Ficool

Chapter 14 - Bab 13:

Lantai 4 Tutorial menyambut mereka bukan dengan bau kematian, melainkan dengan aroma kemenyan yang manis dan udara pegunungan yang tipis namun menyegarkan. Begitu Hidder dan Bastet melangkah keluar dari portal labirin yang menyesakkan, pemandangan di hadapan mereka berubah drastis menjadi sebuah pelataran batu melayang yang sangat luas. Di atas mereka, langit tidak lagi berwarna abu-abu suram, melainkan berwarna ungu senja yang dipenuhi oleh ribuan bintang yang seolah bisa disentuh dengan tangan.

Ini adalah Rest Zone. Sebuah oase yang disediakan oleh sistem agar para penyintas tidak kehilangan kewarasan mereka sebelum menghadapi ujian akhir.

[Anda telah memasuki Zona Aman: Pelataran Awan]

[Kemampuan bertarung antarpemain dinonaktifkan sementara]

[Stamina dan Health Point pulih secara otomatis]

Hidder merasakan beban di pundaknya seolah menguap. Angka di panel statusnya bergerak cepat, mengisi kembali bar hijau yang sempat terkuras di labirin tadi.

Stamina: 9,000/9,000

Health Point: 12,100/12,100

"Tempat ini..." Bastet menarik napas dalam-dalam, telinga hewaninya berdiri tegak. "Baunya... tidak ada darah di sini. Benar-benar tidak ada."

Hidder tidak membalas, matanya sibuk menyapu area tersebut. Di sekitar pelataran, terdapat berbagai struktur bangunan yang menyerupai paviliun kuno. Namun, yang paling menarik perhatian adalah kerumunan makhluk di tengah pelataran. Itu adalah pasar antar-dimensi. Hidder melihat manusia, namun ia juga melihat makhluk-makhluk lain yang selama ini hanya dianggap sebagai mitos atau aset game. Ada sosok-sosok kerdil dengan janggut kepang yang sibuk memukuli logam, hingga sosok ramping dengan jubah sutra yang berjalan dengan keanggunan yang tidak alami.

Hidder melangkah maju, tangannya masih berada di dekat gagang daggernya meski sistem melarang pertarungan. Kebiasaan bertahan hidup di lantai-lantai sebelumnya tidak bisa hilang begitu saja hanya karena sebuah notifikasi.

Sambil berjalan, pikiran Hidder melayang pada sistem ekonomi Tower yang baru saja terbuka di memorinya sebagai bagian dari fungsi pemain. Di dunia lama, Gold hanyalah angka digital untuk membeli kosmetik atau perlengkapan dasar. Namun di sini, Gold adalah segalanya. Sistem menjelaskan bahwa pada Level 15 nanti, pemain bisa menggunakan Gold untuk mengakses Upgrade Skill Scroll—sebuah fitur yang memungkinkan seseorang meningkatkan efektivitas serangan tanpa harus menaikkan statistik dasar.

Aku butuh Gold. Banyak Gold, batin Hidder. Di pasar ini, ia bisa menukarkan barang-barang jarahan dari Ancient Treant atau mencari scroll murah dari ras lain. Membeli langsung dari System Shop adalah pilihan teraman, namun harganya mencekik leher. Membeli dari sesama penghuni Tower jauh lebih efisien secara biaya, meski risiko penipuan selalu mengintai.

Langkah Hidder terhenti saat ia mendengar keributan di dekat sebuah kios kayu kecil yang menjual gulungan-gulungan perkamen tua.

"Ayo, Elf cantik, jangan pelit. Kami tahu kau butuh perlindungan untuk Lantai 5 nanti," suara tawa yang kasar memecah ketenangan pasar.

Seorang pria besar dengan armor plat perak yang terlihat sombong sedang menyudutkan seorang wanita ramping. Wanita itu memiliki rambut pirang pucat yang jatuh hingga ke pinggangnya, dan yang paling mencolok adalah telinganya yang panjang dan runcing. Seorang Elf.

"Tiga puluh Gold untuk tiga Magic Scroll adalah harga yang adil," suara wanita itu terdengar jernih namun bergetar karena amarah. "Aku adalah seorang Scribe. Kualitas gulunganku jauh di atas barang sampah yang kalian temukan di peti-peti tutorial."

"Tiga puluh Gold? Bagaimana kalau nol?" Pria itu maju selangkah, tangannya yang kotor mencoba menyentuh dagu si Elf. "Atau kau bisa membayarnya dengan cara lain. Temani kami malam ini, dan mungkin kami akan mempertimbangkan untuk membawamu ke gerbang final."

Beberapa pemain manusia di sekitar mereka hanya menonton, ada yang tertawa dan ada yang memalingkan muka. Hidder memperhatikan dengan mata dingin. Ia tidak peduli dengan moralitas kepahlawanan, namun ia melihat sesuatu yang lebih besar di sini.

Jika ras manusia terus bertingkah seperti binatang bejat terhadap ras-ras yang memiliki keahlian khusus seperti Elf, maka di lantai-lantai atas nanti, tidak akan ada ras lain yang mau bekerja sama dengan manusia. Bagi Hidder, ini adalah ancaman bagi efisiensi tujuannya. Jika manusia dicap sebagai ras predator yang tidak beradab, pergerakannya di masa depan akan sangat terhambat.

Terlebih lagi, identitas si Elf sebagai pembuat scroll menarik minatnya.

Hidder melangkah mendekat. Auranya yang sekarang berada di angka Charisma -7 mulai menyebar. Itu bukan lagi aura haus darah yang meledak-ledak, melainkan sebuah tekanan sunyi yang berat, seolah-olah udara di sekitar mereka mendadak membeku.

Pria besar itu berhenti tertawa. Bulu kuduknya berdiri. Ia menoleh dan melihat seorang pemuda berambut gelap dengan tatapan mata yang seolah-olah bisa melubangi tengkoraknya.

"Siapa kau? Jangan ikut campur," gertak pria itu, meski suaranya sedikit goyah.

"Kau memalukan rasmu sendiri," ucap Hidder pelan. Suaranya tidak keras, namun bergema di keheningan yang mendadak tercipta. "Pergilah sebelum aku lupa bahwa sistem ini melarang pembunuhan."

"Kau mengancamku? Aku level 8! Aku punya tim yang—"

Hidder tidak bergerak, ia hanya menatap pria itu tepat di matanya. Dengan Perception 35, Hidder melihat titik lemah di leher pria itu yang berdenyut karena ketakutan. Tekanan yang dipancarkan Hidder begitu nyata hingga pria itu mundur dua langkah secara tidak sadar. Di matanya, Hidder tidak terlihat seperti manusia biasa, melainkan seperti predator puncak yang sedang beristirahat.

"S-sialan. Ayo pergi, kita tidak butuh scroll dari pelacur Elf ini," maki pria itu sambil memberi isyarat pada teman-temannya untuk menjauh. Mereka pergi dengan terburu-buru, mencoba menutupi rasa malu mereka.

Keheningan menyelimuti kios kecil itu sejenak. Wanita Elf itu mengembuskan napas panjang, merapikan jubahnya yang sedikit berantakan. Ia menatap Hidder dengan mata hijau zamrud yang tajam namun penuh selidik.

"Terima kasih, Manusia," ucapnya. Ia tidak terlihat seperti korban yang lemah; ada api di matanya. "Aku Elowen. Aku jarang melihat kaummu bertindak logis di tempat sesat ini."

"Aku tidak menolongmu karena kasihan," jawab Hidder datar. "Aku butuh keahlianmu. Dan aku tidak ingin reputasi rasku dipenuhi oleh sampah seperti mereka yang akan membuatku kesulitan di masa depan."

Elowen tertegun sejenak, lalu sebuah senyum tipis yang penuh ironi muncul di bibirnya. "Jujur. Aku suka itu. Sebagian besar manusia akan berbohong tentang kehormatan dan keadilan."

Bastet mendekat, menatap Elowen dengan hidung yang kembang kempis. "Dia berbau sihir... sihir yang sangat murni. Dan kertas-kertas ini... ini bukan kertas biasa."

"Benar, kucing kecil," sahut Elowen, membuat Bastet mendesis tidak suka karena dipanggil kucing. "Ini adalah medium untuk memanipulasi kode Tower. Aku bisa membuat scroll yang meningkatkan kecepatan atau memberikan perlindungan elemen. Tapi aku butuh bahan, dan aku butuh perlindungan."

Hidder melihat ke arah Elowen. Ia tahu bahwa ia membutuhkan seseorang yang paham tentang mekanisme sihir dan scroll untuk mendukung daggernya. Bastet adalah insting, tapi Elowen adalah pengetahuan.

"Aku butuh seseorang yang bisa membuatkan gulungan untukku saat kita mencapai Level 15 nanti," kata Hidder. "Bergabunglah denganku. Aku akan menjamin kau sampai ke Lantai 5 dengan selamat."

Elowen menatap Hidder, lalu beralih ke Bastet. Ia menyadari bahwa pria di hadapannya ini memiliki statistik yang tidak masuk akal untuk ukuran lantai tutorial. Auranya sangat kuat hingga hampir mencekik, namun terkendali dengan sempurna.

"Kontrak yang menarik," Elowen mengulurkan tangannya yang lentik. "Tapi aku tidak murah. Kau harus menyuplai Gold untuk bahan-bahanku, dan aku akan memberikan harga kawan untuk setiap scroll yang aku hasilkan."

Hidder menjabat tangan Elowen. "Kesepakatan tercapai."

Mereka bertiga kemudian duduk di sebuah paviliun kayu di pinggir pelataran, menjauh dari keramaian pasar. Di sana, Hidder mengeluarkan item yang ia dapatkan dari Ancient Treant.

[Essence of the Forest Guardian: Consumables Item - A rank]

Cahaya hijau dari kristal itu menerangi wajah mereka. Elowen terkesiap melihatnya.

"Kau... kau membunuh Penjaga Hutan Kuno?" tanya Elowen tidak percaya. "Item ini... di duniaku, ini adalah harta karun yang digunakan untuk membangkitkan garis keturunan bangsawan Elf. Dan kau memilikinya di sini, di tahap tutorial?"

"Apa ini layak digunakan sekarang?" tanya Hidder.

Elowen menggeleng cepat. "Jangan sekarang. Energi di dalamnya terlalu besar. Tanpa persiapan sihir yang tepat, tubuhmu bisa meledak karena kelebihan beban stamina. Simpan itu sampai kita mencapai ambang batas di Lantai 5. Aku bisa membantumu menyiapkan ritual pengonsumsiannya agar peluang mendapatkan Regeneration Skill itu naik."

Hidder mengangguk, menyimpan kembali item itu ke dalam inventori. Ia merasa pilihannya merekrut Elowen adalah langkah yang benar. Pengetahuan Elf ini akan sangat krusial.

Malam itu, di bawah bintang-bintang Lantai 4, tim kecil yang aneh ini beristirahat. Seorang manusia dengan stamina monster, seorang half-beast dengan insting tajam, dan seorang penyihir Elf yang penuh rahasia. Mereka adalah anomali di antara para pemain yang hanya fokus pada angka dan level.

Hidder menatap ke arah gerbang cahaya yang jauh di ujung pelataran. Lantai 5—ujian terakhir tutorial—menunggu mereka. Ia tahu, ketenangan di Rest Zone ini hanyalah ilusi sebelum badai yang sebenarnya dimulai. Dan kali ini, ia tidak akan menghadapinya sendirian.

More Chapters