Ficool

Chapter 10 - Bab 9:

Udara di sekitar wilayah kekuasaan Ancient Treant mendadak terasa berat dan lembap, seolah-olah pepohonan di sana menyedot oksigen lebih cepat daripada yang bisa dihirup oleh paru-paru manusia. Hidder berdiri di atas dahan raksasa yang licin oleh lumut purba. Di depannya, ratusan pasang mata hijau kecil milik Forest Hunter berkilat di balik bayang-bayang dedaunan.

Stamina: 1,650/2,700

Hidder melirik Bastet yang masih terikat di pundaknya. "Rencana ini hanya punya satu kesempatan. Jika kau memberikan arah yang salah, kita berdua akan menjadi abu."

"Lepaskan tanganku, kau bajingan sombong!" Bastet mendesis, wajahnya pucat pasi saat melihat siluet raksasa sang Guardian di kejauhan yang mulai menggetarkan bumi. "Kau tidak bisa bertarung melawan kecepatan anak-anak itu sambil membawaku seperti beban mati. Lepaskan aku, atau kita akan mati dalam hitungan detik!"

Hidder terdiam sejenak. Ia melihat ke bawah, di mana akar-akar hitam milik sang Guardian mulai merayap naik seperti tentakel raksasa yang haus darah. Ia tahu Bastet benar. Dengan kasar, ia menarik Dagger dari sarungnya. Bilah pendek itu berkilat dingin di bawah cahaya temaram hutan. Dengan satu gerakan presisi, ia memotong tali yang mengikat Bastet.

"Lari sedikit saja dariku," ancam Hidder dengan suara serak, "dan belatiku akan menemukan lehermu sebelum monster itu menemukanmu."

Bastet terengah-engah, memijat pergelangan tangannya yang lecet. "Fokuslah pada keselamatanmu sendiri, Manusia. Gunakan getah pohon Igneous di dahan-dahan sebelah kiri. Getah itu mudah terbakar jika terkena gesekan logam panas. Itulah satu-satunya cara membuat api di tempat sebasah ini!"

Mendengar itu, Hidder tidak membuang waktu. Ia menendang dahan tempatnya berdiri dan melesat.

[Flash Step diaktifkan - Konsumsi 25 Stamina]

Stamina: 1,625/2,700

Srak! Srak! Srak!

Puluhan Forest Hunter melompat serentak. Mereka adalah bayi-bayi monster yang menyerupai primata tanaman, lincah dan tanpa rasa takut. Mereka tidak hanya bergerak di dahan; mereka menggunakan ekor tanaman rambat mereka untuk berayun di udara dengan kecepatan yang membuat mata manusia biasa sulit mengikutinya. Salah satu dari mereka menerjang wajah Hidder, cakar kayunya nyaris merobek kulit pipinya.

Hidder memiringkan kepalanya seujung kuku. Dengan gerakan mengalir, ia memutar tubuhnya di udara. Dagger di tangannya menari, memotong jalur udara sebelum menusuk tepat di tenggorokan makhluk kecil itu.

Stamina: 1,600/2,700

Namun, ancaman sebenarnya bukan hanya bayi-bayi monster itu. Jauh di belakang, Ancient Treant mengeluarkan raungan yang menyerupai suara gempa bumi. Makhluk itu menghantamkan tinju kayunya ke tanah, memicu gelombang kejut yang meruntuhkan dahan-dahan besar di sekitar Hidder.

[Skill Khusus: Ancient Root Bind diaktifkan]

Tiba-tiba, tanah dan pepohonan di sekitar Hidder seolah hidup. Ribuan akar hitam keluar dari segala arah, berusaha melilit kakinya. Hidder terpaksa melakukan manuver akrobatik yang menguras tenaga. Ia harus menusukkan Dagger miliknya ke batang pohon sebagai tumpuan untuk berayun menjauh dari jeratan akar.

[Flash Step diaktifkan - Konsumsi 25 Stamina]

[Flash Step diaktifkan - Konsumsi 25 Stamina]

Stamina: 1,550/2,700

"Terus ke kiri!" teriak Bastet yang kini lincah melompat di sela-sela akar, menjaga jarak aman namun tetap terpantau oleh pandangan tajam Hidder. "Pohon dengan kulit merah menyala itu! Di sana tempat getahnya berada!"

Hidder melihat targetnya. Sebuah pohon raksasa dengan kulit berwarna merah karat yang mengeluarkan cairan kental berwarna keemasan. Namun, jalan menuju ke sana diblokade oleh segerombolan Forest Hunter yang membentuk formasi pertahanan hidup.

"Menjauh dari jalanku!" geram Hidder.

Ia tidak lagi hanya sekadar menusuk. Ia mulai mengalirkan energi ke bilah Dagger-nya, menciptakan gesekan udara yang menghasilkan panas ekstrem. Jarak serangnya yang pendek memaksanya untuk masuk ke zona berbahaya monster-monster itu. Setiap kali belatinya berbenturan dengan tubuh kayu para pemburu kecil, percikan api mulai tercipta, membakar bulu-bulu kasar mereka.

Stamina: 1,480/2,700

Peluh membasahi dahi Hidder. Rasa lelah mulai merambat ke tulang belakangnya, namun ia menolaknya dengan kemauan keras. Ia mendarat di depan pohon bergetah itu, sementara di belakangnya, sang Guardian mulai bergerak perlahan namun pasti. Setiap langkah sang Guardian melumatkan apa pun yang ada di jalurnya.

[Skill Khusus: Nature's Resilience diaktifkan]

Kulit kayu sang Guardian tiba-tiba berubah menjadi hitam legam dan mengilat, memberikan kesan bahwa ia kini terbuat dari baja kuno. Pertahanannya meningkat drastis. Serangan fisik biasa tidak akan berguna lagi.

"Sekarang, Hidder! Bakar getah itu!" Bastet berteriak dari kejauhan, berlindung di balik batu besar.

Hidder menusukkan Dagger-nya ke dalam lekukan kulit pohon merah tersebut. Ia memutar bilahnya dengan kecepatan luar biasa, menciptakan panas gesekan yang intens antara logam dan getah. Cairan keemasan itu mulai mendidih, mengeluarkan asap hitam yang pekat.

Stamina: 1,350/2,700 (Konsumsi energi untuk putaran beruntun)

BOOM!

Cairan itu meledak dalam nyala api oranye yang dahsyat. Hidder menggunakan ledakan itu untuk melumuri bilah belatinya dengan api yang terus menyala. Kini, ia memegang senjata pendek yang diselimuti api neraka. Jarak serangnya yang pendek berarti ia harus benar-benar menyentuh tubuh sang Guardian untuk memberikan luka fatal.

Namun, harga yang harus dibayar sangat mahal. Mengendalikan api tanpa skill elemen dasar menghisap energinya seperti lintah. Lengan Hidder mulai gemetar hebat.

Stamina: 1,100/2,700

"Satu serangan..." bisik Hidder. Visinya mulai berbayang. Ia melihat sang Guardian mengangkat tangannya yang sebesar rumah, bersiap menghancurkan area tempat Hidder berdiri.

Hidder mengambil napas dalam-dalam. Ia tidak akan lari. Ia akan menerjang langsung ke jantung monster itu. Dengan sisa stamina yang ada, ia memacu jantungnya hingga batas maksimal.

[Flash Step: Seri Beruntun diaktifkan]

Stamina: 1,075... 1,050... 1,025...

Ia melesat melalui jaring-jaring akar yang mencoba menangkapnya. Ia melompati kepala para Forest Hunter yang ketakutan melihat api di senjatanya. Dalam hitungan detik, Hidder sudah berada di udara, tepat di depan dada sang Ancient Treant.

"Mati kau!"

Hidder menghujamkan Dagger apinya dengan seluruh berat tubuhnya tepat ke celah kulit kayu yang terbuka di bagian tengah tubuh sang Guardian. Api itu merambat dengan cepat, memakan energi kehidupan yang tersimpan di dalam tubuh monster itu.

CRAAAACK!

Sang Guardian mengeluarkan jeritan memilukan yang mengguncang seluruh hutan. Tubuh raksasanya mulai terbakar dari dalam. Api merah itu melahap struktur selulernya. Hidder mencabut belatinya, namun ledakan energi balik menghantamnya dengan telak.

Hidder terlempar ke belakang, menghantam tanah dengan keras. Ia berguling beberapa meter sebelum akhirnya berhenti dalam posisi telungkup di atas tanah yang menghitam.

Stamina: 180/2,700

Dunia di sekelilingnya menjadi sunyi, hanya ada suara deru api yang melahap sang raja hutan. Bau kayu terbakar dan aroma getah yang menyengat memenuhi udara. Hidder terbaring tak berdaya. Tangan kanannya masih menggenggam erat gagang Dagger miliknya.

Stamina: 155/2,700

Napas Hidder hanya berupa bisikan pendek. Setiap kali ia mencoba menggerakkan jari, rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya. Ia telah melampaui batas.

Bastet berdiri hanya dua langkah dari kepala Hidder. Ia melihat ke arah belati pendek yang masih digenggam Hidder, lalu beralih ke wajah pria itu.

"Kau benar-benar gila," bisik Bastet. "Menyerang jantung Ancient Treant dengan sebilah belati kecil..."

Bastet melangkah mendekat. Ini adalah kesempatannya. Tanpa ikatan di tangannya, ia bisa dengan mudah mengakhiri hidup Hidder. Ia membungkuk, tangannya terjulur perlahan menuju leher Hidder.

Namun, mata Hidder terbuka sedikit. Kilatan di matanya tetap dingin. "Lakukan saja..." suara Hidder hampir tak terdengar. "...tapi pastikan kau berhasil. Karena jika tidak... aku akan memotong lehermu saat aku bangun nanti."

Bastet tertegun. Jarinya berhenti. Ia melihat sisa-sisa Forest Hunter yang mulai mengintai dari kejauhan. Jika ia membunuh Hidder sekarang, ia akan sendirian menghadapi para pemburu lapar itu.

"Aku membencimu, Manusia," geram Bastet.

Bukannya mencekik, Bastet justru mencengkeram kerah pakaian Hidder dan mulai menyeret tubuh pria itu menjauh dari pusat kebakaran. Tanah yang kasar menggores tubuh Hidder, namun Bastet tidak peduli. Ia harus membawa beban berat ini keluar dari zona api sebelum oksigen benar-benar habis.

Stamina Hidder: 120/2,700 (Terus menurun karena kelelahan ekstrem)

Bastet terengah-engah. Otot-ototnya yang kecil dipaksa untuk menarik beban tubuh Hidder. "Bangunlah, kau beban sialan! Jangan mati sekarang setelah membuat kekacauan sebesar ini!"

Di belakang mereka, tubuh Ancient Treant akhirnya tumbang sepenuhnya, menimbulkan dentuman yang menggetarkan bumi untuk terakhir kalinya. Hutan itu kini terbakar hebat, dan di tengah kepulan asap hitam, Bastet terus menyeret Hidder menuju kegelapan yang lebih dalam, melarikan diri dari maut yang terus mengejar.

More Chapters