Kesunyian di dalam gua itu terasa begitu pekat, hanya diinterupsi oleh sisa-sisa suara gemeretak kayu yang terbakar dari kejauhan. Hidder perlahan membuka matanya. Pandangannya tidak lagi buram, melainkan tertuju pada deretan jendela notifikasi biru transparan yang melayang di hadapannya. Cahaya dari jendela sistem itu memantul di pupil matanya yang dingin.
Stamina: 120/2,700
Tubuhnya masih terasa seberat timah, namun sebuah pesan sistem yang berkedip dengan warna emas menarik seluruh fokusnya.
[Pencapaian Luar Biasa Terdeteksi!]
[Anda telah membunuh Bos Wilayah: Ancient Treant dalam kondisi kritis!]
[Mendapatkan 5,000 EXP dari membunuh Forest Guardian - Ancient Treant]
[Level Naik! Level 2 → Level 3]
Hidder menarik napas pendek. Rasa sakit di ototnya seolah teralihkan oleh deretan hadiah yang muncul satu per satu. Ia tidak pernah menyangka bahwa pertaruhan nyawanya dengan sebilah Dagger dan sisa tenaga terakhir akan membuahkan hasil semasif ini.
[Mendapatkan Item: Essence of the Forest Guardian (Rank A) - Consumable]
[Mendapatkan Achievement/Title: Surviving Death Fighting a Strong Enemy]
Mata Hidder terpaku pada detail Title tersebut. Sebuah senyum tipis—hampir tak terlihat—muncul di sudut bibirnya.
[Title: Surviving Death Fighting a Strong Enemy]
Detail: Selamat dari kematian melawan kematian itu sendiri. Diberikan kepada individu yang memenangkan pertempuran melawan monster dengan level 7x lipat lebih tinggi dari level pengguna.
Efek saat digunakan:
Health Point +500
Mana Capacity +200
Stamina +300
All Stat +10
[Bonus Pencapaian]: All Stat +10
"Dua puluh poin untuk setiap statistik..." bisik Hidder parau. Suaranya terdengar seperti gesekan amplas, kering dan kasar.
Tanpa ragu, Hidder segera mengaktifkan Title tersebut. Seketika, sebuah gelombang energi yang terasa sangat panas namun menyegarkan meledak dari pusat jantungnya, merambat ke seluruh pembuluh darah hingga ke ujung saraf terkecil. Ia bisa mendengar suara berderak dari tulang-tulangnya yang memadat, dan serat ototnya yang robek mulai menyatu kembali dengan kepadatan yang jauh lebih tinggi.
Ini bukan sekadar angka yang berubah; ini adalah rekonstruksi biologis.
[Hidder Statistics Update]
Level: 3 {2,000/4,500 EXP}
Title Active: Surviving Death Fighting a Strong Enemy
Hidder membuka panel statusnya. Lonjakan angka di sana membuatnya tertegun sejenak. Jika sebelumnya ia merasa seperti lilin yang hampir padam, kini ia merasa seperti api unggun yang baru saja disiram bensin.
[Statistics Status Point]
Strength: 10 + 20 → 30
Constitution: 9 + 20 → 29
Spirit: 12 + 20 → 32
Dexterity: 13 + 20 → 33
Agility: 11 + 20 → 31
Intelligence: 11 + 20 → 21
Perception: 15 + 20 → 35
Willpower: 7 + 20 → 27
Charisma: -37 + 20 → -17
Luck: 10 + 20 → 30
Unlocated Stat Point: 10
Hidder melihat angka Charisma yang masih berada di angka minus. Meski sudah mendapatkan tambahan 20 poin, auranya masih terasa sangat mencekam dan tidak menyenangkan bagi makhluk lain. Ia teringat pada sisa 10 poin status yang ia dapatkan dari kenaikan level sebelumnya yang belum sempat ia alokasikan.
"Sistem, alokasikan 10 poin ke Charisma," perintahnya dalam hati.
[Charisma: -17 → -7]
Meskipun masih di bawah nol, setidaknya rasa tidak nyaman yang terpancar dari keberadaannya tidak akan seburuk sebelumnya. Ia menutup jendela sistem, lalu melirik ke arah tas penyimpanan yang berisi [Essence of the Forest Guardian]. Ia memutuskan untuk menyimpannya terlebih dahulu. Memaksa tubuhnya menerima lebih banyak energi saat ini bisa berakibat fatal.
"Sudah selesai berpesta dengan hantumu, Manusia?"
Suara itu datang dari Bastet. Gadis itu sedang duduk di sudut gua, memegang sepotong daging kering dengan tatapan yang jauh lebih waspada dari sebelumnya.
Hidder bangkit berdiri. Gerakannya kini jauh lebih ringan, lebih presisi. Sensasi stamina yang meluap hingga mencapai 3,000 (setelah tambahan dari Title) membuatnya merasa seolah bisa berlari mengelilingi hutan ini tanpa henti.
"Kenapa kau terus memanggilku 'Manusia'?" tanya Hidder sambil menyarungkan daggernya. "Bukankah kau sendiri juga terlihat seperti satu?"
Bastet terkekeh, sebuah tawa yang terdengar getir. Ia berdiri dan melangkah keluar dari bayang-bayang. Di bawah cahaya rembulan yang menembus celah gua, Hidder melihat sesuatu yang selama ini tersembunyi. Pupil mata Bastet menyempit menjadi garis vertikal yang tajam, dan sepasang telinga berbulu halus muncul dari balik rambutnya yang berantakan.
"Kau benar-benar mengira ini adalah permainan, bukan?" Bastet menatap Hidder dengan tatapan meremehkan. "Kau mengira aku adalah 'NPC' yang dibuat oleh perusahaan game sialanmu itu hanya untuk memberimu misi?"
Hidder terdiam. Ia teringat pada kampanye besar Tower Greed tentang kecerdasan buatan mereka yang revolusioner.
"Aku adalah pelarian, Hidder. Dimensiku hancur, dan aku tersedot ke tempat terkutuk ini hanya untuk menjadi tontonan bagi ras kalian," lanjut Bastet, suaranya bergetar karena amarah yang dipendam. "Tower ini bukan kode digital. Ini adalah penjara antar-dimensi. Dan monster yang kau bunuh? Mereka adalah makhluk hidup yang memiliki rumah, sebelum mereka diubah menjadi 'konten' tutorial untukmu."
Hidder terpaku. Jika Bastet benar, maka perusahaan yang merilis game ini telah melakukan kebohongan terbesar dalam sejarah manusia. Mereka tidak menciptakan game; mereka menemukan gerbang menuju neraka antar-dimensi dan menjual tiketnya sebagai hiburan.
"Jika ini nyata..." Hidder menggenggam gagang belatinya, merasakan tekstur dingin logam itu. "...maka aku harus berhenti bermain-main."
Bastet menunjuk ke arah portal cahaya yang mulai muncul di tengah hutan abu yang terbakar. "Lantai 3 Tutorial sudah terbuka. Jika kau ingin bertahan hidup di realitas yang busuk ini, berhenti melihatku sebagai data. Lihat aku sebagai musuh, atau sekutu. Tapi jangan pernah sebut aku NPC lagi."
Hidder melangkah maju menuju portal. Pikirannya bergejolak, namun fokusnya tetap tajam. Dengan statistik yang kini meningkat drastis, ia tidak akan lagi menjadi mangsa. Ia akan menjadi predator yang paling ditakuti di dalam menara ini.
"Ayo berangkat, Bastet," ucap Hidder tanpa menoleh. "Kita lihat seberapa jauh realitas ini bisa kita hancurkan."
