Suara siulan anak panah cahaya yang membelah udara Lonely Forest terdengar seperti jeritan kematian. Bastet_99 bukan hanya seorang pemain dengan perlengkapan yang bagus; ia adalah seorang pemburu yang tahu bagaimana memanfaatkan kepanikan mangsanya. Cahaya biru yang menyelimuti anak panah C-Rank miliknya menerangi pepohonan di sekitarnya, menciptakan bayangan panjang yang menari-nari dengan liar.
Hidder tidak lagi melompat ke samping. Ia tidak lagi menggunakan Flash Step untuk menghindar. Di balik topeng kayunya yang konyol, mata emasnya berputar dengan kecepatan yang tidak wajar, irisnya berdenyut setiap kali ia mengunci lintasan proyektil yang menuju ke arahnya.
"Apa yang kau lakukan, bodoh?! Lari!" Bastet berteriak, jari-jarinya yang ramping melepaskan tali busur dengan presisi mematikan.
Anak panah pertama menghantam bahu kanan Hidder.
BLAARR!
Ledakan energi mana murni meledak tepat saat ujung panah menyentuh kulitnya. Hidder terlempar dua meter ke belakang, namun ia segera menancapkan tumitnya ke tanah untuk menahan momentum. Rasa sakitnya luar biasa—seperti besi panas yang dipaksakan masuk ke dalam dagingnya. Darah segar mulai merembes dari bahunya, namun fokus Hidder tidak goyah.
[Mata Dewa Kuno: Menganalisis Serangan 1 - Jenis: Panah Sihir - Pelaku: Bastet_99]
[Konsumsi: 40 Stamina]
Ia bisa merasakan staminanya terkuras secara instan saat mata kanannya mulai membedah struktur energi dari ledakan tersebut. Hidder tidak menunggu luka itu mengering; ia justru menerjang maju lagi, membiarkan dadanya terbuka lebar.
"Satu lagi," gumam Hidder, suaranya serak menahan perih.
Bastet yang melihat mangsanya justru mendekat dengan luka terbuka menjadi semakin emosional. Ia menarik dua anak panah sekaligus, namun melepaskannya dengan kekuatan penuh pada satu titik fokus. Panah kedua menghantam telak di bagian samping perut Hidder.
BOOM!
Kali ini ledakannya lebih hebat. Hidder merasakan tulang rusuknya bergetar hebat. HP-nya merosot tajam ke titik yang mengkhawatirkan. Rasa sakit itu bukan lagi sekadar peringatan sistem, melainkan sensasi nyata yang mencoba meruntuhkan kesadarannya. Namun, di tengah kepulan asap ledakan, mata kanan Hidder berpendar lebih terang dari sebelumnya.
[Mata Dewa Kuno: Menganalisis Serangan 2 - Jenis: Panah Sihir - Pelaku: Bastet_99]
[Konsumsi: 40 Stamina]
[Adaptasi Selesai: Identitas Mana 'Bastet_99' Terkunci Permanen untuk Jenis Serangan 'Panah']
Hidder berdiri tegak di tengah kepulan asap. Bahunya hancur, perutnya bersimbah darah, namun kehadirannya kini terasa lebih menindas. Ia merasakan sensasi dingin yang merambat dari saraf optiknya menuju seluruh permukaan kulitnya—sebuah bentuk proteksi metafisika yang hanya dimiliki oleh item kelas Ancient.
Bastet_99 melepaskan panah ketiga dengan ekspresi panik. "Mati! Mati saja kau!"
Panah itu menghantam dada Hidder, tepat di titik yang sama dengan serangan sebelumnya. Namun, kali ini ledakannya terasa berbeda. Suara ledakannya tidak lagi nyaring, dan guncangan energinya tidak lagi mampu menggeser posisi Hidder.
[Otoritas Mata Dewa Aktif: Reduksi Damage 20% Terhadap Panah Bastet_99]
Hidder hanya terhuyung sedikit. Reduksi dua puluh persen itu mungkin terlihat kecil secara angka, namun dalam realitas tempur, itu adalah perbedaan antara kematian dan kemenangan. Setiap kali energi panah Bastet mencoba merobek molekul tubuh Hidder, mata Ancient miliknya meredam frekuensi tersebut, membuat serangan yang tadinya mematikan kini hanya terasa seperti hantaman keras biasa.
"Bagaimana mungkin..." Bastet menurunkan busurnya, tangannya gemetar. "Itu senjata C-Rank! Dengan statistik levelmu, kau seharusnya sudah menjadi abu!"
Hidder melangkah maju dengan tenang. Setiap langkahnya terasa berat namun pasti. "Senjatamu memang hebat, Bastet. Tapi kau telah membuat satu kesalahan fatal."
Hidder segera memicu fungsi kedua dari matanya. Ia tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi. Staminanya terus terkuras setiap detik ia mempertahankan pengawasan aktif ini.
[Mengaktifkan Informasi Kelemahan: Target Bastet_99]
[Konsumsi: 40 Stamina]
Visi Hidder berubah. Tubuh Bastet kini tampak seperti kerangka transparan dengan titik-titik saraf yang berpendar. Ia melihat bagaimana Bastet sangat bergantung pada tumpuan kaki kirinya saat ia dalam posisi bertahan. Lebih dari itu, matanya menunjukkan bahwa busur Bastet memiliki "jeda pemulihan mana" selama 1,5 detik setelah menembakkan panah besar.
"Waktunya berakhir," ucap Hidder.
Syuuuuut!
[Flash Step: Level 1]
[Konsumsi: 25 Stamina]
Hidder menghilang dari pandangan Bastet. Dalam jarak dua meter, ia muncul kembali tepat di sisi buta wanita itu. Bastet mencoba menarik pedang panjangnya dari pinggang, sebuah upaya putus asa untuk mengganti jenis serangan. Namun, Hidder sudah memprediksi gerakan itu.
Jika Bastet berhasil menyerang dengan pedang, Hidder tahu ia harus mengulang proses perekaman dua serangan lagi untuk mendapatkan reduksi. Ia tidak akan membiarkan itu terjadi.
Hidder menghantamkan pangkal belati besinya tepat ke titik saraf di bawah telinga Bastet—sebuah titik lemah yang ditunjukkan dengan tanda merah menyala oleh matanya.
TAK!
Bastet terbelalak. Seluruh tubuhnya mendadak mati rasa. Busur C-Rank miliknya jatuh ke tanah dengan denting logam yang keras. Ia jatuh berlutut, napasnya tersengal saat sistem sarafnya dipaksa berhenti sejenak oleh serangan presisi Hidder.
Hidder berdiri di atasnya, menatap ke arah Bastet yang tak berdaya. Identitas mana wanita ini telah tersimpan selamanya di dalam memori matanya. Mulai detik ini, di mana pun dan kapan pun mereka bertemu lagi di dalam menara ini, jika Bastet menggunakan panah untuk menyerang Hidder, ia akan selalu mengalami kerugian pengurangan kerusakan sebesar dua puluh persen.
"Kau... siapa sebenarnya kau?" Bastet berbisik dengan suara lemah.
"Hanya seorang pemain yang ingin bertahan hidup," jawab Hidder dingin.
Hidder mengeluarkan seutas tali yang terbuat dari serat sihir kuat—salah satu item yang ia temukan di draf sebelumnya. Tanpa memedulikan protes lemah dari Bastet, ia mulai mengikat tangan dan tubuh wanita itu dengan cepat. Hidder tahu Bastet memiliki item pelacak yang sangat berharga. Membunuhnya sekarang hanya akan memberinya poin instan, namun membawanya hidup-hidup akan memberinya akses ke rahasia bagaimana para reroller bergerak di lantai ini.
Namun, sebelum Hidder sempat menyelesaikan ikatannya, bumi di bawah kaki mereka mulai bergetar dengan frekuensi yang mengerikan.
GRRRUUUMMMBBLLLEEE...
Suara itu bukan berasal dari gempa bumi biasa. Itu adalah suara kayu raksasa yang saling bergesekan, sebuah raungan purba yang seolah merobek selaput dara siapa pun yang mendengarnya. Burung-burung di seluruh Lonely Forest terbang menjauh, dan suhu udara mendadak turun drastis.
[Peringatan Global: Fluktuasi Mana Berlebih Terdeteksi!]
[Hidden Boss: Forest Guardian - Ancient Treant Telah Terbangun!]
Hidder menoleh ke arah sumber suara. Sekitar seratus meter dari posisi mereka, sebuah pohon raksasa yang tadinya tampak mati mulai bergerak. Akar-akarnya yang sebesar tubuh naga mencuat keluar dari tanah, menghancurkan segala sesuatu di sekitarnya. Pohon itu memiliki wajah yang terukir secara alami di batangnya, dengan mata yang bersinar hijau zamrud penuh amarah.
"Sial... ledakan panahmu membangunkannya," desis Hidder.
Situasi menjadi kacau seketika. Misi 'Mouse and Cat' yang tadinya hanya tentang perburuan antar pemain, kini berubah menjadi bencana bertahan hidup melawan entitas yang kekuatannya jauh di atas rata-rata pemain level rendah.
Hidder melirik ke arah Bastet yang masih terikat dan belum sepenuhnya pulih dari lumpuh sarafnya. Pilihan ada di depannya: meninggalkan wanita ini sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian sang penjaga hutan, atau membawanya pergi.
"Beruntung bagimu, kau masih punya informasi yang kubutuhkan," ucap Hidder.
Dengan satu gerakan kuat, Hidder menyampirkan tubuh Bastet yang terikat ke bahu kirinya. Beban itu membuat langkahnya sedikit lebih lambat, namun dengan Constitution 9, ia masih mampu berlari.
[Flash Step: Level 1]
[Konsumsi: 25 Stamina]
Hidder melompat menjauh tepat saat sebuah akar raksasa menghantam posisi mereka berdiri tadi, menghancurkan tanah hingga menjadi kawah sedalam satu meter. Ia berlari menembus kegelapan hutan, menghindari runtuhan pepohonan sembari menjaga Bastet tetap dalam genggamannya.
Di belakangnya, sang Forest Guardian terus meraung, setiap langkahnya menggetarkan pondasi hutan tersebut. Hidder menyadari bahwa ia tidak hanya sedang diburu oleh 'Kucing' lain sekarang, tapi ia sedang dikejar oleh kemurkaan hutan itu sendiri.
Mata emas Hidder terus berdenyut, menganalisis jalur pelarian tercepat di antara akar-akar yang terus mencuat. Permainan tikus dan kucing di Lantai 2 ini baru saja berubah menjadi neraka yang sesungguhnya.
