Sosok itu perlahan turun dari langit
WHOOOMMM
Tanah di bawahnya retak halus saat kakinya menyentuh permukaan batu, kabut tipis bergerak pelan di sekitar tubuhnya, mata merah samar itu menatap satu per satu wajah di hadapannya
Ekspresinya sedikit berubah "...Wah wah"
Suara beratnya terdengar santai "Kirain siapa"
Tatapannya berhenti pada Amel, Rey, Sarah, Zeks, dan Fey "ternyata malah teman temannya Raida"
Amel langsung menegang "...Kau kenal Raida?" tanyanya pelan
Varrel tersenyum kecil "Oh, tentu saja"
Nada suaranya terdengar ringan "Sudah lama sekali malah"
Pemimpin tim penyelamat maju setengah langkah, senjatanya tetap terarah "Identifikasi dirimu"
Varrel meliriknya sekilas, seolah baru sadar ada orang lain di sana "...Hmm?"
Tatapannya turun ke armor Divisi 1 "Oh... Pasukan kecilnya"
Salah satu prajurit mengeratkan pegangan senjatanya "Jangan bergerak!"
Varrel menghela napas kecil "Kalian tegang sekali"
WHUSSH!!
Tubuhnya menghilang, mata semua orang membesar "...APA?!"
Tiba tiba ia sudah berdiri tepat di depan salah satu prajurit
Tangan Varrel mencengkeram helm prajurit itu
Semua membeku
"Terlalu berisik"
KRAAK!!
Kepalanya langsung Hancur pecah darah menyiprat kemana mana
"RAYMOND!!" teriak salah satu prajurit
"FORMASI! SEKARANG!" bentak pemimpin tim
BZZZTT!!
Semua prajurit langsung bergerak bersamaan, sinar energi ditembakkan dari berbagai arah
DOR! DOR! DOR!
Ledakan kecil mengguncang tanah, namun Varrel tetap berdiri tidak bergerak asap perlahan menghilang dan ia masih berdiri di sana tanpa luka
"...Selesai?" Ujar Varrel
Suasana langsung berubah dingin
Pemimpin tim langsung membesar matanya "Mustahil..."
Varrel sedikit memiringkan kepala "Kalian lemah"
WHUSSH!!
Dalam sekejap ia menghilang lagi
DUUMM!!
Salah satu prajurit terpukul hingga terpental ke pepohonan
Yang lain langsung menyerbu dari sisi berbeda.
Pedang energi menyala
CLANG! CLANG!
Percikan cahaya beterbangan namun setiap serangan ditahan hanya dengan satu tangan
Amel dan yang lain membeku "...Apa dia monster?" bisik Sarah
Fey menatap serius "...Tidak... Dia jauh lebih berbahaya"
"Ayo bantu mereka" ujar amel yang mengeluarkan pedangnya dan ikut menyerang
Fey,Sarah,Rey, dan Zeks mengikuti juga
Di pusat komando kapal induk
BZZZZTT!!
Alarm baru berbunyi operator sensor langsung berdiri "Komandan!"
Raida menoleh cepat "Ada apa?"
Operator mengetik cepat wajahnya berubah tegang "Tim penyelamat mengirim sinyal darurat!"
Layar utama berubah data medan muncul
ANOMALI TERKONFIRMASI PERTEMPURAN TELAH DIMULAI
Tatapan Raida langsung berubah "...Apa?"
Operator menelan ludah "Target tak dikenal menyerang tim penyelamat"
"Level ancaman tidak bisa dibaca"
"Laporan visual baru masuk"
Layar menampilkan gambar buram dari helm prajurit
Sosok dengan mata merah terlihat berdiri di tengah ledakan
Ekspresinya berubah "...Varrel?"
Salah satu operator menoleh bingung. "Komandan... Anda mengenalnya?"
Raida tidak langsung menjawab, tatapannya tertuju penuh ke layar. Aura merah tipis mulai muncul di sekitar armornya "...Kenapa dia ada di Bumi?"
Suara Raida berubah rendah, Berat dan mengimidasi
Laluaa ia langsung berbalik "aku akan pergi untuk menghadapinya"
Operator membeku "K... Komandan? Tapi pertempuran di orbit dan pusat komando"
Raida berhenti, tanpa menoleh "...Kalian yang ambil alih"
Di waktu yang bersamaan Amel,Sarah,Rey, Zeks,Fey dan para perajurit pertarung mati matian
CLANG!!
Pedang Amel menghantam tangan Varrel, percikan energi merah menyebar ke udara malam
Namun Varrel bahkan tidak bergeser setengah langkah
Alisnya sedikit terangkat "...Oh?"
Amel melompat mundur cepat tatapannya menegang
"Dia keras sekali!" teriaknya
"SERANG BERSAMAAN!" bentak Fey
WHUSSH!!
Sarah muncul dari sisi kanan
Pedangnya dipenuhi cahaya biru
CLANG!!
Rey menyerbu dari depan dengan dorongan elemen air yang mempercepat gerakannya
DUUMM!!
Zeks menghantam tanah retakan batu langsung menjalar ledakan energi kecil mendorong tubuh Varrel ke belakang beberapa meter
Debu mengepul semua langsung mengambil posisi
"...Kena?" gumam Rey terengah
Asap perlahan menghilang Varrel masih berdiri
Tangannya dimasukkan ke saku, tatapannya terlihat sedikit penasaran "...Lumayan"
Amel membeku "Dia nggak luka sama sekali..."
Salah satu prajurit Divisi 1 segera mengangkat senjata berat
"FIRE!!"
BZZZT! BZZZT! BZZZT!!
Rentetan plasma menghantam area Varrel ledakan memenuhi lereng gunung pohon-pohon tumbang tanah bergetar
WHUSSH!!
Varrel tiba-tiba muncul di tengah para prajurit "...Tapi terlalu lambat"
DUUMM!!
Satu prajurit terpental menghantam kapal rusak
CRAAK!!
Armornya retak parah
"ARGHH!!"
Pemimpin tim langsung mengayunkan pedang energi
CLANG!!
Untuk pertama kalinya Varrel mengangkat tangannya menahan serangan tatapannya sedikit berubah "...Kalian cukup keras kepala"
DUUUM!!
Gelombang tekanan meledak dari tubuhnya, semua orang terpental Amel menghantam batu, Rey terguling beberapa meter, Sarah juba terpental Fey terkapar
"...Sial"
Zeks mengusap darah di sudut bibirnya "Ini bukan level monster biasa"
Varrel melangkah perlahan, suaranya tetap tenang "Kenapa kalian bertarung?"
Tatapannya berpindah ke Amel "kalian lemah tidak ada alasan bagi kalian untuk berada di medan perang seperti ini Sampai akhirnya cuma mati sia-sia"
"Mungkin untuk Sekarang ini Kami memang lemah, tapi kami tidak akan terus seperti ini kami akan berusaha dan akan menjadi lebih kuat dari sekarang" kata Amel penuh tekat
"Ya memang kami sekarang lebih lemah darimu, tapi itulah yang akan menyalakan bara api semangat pada diri kami, walaupun hari ini kami mati hampir mati sekalipun kami tidak akan menyerah" lanjutnya
Beberapa detik berlalu
"...Pfft"
Bahu Varrel sedikit bergetar, tawa kecil keluar dari mulutnya "Hahah..."
Semakin lama semakin besar "Hahahahahaha!!"
Para prajurit langsung menegang
Zeks mengernyit "...Dia kenapa malah ketawa?"
Varrel mengusap wajahnya pelan, namun senyum di wajahnya berubah aneh "...Kalau begitu"
WHOOOMMMM!!
Energi hitam pekat mulai berkumpul di telapak tangannya
Udara langsung berubah berat tanah di sekitar kakinya mulai retak langit seperti ikut meredup "...Matilah"
Mata Amel membesar, Sarah refleks maju setengah langkah, Rey mengepalkan tangan
Fey langsung menyadari sesuatu "...Semuanya MENJAUH!!"
Varrel mengangkat tangannya perlahan, energi hitam itu makin membesar dan berdenyut seperti lubang gelap yang melahap cahaya di sekitarnya
"...Mari kita lihat"
Senyumnya melebar tipis
"...Bagaimana reaksi Raida melihat mayat kalian"
Para prajurit langsung mengangkat perisai energi
"FORMASI PERTAHANAN!!"
BZZZZTT!!
Perisai cahaya muncul namun pemimpin tim langsung pucat
"...Kita tidak akan bisa menahan itu"
Amel menggertakkan gigi tubuhnya gemetar tapi tetap berdiri, Sarah menelan ludah, Rey mencoba bangkit lagi
Zeks memaksakan senyum gugup "...Yah... kayaknya kita beneran tamat"
Fey melangkah ke depan tatapannya serius "...Setidaknya jangan mati sambil nangis"
Varrel mengarahkan telapak tangannya energi hitam itu mulai bergetar
WHOOOOOOMMMM!!
Lalu tiba tiba angit terbelah
BOOOOOOOOOOMMMMM!!!!
Gelombang tekanan merah menghantam area pegunungan
Awan di atas langsung terbelah dua energi hitam di tangan Varrel buyar seketika mata semua orang membesar
"...Apa?!"
DUUUUUMMMM!!
Sebuah sosok menghantam tanah tepat di depan mereka, ledakan batu menyebar ke segala arah
Debu membumbung tinggi, aura merah menyala liar
Perlahan siluet armor merah terlihat berdiri membelakangi Amel dan yang lain udara di sekitar langsung berubah berat
"Kalian sudah mengertikan apa itu pertaruangan yang sebenarnya" ucap raida suaranya rendah
Amel membeku "...Raida?
Raida mengangkat tangab kanannya "Uriel..." Ucapnya lalu sebuah pedang berwarna emas muncul
Dan ia juga mengangkat tangan kirinya "Samael..." Ucapnya lalu Sebuah pedang berwarna hitam muncul
Raida memmejamkan matanya lalu menghela nafas panjang, "membuka... Segel gerbang pertama" ucapnya lalu tekanan tiba tiba mingkat tanah di bawahnya retak
WHHHHOOOOOOOOOMMMMMMM!!!!
Sebuah pancaran cahaya berwarna merah memancar ke langit pemandangan itu terlihat dari luar angkasa orang orang yang sedang berperang di orbit bumi membeku sejenak
Di dekatnya angin berhembus kencang Amel dan yang lain bertahan dari hembusan angin itu
"APA YANG SEDANG TERJADI" ujar Zeks sambil menutupi wajahnya
"Komandan... Dia membuka segel kekuatannya" ujar salah satu perajurit
WHHHHOOOOOOOOOMMMMMMM!!!!
Aura merah Raida terus membumbung ke langit seperti pilar kehancuran tanah di bawah kakinya retak semakin luas batu-batu besar melayang perlahan akibat tekanan energi
Amel, Rey, Sarah, Zeks, Fey bahkan para prajurit Divisi 1 harus menahan tubuh mereka agar tidak terpental lebih jauh
Varrel menyipitkan mata senyumnya justru semakin lebar "...Akhirnya"
Tangannya perlahan mengepal "Sudah lama sekali aku menunggu ini"
Raida membuka matanya perlahan ,Pupil merah menyala tajam
Aura di sekitar tubuhnya bergerak liar seperti api hidup "Pergi"
Ucapannya pendek, dingin tanpa menoleh
Amel langsung tersadar "...Tapi"
"PERGI!" bentak Raida
DUUUUMMMM!!
Gelombang tekanan merah langsung meledak dari tubuhnya pohon-pohon tumbang langit bergetar bahkan Varrel sedikit terdorong mundur setengah langkah ekspresi santainya memudar sedikit
Sarah langsung menarik Amel "Ayo! Kita cuma bakal jadi beban!"
Pemimpin tim penyelamat segera memberi perintah "EVAKUASI SEKARANG!!"
WHUSSH!!
Varrel menghilang mata semua orang membesar "...Apa?!"
CLAAAAANGGGG!!!!
Ledakan cahaya merah dan hitam langsung meledak di udara
Raida sudah muncul beberapa meter di depan
Uriel dan Samael menyilang Menahan pukulan Varrel dengan kedua pedangnya
Gelombang tekanan menghantam seluruh gunung
BOOOOOOOMMMMM!!!!
Hutan di bawah mereka seperti disapu badai.
Amel membeku
"...Aku bahkan nggak lihat mereka bergerak"
Zeks menelan ludah
"Mereka teleport atau apa?!"
"Tidak..." gumam Fey pelan
"Mereka terlalu cepat untuk mata kita"
CLANG!! CLANG!! CLANG!!
Raida dan Varrel menghilang
Muncul
Menghilang lagi
Setiap benturan menciptakan ledakan raksasa di langit kadang muncul puluhan kilometer jauhnya kadang tepat di atas kepala mereka
BOOOOOM!!
Langit malam berubah merah awan hancur
Petir energi menyambar ke segala arah
DUUUUUUMMMM!!!!
Raida menghantam Varrel ke sisi gunung seluruh tebing runtuh
WHUSSH!!
Varrel keluar dari reruntuhan sambil tertawa "Hahahaha!!"
Matanya menyala merah terang "Nah! Ini baru Raida yang aku kenal!"
WHOOOOOMMMM!!
Energi hitam meledak dari tubuhnya langit mendadak gelap
Aura hitam dan merah saling bertabrakan di udara
Raida mengangkat Samael kabut hitam keluar seperti makhluk hidup
Sementara Uriel menyala terang seperti matahari kecil
"Kau datang ke Bumi... dan membunuh anak buahku"
Tatapannya berubah lebih tajam "Aku akan mengahirimu Sekarang juba"
Varrel tersenyum lebar lalu perlahan membuka kedua tangannya "...Bagus"
WHOOOOMMMM!!
Energi hitam membesar berkali lipat tanah mulai pecah gunung berguncang
"Karena aku juga datang... untuk membunuhmu" ujar Varrel
BOOOOOOOOOOOMMMMM!!!!
Keduanya melesat bersamaan merah dan hitam bertabrakan di tengah langit dan ledakan raksasa menerangi seluruh langit Bumi seperti matahari kedua
BOOOOOOOOOOOMMMMM!!!!
Langit malam pecah oleh tabrakan dua energi itu Merah dan hitam saling melahap seperti dua bintang yang bertabrakan tepat di atmosfer Bumi
Gelombang kejutnya menyapu awan hingga ribuan kilometer Bahkan lautan di bawah sana ikut berguncang
Amel dan yang lain nyaris kehilangan keseimbangan
"...Gila..." bisik Rey dengan wajah pucat
CLAAAAANGGG!!
Uriel dan Samael menghantam dua lengan Varrel secara bersamaan Percikan merah dan hitam meledak seperti hujan meteor
Varrel menyeringai liar Tangannya menahan kedua pedang itu dengan paksa
"HAHAHAHA!!" Tekanan energi hitam meledak dari tubuhnya "INI DIA!!"
DUUUUUMMMM!!
Raida langsung terdorong ke belakang beberapa kilometer Tubuhnya menembus tiga lapisan awan
WHUSSH!!
Dalam sepersekian detik ia kembali muncul tepat di depan Varrel
SRAAAASHHH!!
Samael menebas horizontal Kabut hitam pekat memanjang membelah langit malam Varrel memiringkan tubuhnya menghindar tipis Namun tebasan itu tetap mengenai pundaknya
CRAAAK!!
Untuk pertama kalinya darah menyembur dari tubuh Varrel
Semua membeku "...Dia terluka?" gumam salah satu prajurit tak percaya
Varrel menatap darah di tangannya sendiri Beberapa detik ia diam
Senyumnya melebar semakin besar "Bagus..."
WHOOOOOOOMMMM!!
Energi hitam langsung melonjak berkali-kali lipat Langit di atas berubah gelap total
Fey langsung membesar matanya "...Jangan bercanda"
Raida menatap dingin Tubuhnya melayang perlahan di udara Aura merah menyelimuti armor dan kedua pedangnya
"Varrel..."
Suaranya rendah dan penuh tekanan "apa Kay benar benar Varrel sahabat masa kecilku yang seharusnya sudah"
Varrel tertawa kecil "benar akulah sahabatmu yang telah kau bunuh"
BOOOOOOMMMM!!
Tanpa aba-aba keduanya menghilang lagi
Kali ini benturan mereka bahkan tidak lagi terlihat jelas yang terlihat hanya ledakan ledakan raksasa yang muncul di seluruh langit
DUUUM!! CLAAANG!! BOOOOOM!!
WHOOOSSH!!
Varrel muncul di atas Raida Tangan kanannya dipenuhi energi hitam pekat "Lihat ini!"
DUUUUMMMM!!
Ia menghantamkan pukulannya ke bawah Raida langsung menyilangkan Uriel dan Samael
BOOOOOOOOOOMMMMM!!!!
Ledakan raksasa menghantam pegunungan
Satu sisi gunung langsung lenyap Hutan terbakar Tanah terbelah puluhan kilometer
Amel membeku melihatnya "...Itu cuma satu pukulan?"
Debu raksasa membumbung ke langit Varrel melayang di udara sambil tertawa "...Mati?"
SHIIINNNGGG!!
Dari dalam debu Cahaya emas menyala terang
Mata Varrel sedikit menyipit
WHUSSH!!
Raida melesat keluar seperti meteor merah
DUUUUUMMMM!!
Tinju Raida menghantam wajah Varrel telak
Untuk pertama kalinya
Varrel terpental jauh
BOOOOOOM!!
Tubuhnya menembus beberapa lapisan gunung di belakang seluruh area berguncang hebat
Amel dan yang lain sampai membeku
Di tengah reruntuhan gunung Varrel perlahan bangkit darah mengalir dari sudut bibirnya
Namun Ia malah tertawa semakin keras "Hahahahaha!!"
Tangannya menutupi wajahnya sendiri "Ya..." Aura hitamnya mulai berubah lebih liar
"Ini baru menyenangkan"
Tiba-tiba muncul ribuan tangan bayangan bergerak perlahan para prajurit langsung pucat
"...Apa lagi itu"
Varrel menurunkan tangannya Matanya kini menyala merah terang penuh kegilaan "Ayo Raida..."
WHOOOOOOMMMM!!
Ribuan tangan hitam melesat ke langit seperti tsunami kegelapan
"Tunjukkan kalau kau masih pantas disebut monster terkuat Divisi 1!!"
Ribuan tangan bayangan hitam melesat ke udara seperti tsunami kegelapan, masing masing bergerak liar seolah hidup
Amel dan yang lain langsung membeku
"...Ini bukan pertarungan biasa..." gumam Sarah pelan
Raida melayang diam di udara
Aura merah di tubuhnya masih membara liar, Uriel bersinar seperti matahari kecil di tangan kanan sementara Samael mengeluarkan kabut hitam pekat di tangan kiri
Tatapannya tetap dingin "...Masih sama"
ucapnya rendah
Varrel tersenyum miring "Hah?"
"Kau tetap suka pamer"
WHUSSSSHHH!!!
Tanpa aba-aba Raida menghilang
BOOOOOOOMMMM!!!!
Langit meledak tubuhnya menembus ribuan tangan hitam sekaligus seperti meteor merah. Uriel bergerak cepat meninggalkan garis cahaya emas
SRAAAAAASHHH!!!
Puluhan tangan raksasa terpotong
CRAAAK!!
Tangan baru langsung tumbuh lagi dari kegelapan Varrel tertawa keras "HAHAHAHA!! Itu tidak akan cukup!"
WHOOOOMMMM!!!
Ribuan tangan bergerak bersamaan sebagian mengepung Raida sebagian menghantam dari segala arah
DUUM! DUUM! BOOOOM!!
Ledakan terjadi bertubi-tubi di langit malam
Amel sampai menutup wajahnya "Aku nggak bisa lihat apa-apa!"
"Terlalu cepat..." ujar Fey serius
Di tengah badai serangan
CLAAAAANGGG!!!!
Kilatan emas dan hitam menyilang. Uriel dan Samael berputar liar Raida bergerak tanpa jeda setiap tebasan menghancurkan ratusan tangan sekaligus
Namun jumlahnya seperti tidak ada habisnya Varrel berdiri di kejauhan, kedua tangannya terbuka lebar seperti dalang yang memainkan boneka
"Apa cuma segini?!" Mata merahnya menyipit
"Kau mengecewakanku, Raida!"
WHUSSH!!
Tiba tiba Raida muncul tepat di depan wajahnya "...Terlalu banyak bicara"
DUUUUUMMMM!!!!
Tinju Raida menghantam perut Varrel mata Varrel membesar udara di sekitarnya langsung pecah tubuhnya terpental menembus langit seperti peluru hitam
BOOOOOOOMMMM!!!!
Namun sebelum sempat jatuh
WHUSSH!!
Varrel langsung muncul kembali di belakang Raida "Kau lengah"
CRAAAKKK!!!!
Tendangan dipenuhi energi hitam menghantam sisi tubuh Raida, Raida terpental keras
BOOOOOOMMMMM!!!!
Tubuhnya menghantam tebing
"RAIDA!!" teriak Amel refleks
Debu raksasa membumbung beberapa detik sunyi
Varrel tertawa kecil sambil mengelap darah di bibirnya "...Ayo"
WHOOOOMMMM!!!
