Ficool

Chapter 9 - Bab 8:

Hutan itu bukan lagi sekadar kumpulan pepohonan; bagi Hidder, itu telah berubah menjadi labirin bernapas yang mencoba menelannya bulat-bulat.

Napas Hidder terdengar berat, seperti suara gesekan logam di tengah kesunyian hutan yang mencekam. Di pundaknya, atau lebih tepatnya dalam cengkeraman kasarnya, Bastet bergerak gelisah. Luka-luka di tubuh Hidder belum sepenuhnya kering, dan sensasi terbakar di otot kakinya mulai menjadi-jadi. Setiap langkah yang ia ambil terasa seperti menghantam beton.

Stamina: 1,850/2,700

"Kau akan mati jika terus berlari ke arah itu, Manusia," suara Bastet memecah kesunyian, tajam dan penuh peringatan meski posisinya sedang disandera. "Kau tidak merasakan getarannya? Tanah ini sedang mengamatimu."

Hidder tidak menjawab. Ia mempererat cengkeramannya pada Bastet, matanya terus menyisir dahan-dahan pohon raksasa di atas mereka. "Diam dan tetaplah jadi kompas yang berguna, atau aku akan meninggalkanmu sebagai umpan."

"Bodoh!" desis Bastet. "Lepaskan ikatanku! Aku bisa bergerak lebih cepat dan menuntunmu ke zona buta makhluk itu. Jika kau membawaku seperti karung beras begini, kita berdua hanya akan berakhir menjadi pupuk bagi Ancient Treant!"

Hidder berhenti sejenak, matanya berkilat dingin. "Aku melepaskanmu, lalu kau lari atau menusukku dari belakang? Tidak akan. Berikan arahnya sekarang, atau aku akan menggunakan kepalamu untuk memeriksa kedalaman jurang di depan kita."

Bastet mendengus, matanya yang vertikal menatap penuh kebencian namun juga ketakutan yang nyata. "Kiri! Lompat ke akar gantung itu sekarang! Cepat!"

Tanpa banyak bicara, Hidder memacu ototnya.

[Flash Step diaktifkan - Konsumsi 25 Stamina]

Stamina: 1,825/2,700

Tubuh Hidder melesat bagai bayangan kabur, berpindah dari satu akar raksasa ke akar lainnya. Namun, saat ia melayang di udara, suara gemuruh rendah terdengar dari bawah tanah.

Di pusat kegelapan hutan, sebuah entitas kuno membuka matanya yang berupa rongga cahaya hijau redup. Forest Guardian - Ancient Treant. Tubuhnya setinggi bukit kecil, kulitnya adalah kayu yang telah membatu selama ratusan tahun. Ia adalah raja yang lamban, namun wilayahnya adalah seluruh jangkauan akarnya.

Makhluk itu tidak perlu mengejar. Ia hanya perlu memerintah.

Dengan suara derit kayu yang memekakkan telinga, sang Guardian menghantamkan tangannya yang sebesar batang pohon ke tanah.

[Skill Khusus: Nature's Summon diaktifkan]

Dari celah-celah kulit kayunya yang retak, muncul makhluk-makhluk kecil yang lincah. Forest Hunter. Bayi-bayi monster itu menyerupai perpaduan antara monyet dan tanaman rambat, dengan kuku-kuku tajam yang mampu mencengkeram kulit kayu yang paling licin sekalipun.

Dalam hitungan detik, puluhan Forest Hunter melompat ke dahan-dahan, bergelantungan dengan kecepatan yang mustahil. Mereka adalah mata dan kaki bagi sang Guardian. Mereka tidak mengejar untuk membunuh—mereka mengejar untuk menggiring mangsa kembali ke pelukan maut induk mereka.

Hidder merasakan kehadiran mereka sebelum ia melihatnya. Suara pekikan melengking terdengar dari atas.

Srak! Srak!

"Mereka datang!" teriak Bastet. "Gunakan celah di bawah pohon tumbang itu! Jangan lewat jalur atas!"

Hidder melihat sekelompok Forest Hunter bergelantungan tepat di atas jalurnya. Jika ia melompat ke atas, ia akan disergap di udara. Mengikuti insting dan arahan paksaan Bastet, Hidder membanting tubuhnya ke bawah, meluncur di antara lumpur dan akar yang membusuk.

Stamina: 1,780/2,700

"Sial," umpat Hidder. Keringat bercampur darah menetes ke matanya. Pandangannya sedikit goyah. "Berapa banyak dari mereka?"

"Tak terhitung! Itu adalah anak-anak sang Guardian!" Bastet berteriak sambil menunjuk ke arah belakang. "Dan lihatlah di bawahmu!"

Tanah di bawah kaki Hidder tiba-tiba meledak.

[Skill Khusus: Ancient Root Bind diaktifkan]

Akar-akar hitam seukuran paha pria dewasa melesat keluar dari tanah, melilit seperti ular yang lapar. Hidder terpaksa melakukan manuver ekstrem. Ia memutar tubuhnya di udara, menebas satu akar yang mencoba mengunci pergelangan kakinya, lalu meledakkan kekuatannya untuk menjauh.

[Flash Step diaktifkan - Konsumsi 25 Stamina]

[Flash Step diaktifkan - Konsumsi 25 Stamina]

Stamina: 1,730/2,700

Setiap kali ia menggunakan skill, bar staminanya berkedip merah di sudut matanya. Ia bisa merasakan kelelahan itu mulai merambat, membuat refleksnya melambat beberapa milidetik. Dalam pertarungan hidup-mati, milidetik adalah pembeda antara bernapas atau terkubur.

"Mereka menggiring kita ke arah induknya!" Bastet memperingatkan, suaranya kini terdengar tulus panik. "Guardian itu punya pertahanan Nature's Resilience. Kau tidak akan bisa melukainya dengan pedang tumpulmu itu jika dia sudah mengeras!"

Hidder mendarat di sebuah dahan besar, jantungnya berdegup kencang hingga telinganya berdenging. Di depan mereka, di balik kabut hutan, terlihat siluet raksasa Ancient Treant yang mulai memanifestasikan wujudnya. Makhluk itu memang lambat, namun jangkauan akarnya mencakup radius ratusan meter.

"Kau bilang dia punya kelemahan," Hidder bertanya sambil mengatur napasnya yang pendek-pendek.

"Api! Dia membenci api!" jawab Bastet cepat. "Tapi kau lihat sendiri, di hutan lembap ini, api biasa tidak akan berguna. Kita butuh sesuatu yang lebih panas, sesuatu yang bisa menembus kulit kayu kunonya!"

Hidder melirik ke arah Forest Hunter yang mulai mengepung mereka di dahan-dahan sekitar. Bayi-bayi monster itu menyeringai, menunjukkan taring-taring kayu yang tajam. Mereka menunggu perintah sang induk untuk menerjang."Aku punya rencana," bisik Hidder, suaranya parau.

"Rencana? Kau bahkan hampir tidak bisa berdiri tegak!" Bastet mencemooh, meski ia sendiri gemetar.

Hidder melihat status staminanya.

Stamina: 1,650/2,700

Angka itu terus menurun hanya karena ia menahan posisi dan membawa beban Bastet. Ia harus membuat keputusan cepat. Efisiensi adalah satu-satunya jalan. Ia menatap Forest Guardian yang berdiri tegak seperti menara di kejauhan, lalu melirik ke arah gerombolan pemburu kecil yang mendekat.

"Bastet," ucap Hidder dingin. "Jika kau mencoba lari saat aku melakukan ini, aku pastikan kau adalah orang pertama yang terbakar."

"Apa yang akan kau—"

Belum sempat Bastet menyelesaikan kalimatnya, Hidder sudah memacu staminanya ke titik puncak untuk sebuah ledakan gerakan yang belum pernah ia coba sebelumnya. Ia tidak akan lari dari para pemburu itu; ia akan menggunakan mereka untuk mencapai sang induk.

Darah di pembuluh nadi Hidder terasa mendidih. Ia tahu, babak ini baru saja dimulai, dan staminanya adalah taruhan terakhirnya.

More Chapters