terlihat fokus... tapi wajahnya mulai panik "TENANG! AKU MASIH INGAT CARANYA!"

Kapal mendadak naik tajam, lalu turun mendadak

DUUUUUKK!!

Semua kepala mereka hampir terbentur

"MASIH INGAT KATAMU?!" teriak Sarah

"Itu ribuan tahun lalu!! Teknologinya beda!!" balas Fey tak kalah panik sambil menarik tuas sembarangan

Kapal mendadak berputar

BZZZZT!!

Sebuah alarm langsung berbunyi

PERINGATAN STABILITAS PENERBANGAN KRITIS

Amel mencengkeram kursinya erat 'Feeyyy aku belum nikaah!!"

"AKU JUGA... SETIDAKNYA AKU INGIN ISTRI DAN ANAK SEBELUM MATI" teriak Rey 

"KALIAN BERDUA INI BUKAN SAATNYA MEMBICARAKAN TENTANG MENIKAH" teriak Sarah 

WHOOOSSHHH!!

Tiba-tiba sebuah kapal tempur besar Divisi 1 melintas sangat dekat di samping mereka

Pilot kapal itu sampai melongo melihat manuver ngawur mereka

"...Apa itu kapal musuh?"

"...Bukan"

"Kenapa cara terbangnya kayak orang mabuk?"

Belum sempat siapa pun bereaksi

BZZZZZZTT!!

Sebuah tembakan energi nyasar dari kejauhan menghantam sisi kapal mereka

BOOOOOOMMM!!

Seluruh kapal berguncang hebat

"AAAAAAHHH!!"

Lampu langsung berkedip merah

KERUSAKAN KRITIS MESIN SISI KANAN HANCUR KENDALI PENERBANGAN TIDAK STABIL

Api kecil mulai muncul dari panel.

Rey refleks memadamkannya dengan elemen air

"KITA KENA TEMBAK?!"

"ITU TEMBAKAN NYASAR!!" teriak Fey

Kapal mulai berputar tak terkendali

WHUUUUUUMMMM!!

"FEY! NGAPAIN?!" teriak Zeks

"Aku lagi nyelametin kita!"

"KAYAKNYA MALAH DIBUNUH PELAN-PELAN!" teriak Zeks

Sarah menatap ke luar jendela matanya membesar "BUMI!! KITA MENGARAH KE BUMI!!

Amel langsung menoleh "...Jangan bilang"

Fey menggertakkan gigi sambil memegang kendali

"Kita nggak bisa bertahan di area perang! Mesin rusak! Aku paksa mendarat darurat ke Bumi!"

"KAMU BISA MENDARAT KAN?!" tanya Rey tegang

Fey terdiam dua detik "...Kurang lebih"

"APA MAKSUD KURANG LEBIH?!" teriak Rey 

WHUUUUUMMM!!

Kapal mereka menembus atmosfer Bumi, Api mulai menyelimuti bagian luar kapal getaran makin brutal

ALARM TERUS BERBUNYI

PENDARATAN DARURAT PENDARATAN DARURAT

Di pusat komando kapal induk utama

Raida berdiri di depan layar besar, armor merahnya memantulkan cahaya pertempuran luar angkasa

Tatapannya tajam mengawasi seluruh area perang

Salah satu operator tiba-tiba membeku "Komandan..."

Raida sedikit menoleh "Ada apa?"

Operator menunjuk layar "Kapal milik... Amel dan yang lain..."

Raida melihat layar, sebuah kapal tempur terlihat terbang miring, berputar, naik turun tidak jelas, kadang hampir menabrak kapal Divisi 1 sendiri

Raida terdiam "..."

Salah satu operator berkedip bingung.

"Komandan... apakah itu strategi baru?"

Raida menghela napas panjang sambil memegang dahinya

Lalu ia bergumam pelan, hampir seperti menyesali sesuatu "...Seharusnya aku mengajari mereka mengoperasikan kapal luar angkasa dulu"

Beberapa operator langsung terdiam "..."

"...Masuk akal" gumam salah satu operator pelan

Raida memejamkan mata sebentar "...Mereka benar-benar nekat"

Raida masih diam beberapa detik

Lalu kapal itu

BOOOM!!

Tertembak, langsung kehilangan kendali dan jatuh menuju Bumi

Mata Raida langsung membesar sedikit

"...Apa?"

Ekspresi tercengang terlihat di wajahnya

"Itu..."

Ia memperbesar layar

Kapal itu masih berputar liar seperti batu dilempar dari langit

"...Serius?"

Operator terlihat tegang "Perlu kami kirim orang untuk melihat keadaan mereka?"

"Iya, dan terus Pantau posisi jatuh mereka" ujar Raida 

"Siap"

Namun sudut bibirnya sedikit terangkat meski jelas ia sangat khawatir

"...Saat perang ini selesai akan ku marahi mereka habis habisan"

Sementara itu kapal Amel dan yang lain terus jatuh menuju Bumi Berputar, terbakar dan tidak ada satu pun dari mereka tahu mereka akan mendarat di mana

"FEYYYYY!!" teriak Sarah

"AKU USAHA!!"

"TUNGGU APA YANG DI DEPAN KITA ITU GUNUNG!?" teriak Zeks

"...KENAPA ADA GUNUNG?!" teriak Rey 

"YA KARENA KITA KE BUMI BODOH!!" teriak Sarah

"PEGANG SEMUANYAAAA!!" teriak Fey

BOOOOOOMMMM!!

Ledakan besar mengguncang lereng gunung, pohon-pohon beterbangan, tanah retak, asap hitam membumbung tinggi ke langit di tengah hutan pegunungan

Kapal tempur mereka tertancap miring di antara bebatuan besar, sebagian badan kapal terbakar kecil

"...Aku masih hidup?" suara Rey terdengar pelan

"Kita mati nggak?" gumam Zeks

Sarah membuka mata perlahan, rambutnya acak-acakan "...Kalau kita mati harusnya nggak sesakit ini"

"OWW! KAKIKU!" Kata Fey

Amel perlahan bangkit sambil memegangi kepala "Semua... masih lengkap?"

Rey mengangkat tangan "Masih"

BZZZT!!

Lampu kapal berkedip pelan, suara sistem terdengar terputus-putus

KERUSAKAN TOTAL MESIN TIDAK DAPAT DIGUNAKAN SIGNAL DARURAT AKTIF

Fey melihat panel lalu menghela napas panjang "...Yaudah"

"Yaudah gimana?!" bentak Sarah

"Kapalnya mati" balas Fey

"Lalu bagaimana cara kita membantu perangnya" ujar Sarah

Langit malam masih terlihat merah samar akibat perang di orbit, Kilatan cahaya sesekali terlihat jauh di atas awan

Di sisi lain

Sebuah kapal tempur elit Divisi 1 melesat meninggalkan kapal induk utama, di dalamnya enam prajurit armor hitam-merah duduk bersiap, pemimpin tim menatap layar koordinat

"Target jatuh ditemukan. Area pegunungan sektor timur"

"Status target?"

"Tidak diketahui"

Salah satu prajurit menghela napas "...Semoga masih hidup"

Prajurit lain terkekeh kecil "Kalau itu teman Komandan Raida, harusnya keras kepala semua, aku ingin lihat seperti apa wajah mereka"

Angin malam berembus dingin di pegunungan, api kecil masih menyala di sisi kapal yang rusak, asap hitam mengepul perlahan ke langit

Amel menatap jauh ke atas, kilatan perang di orbit masih terlihat samar 

"...Kita beneran gagal sebelum mulai ya" gumam Rey sambil duduk di atas batu

"Diam kau" balas Sarah sambil menyilangkan tangan

Fey masih sibuk memukul panel kapal

DUK! DUK!

"AYO HIDUP LAGI!" Ujar Fey 

BZZT...

Lalu mati lagi

"...Oke dia beneran mati"

Zeks menjatuhkan diri ke tanah "Hebat. Kita baru lima menit jadi pasukan luar angkasa langsung jatuh ke gunung"

Amel menghela napas panjang, tatapannya sedikit khawatir "...Raida pasti marah"

"Tidak" kata Fey 

Semua menoleh ke Fey, Fey menyeringai kecil "...Dia bakal ngamuk"

"ITU LEBIH BURUK!" teriak Rey refleks

Tiba-tiba

WHUUUUMMMM!!

Suara mesin menggema di langit, semua refleks mendongak dari balik awan sebuah kapal tempur Divisi 1 perlahan turun

Lampu sorot menyapu area hutan angin besar menerbangkan daun-daun

Sarah menyipitkan mata "...Kayaknya kita ditemukan

Pintu kapal perlahan terbuka

SHHHKKK

Enam prajurit berarmor hitam-merah turun dengan langkah cepat

Senjata energi di tangan, gerakan mereka disiplin

Pemimpin tim langsung melihat kapal yang hancur lalu terdiam

"..."

Prajurit di belakangnya ikut berhenti "...Komandan beneran kenal orang-orang aneh ternyata"

"Diam"

Mereka berjalan mendekat, pemimpin tim membuka helmnya, menunjukan wajah seorang pria berkulit abu abu

Tatapannya menyapu mereka satu per satu "...Amel, Rey, Sarah, Zeks, dan Fey?"

Mereka saling pandang

"Iya..." jawab Amel pelan

Prajurit itu menghela napas panjang, wajahnya terlihat lega "Syukurlah"

"Kami tim penyelamat Divisi 1"

Salah satu prajurit lain menatap kapal hancur

Lalu menoleh ke Fey

"...Boleh jujur?" Kata salah satu perajurit

Fey mengangkat alis

"Kamu nyetir sambil merem ya?" Ujarnya lagi

Zeks langsung menunjuk Fey

"NAH KAN! BUKAN AKU SAJA YANG BILANG BEGITU!"

"Aku sudah bilang aku lupa teknologinya berubah!" protes Fey

Salah satu prajurit menahan tawa "...Kalian jadi legenda di pusat komando"

"Semua orang lihat cara terbang kalian"

Sarah langsung menutup wajah "...Malu banget"

Pemimpin tim lalu kembali serius "Kita harus pergi sekarang"

"Kenapa?" tanya Amel

Prajurit itu menekan sesuatu di pergelangan tangannya, layar hologram kecil muncul, sebuah titik merah berkedip

"Tadi ada objek tidak dikenal masuk atmosfer"

Ekspresi Fey langsung berubah "...Objek?"

"Lintasannya mengarah ke area ini, untuk jaga jaga aku sudah melaporkannya ke pusat komando"

"Tunggu... maksudmu sesuatu sedang menuju sini?" Ujar Rey

Belum sempat dijawab

WHHOOOOOOOMMMM!

Langit tiba-tiba bergetar angin berubah berat pohon-pohon bergoyang keras

Semua refleks mendongaki di balik awan hitam

Terlihat seperti siluet seperti manusia melayang

Mata merahnya menyala samar di tengah kegelapan

Salah satu prajurit langsung mundur setengah langkah "...Apa itu?"

Pemimpin tim langsung mengangkat senjata "FORMASI TEMPUR!"

BZZZTT!!

Enam prajurit langsung mengaktifkan armor penuh

Amel dan yang lain membeku, udara terasa berat

Sebuah suara terdengar namun seperti bergema langsung di kepala mereka

"...di mana... Raida"

Mata merahnya perlahan bergerak, menatap ke arah mereka saat ia turun lebih dekat lagi wajahnya terlihat dia adalah Varrel

More Chapters