Ficool

Chapter 33 - Bab 33 tour ke jepang

Beberapa menit kemudian…

Raida dan Amel akhirnya keluar dari area crane game sambil berjalan pelan melewati deretan mesin arcade lain yang masih penuh suara dan cahaya warna warni

Amel masih memeluk boneka putih itu di depan dadanya

"Jadi kau benar benar menyukainya?"tanya Raida santai

Amel memalingkan wajah kecil "Bonekanya lumayan lucu" 

"Padahal tadi katanya hanya melihat"

"Aku berubah pikiran"

Raida hanya menghela napas kecil sambil menahan senyum tipis

Begitu pintu otomatis terbuka…

Udara malam kembali menyambut mereka, Shibuya masih ramai seperti sebelumnya

Lampu billboard besar menerangi jalanan yang dipenuhi orang orang berjalan ke berbagai arah

Amel menatap boneka di tangannya sebentar sebelum menjawab pelan

Mereka mulai berjalan lagi menyusuri trotoar kota

Tak jauh di depan…

Raida tiba tiba menghentikan langkahnya

Amel ikut berhenti "Kenapa?"

Raida mengangkat dagunya sedikit ke arah depan

Di tengah keramaian jalan…

terlihat Sarah sedang berjalan sambil merangkul lengan Zeks dengan santai, sambil meminum sesuatu

Sementara Zeks membawa beberapa kantong makanan di tangannya

"..."

Amel berkedip pelan

Sementara itu Zeks yang sedang tertawa kecil langsung menyadari keberadaan mereka

Matanya membesar

"OHO?!"

Suara itu cukup keras sampai beberapa orang di sekitar menoleh

Sarah ikut mengangkat pandangan lalu melihat Raida dan Amel berdiri beberapa meter dari mereka

Hening beberapa detik

Lalu sudut bibir Sarah perlahan terangkat tipis

"Menarik"

Amel langsung merasa ada firasat buruk

Zeks menyeringai lebar sambil menunjuk mereka berdua bergantian

"Tunggu tunggu… jadi kalian benar benar pergi berdua?!"

Raida menjawab datar "Lalu?"

"Itu bukan respon yang kuharapkan!" protes Zeks

Sarah melirik boneka di tangan Amel

"Oh? Bahkan sudah dapat hadiah juga"

Amel langsung sedikit memalingkan wajah "Itu hanya kebetulan"

"Raida memenangkan itu untukmu?" tanya Sarah santai

Amel terdiam sepersekian detik terlalu lama

Dan itu sudah cukup membuat Sarah mengerti jawabannya

Senyum tipisnya makin terlihat

Zeks langsung menatap Raida "Raida… aku tidak menyangka kau tipe orang romantis diam diam"

Raida menatapnya tanpa ekspresi "Aku bisa melemparmu ke jalan sekarang juga"

"Itu ancaman kan?! Sarah dengar itu!"

Sarah tetap merangkul lengan Zeks sambil berkata santai "Kurasa itu pantas untuk mu"

"Heh?! Kau di pihak siapa?!" balas Zeks

Amel akhirnya tertawa kecil melihat ekspresi

 Zeks yang langsung terlihat terserang mental

Zeks memegangi dadanya dramatis

"Aku terluka… setelah semua persahabatan kita selama ini…"

"Persahabatan macam apa yang membuatku ingin melemparmu ke jalan setiap lima menit?"

 balas Raida datar

"Kau benar benar kejam" ujar Zeks

Sarah menghela napas kecil sambil menyeruput minumannya lagi

"Aneh sekali bagaimana kau masih hidup sampai sekarang"

"Itu karena aku berbakat" ujar Zeks penuh percaya diri

"Berbakat membuat masalah" tambah Sarah cepat

Amel kembali tertawa kecil mendengar itu

Zeks lalu memperhatikan boneka di tangan Amel lagi sebelum menyeringai jahil

"Tapi serius… kalian kelihatannya menikmati malam ini ya"

Amel langsung memalingkan wajah sedikit

"Kami hanya jalan"

"Berdua"

Raida menatap datar "Kalau kau terus mengulang hal yang sama, aku benar benar akan melemparmu"

"Oke oke! Aku berhenti!" kata Zeks sambil mengangkat tangan menyerah

Meski begitu senyum lebarnya sama sekali tidak hilang

Keramaian orang terus mengalir di sekitar mereka. Cahaya lampu billboard memantul di wajah semua orang sementara suara musik dari toko toko sekitar terdengar samar

Sarah melirik jam di ponselnya sebentar

"Kalian mau ke mana lagi?"

Amel berpikir beberapa detik sebelum menggeleng kecil

"Belum tahu"

"Kalau begitu ikut kami" ujar Zeks cepat

Sarah langsung meliriknya.

"Kau yakin?"

"Tentu. Makin ramai makin seru" ujar Zeks

"Padahal tadi yang ingin jalan berdua itu siapa?" tanya Sarah datar

Zeks langsung batuk kecil "untuk sekarang aku berubah pikiran, jadi gimana apa kau setuju Raida"

Raida menghela napas kecil

"Aku tidak keberatan"

Amel menoleh sebentar ke arah Raida lalu mengangguk pelan

"Aku juga"

"Bagus!" ujar Zeks semangat

Tanpa menunggu lama, mereka berempat mulai berjalan bersama menyusuri trotoar malam Shibuya

Zeks berjalan paling depan sambil membawa kantong makanan di satu tangan

"Aku harap tempat ini tidak mengecewakan" kata Sarah datar

"Heh, percaya saja padaku" jawab Zeks penuh percaya diri

"Itu justru bagian yang mengkhawatirkan" gumam Raida.

"Aku dengar itu!"

Amel kembali tertawa kecil

Beberapa menit berjalan…

Keramaian perlahan berkurang saat mereka mulai menuju area yang lebih terbuka

Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah taman modern yang diterangi lampu malam

Jalur pejalan kaki membentang panjang dengan bangku bangku di sisi jalan. Dari beberapa titik, lampu kota Shibuya terlihat jelas dari kejauhan

"Selamat datang di… Mayasita Park!"

Sarah langsung menghela napas "Miyashita"

"...Ya itulah yang ku maksud" sahut Zeks

Raida memasukkan tangan ke saku jaket "Hebat juga bisa salah nama tempat yang kau pilih sendiri"

Amel memperhatikan sekitar pelan

Angin malam terasa lebih sejuk di sini, tidak terlalu ramai

Beberapa orang berjalan santai, ada pasangan duduk di bangku taman

"Bagus juga…" gumam Amel

Raida mengangguk kecil 'Setidaknya lebih tenang"

Zeks langsung tersenyum puas "nah kan? Sesekali akui aku punya ide bagus"

Mereka mulai berjalan mengelilingi taman bersama

Sesekali berhenti melihat pemandangan malam kota

Di salah satu area duduk

Zeks langsung menjatuhkan diri ke bangku "Aku capek…"

"Padahal tadi paling semangat" ujar Sarah sambil duduk di sampingnya

"Itu sebelum kakiku menyerah"

Sarah hanya menggeleng kecil

"Sepertinya kau perlu menambah latihan mu setelah liburan ini" kata Raida

"Apa tidak... latihan yang biasa saja sudah membuatku hampir mati" ujar Zeks

"Aku tidak peduli, aku akan tetap menambah latihan mu" balas Raida

Zeks tak bisa melawan dia hanya bisa meretapi nasipnya

Beberapa saat kemudian

Tak jauh dari sana

Raida berdiri dekat pagar pembatas sambil melihat lampu kota

Amel berdiri di sampingnya, masih memeluk boneka putih itu

Hening beberapa saat

Lalu Amel bicara pelan

"...Terima kasih"

Raida sedikit menoleh

"Untuk apa?"

Amel mengangkat sedikit boneka di

"Untuk ini… dan malam ini"

Raida terdiam beberapa detik

Lalu kembali melihat ke depan

"Kurasa aku juga cukup menikmatinya"

Mata Amel sedikit berbinar

Jawaban jujur seperti itu cukup jarang keluar dari Raida

Sudut bibirnya terangkat kecil

Tak jauh di belakang

Zeks langsung berbisik terlalu keras

"Oi Sarah… lihat mereka"

Sarah bahkan tidak menoleh

"Kalau kau ganggu, kau dilempar Raida"

Waktu terus berjalan

Jam semakin malam

Orang orang di taman mulai berkurang.

Sarah akhirnya berdiri

"Kita balik"

Zeks langsung menghela napas lega "akhirnya… aku mulai mengantuk"

"Padahal tadi paling banyak energi" komentar Raida datar

"Itu karena aku menggunakan semuanya untuk bersenang senang" balas Zeks

Mereka akhirnya meninggalkan Miyashita Park dan berjalan kembali menuju hotel

Perjalanan pulang terasa lebih santai

Zeks sesekali masih bercanda, Sarah membalas seperlunya, sementara Amel beberapa kali diam diam memperhatikan boneka hadiah dari Raida

More Chapters