Cahaya putih di dalam Safe Zone terasa begitu steril dan dingin, kontras dengan bau amis darah dan keringat yang menguar dari puluhan pemain yang berhasil merangkak keluar dari Tutorial Lantai 1. Aula ini luas, namun atmosfer di dalamnya terasa menyesakkan. Di tengah ruangan, sebuah layar hologram raksasa terus berkedip, menampilkan nama-nama penyelesai rekor tercepat. Nama The Hidder berada di puncak, bersinar dengan warna emas yang provokatif.
Hidder berdiri di sudut aula, menyandarkan punggungnya pada pilar marmer yang dingin. Di balik Topeng Kayu konyolnya, mata emasnya terus berputar, memindai sekeliling. Ia bisa merasakan tatapan mata yang tertuju padanya. Itu bukan tatapan kagum, melainkan tatapan yang dipenuhi kebencian, kecemburuan, dan kejijikan. Efek samping dari Charisma -37 benar-benar bekerja secara agresif; keberadaannya seolah-olah menjadi polusi visual yang memancing insting primitif manusia untuk menindas yang terlihat berbeda.
Ting!
Sebuah jendela notifikasi Mailbox muncul di depan wajahnya.
[Selamat! Anda telah memecahkan Rekor Tercepat di Tutorial Lantai 1: Variasi Maze.]
[Hadiah Rekor Dikirimkan:]
1. Skill Book: Flash Step (Rank E)
2. 1,000 Gold
Hidder segera menekan tombol "Ambil". Sebuah buku tua dengan sampul kulit berwarna biru pudar muncul di tangannya. Tanpa ragu, ia merobek segel sihir pada buku tersebut. Buku itu hancur menjadi partikel cahaya biru yang meresap ke dalam dadanya.
[Anda telah mempelajari Skill: Flash Step (Rank E - Level 1/10)!]
[Jarak Perpindahan: 2 Meter]
[Konsumsi: 25 Stamina]
[Cooldown: 3 Detik]
"Hanya dua meter di level satu," gumam Hidder pelan. "Tapi ini cukup untuk menyeimbangkan gerakanku tanpa harus selalu membuang stamina untuk adaptasi mata."
Ia melirik ke arah ikon Shop yang masih terkunci rapat. Sistem toko baru akan terbuka saat ia mencapai Level 5 atau menyelesaikan seluruh rangkaian tutorial. Artinya, emas 1.000 yang baru saja ia dapatkan hanyalah angka mati untuk saat ini. Ia harus bertahan dengan apa yang ia miliki: Belati Besi E-Rank dan sisa 4 Potion Penyembuhan.
Mata kanannya, The Eyes of Ancient Forgotten God, mulai bekerja secara pasif. Ia memindai kerumunan pemain di depannya. Matanya menyipit saat melihat beberapa individu. Meski kelas belum bisa didapatkan sebelum Level 10, beberapa pemain beruntung sudah memegang item dengan Grade yang tidak masuk akal untuk ukuran pemula.
B-Rank... bahkan ada yang memegang senjata A-Rank? pikirnya.
Dunia ini bukan lagi sekadar game seimbang yang ia mainkan dulu. Di dunia nyata ini, mereka yang memiliki informasi atau keberuntungan ekstrem bisa mendapatkan keunggulan mutlak sejak awal. Beberapa orang di sana kemungkinan besar adalah "reroller" atau pemain veteran yang tahu persis di mana letak peti-peti legendaris di lantai satu.
Keheningan di sudut aula itu pecah saat suara langkah kaki berat mendekat. Seorang pria berbadan besar dengan otot yang menonjol dan luka parut di pipinya berdiri tepat di depan Hidder. Di atas kepalanya tertulis nama: Kang-Dae (LV. 4).
"Jadi, kau ini tikus kecil yang memecahkan rekor itu?" Kang-Dae meludah ke lantai marmer yang bersih. Suaranya kasar, penuh dengan nada merendahkan.
Hidder tidak menjawab. Ia hanya menatap Kang-Dae melalui lubang mata topeng kayunya. Wajah konyol pada topeng itu—yang terlihat seperti orang tua tertawa mengejek—sepertinya membuat Kang-Dae semakin emosional.
"Kenapa diam saja, bodoh? Apa topeng itu membuatmu bisu?" Kang-Dae tertawa, memancing tawa dari beberapa pemain lain yang mulai berkerumun. "Dengar, aku kehilangan tiga anak buahku di misi 'Monster Fight' tadi. Aku sedang dalam suasana hati yang buruk, dan melihat wajah konyolmu ini membuatku ingin muntah. Berikan hadiah rekor itu padaku sebagai 'pajak' keamanan, atau aku akan mematahkan lehermu di sini."
Hidder masih bergeming. Ia sedang mengalkulasi. Di Safe Zone, sistem mencegah pembunuhan, namun serangan fisik yang tidak mematikan seringkali masih bisa terjadi sebelum misi berikutnya dimulai.
"Tiga..." Hidder akhirnya bersuara, dingin dan datar.
"Apa?" Kang-Dae mengerutkan kening.
"Aku akan membiarkanmu memukulku tiga kali. Anggap saja itu sedekah karena kau baru saja kehilangan temanmu," ucap Hidder.
Provokasi itu adalah pemicu yang sempurna. Kang-Dae meraung, mengepalkan tinjunya yang sebesar batu kali. "Kau mencari mati, tikus!"
Kang-Dae menerjang maju. Pukulan pertamanya melesat cepat ke arah wajah Hidder.
[Mengaktifkan Adaptif Pengurangan Serangan: Jenis Fisik...]
[Konsumsi: 40 Stamina]
Stamina: 2,660 / 2,700
BUAK!
Tinju Kang-Dae menghantam tepat di wajah Hidder. Kepala Hidder terhentak ke belakang, namun ia tidak tersungkur. Ia merasakan dampak serangan itu, namun rasa sakitnya seolah-olah diredam oleh lapisan energi yang tak kasat mata.
Kang-Dae tidak berhenti. Ia melayangkan pukulan kedua ke ulu hati Hidder.
[Aktivasi Adaptasi Mata...]
[Konsumsi: 40 Stamina]
Stamina: 2,620 / 2,700
BUGH!
Tubuh Hidder sedikit tertekuk, namun ia kembali berdiri tegak dengan tenang. Matanya tetap fokus pada Kang-Dae.
"Dua," kata Hidder tenang.
Pemain lain yang menonton mulai berbisik. Mereka heran bagaimana seseorang yang terlihat compang-camping bisa menahan pukulan seorang pemain Level 4 tanpa terjatuh. Kang-Dae semakin kalap. Ia mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk pukulan ketiga, sebuah upper-cut yang bertujuan menghancurkan rahang Hidder.
[Aktivasi Adaptasi Mata...]
[Konsumsi: 40 Stamina]
Stamina: 2,580 / 2,700
DUAK!
Hantaman keras itu mengenai topeng kayu Hidder. Suara benturan kayu dan daging terdengar nyaring. Namun, Hidder tetap berdiri di tempatnya. Berkat 3 Serangan Pertama, pasif mata Ancient miliknya kini telah aktif sepenuhnya, mengurangi damage yang masuk sebesar 15%. Total 120 Stamina telah ia konsumsi untuk memastikan ia tetap berdiri tegak demi mengumpulkan data analisis.
"Tiga. Sudah selesai?" tanya Hidder.
Mata kanannya kini berputar cepat. Informasi tentang Kang-Dae mengalir deras ke otaknya. Ia melihat titik-titik cahaya merah di sekujur tubuh Kang-Dae—jalur saraf, aliran mana yang tidak stabil, dan titik lemah di sisi leher.
[Analisis Selesai: Kelemahan Target Terdeteksi pada Titik Saraf Cervical.]
Kang-Dae gemetar. Ia baru saja akan melayangkan pukulan keempat, namun kali ini Hidder tidak diam saja.
"Satu kali dariku," ucap Hidder pelan.
Dalam gerakan yang hampir tidak tertangkap oleh mata orang biasa, Hidder melangkah maju. Ia tidak menggunakan kekuatan penuh, ia hanya mengarahkan jari tengah dan telunjuknya ke arah leher Kang-Dae dengan presisi Dexterity 13 dan bantuan visi matanya.
TAK!
Sentuhan itu terlihat ringan, namun bagi Kang-Dae, itu terasa seperti tersengat listrik bertegangan tinggi tepat di pusat sarafnya. Seluruh otot Kang-Dae mendadak lemas. Matanya berputar ke atas, dan tubuh besarnya jatuh berlutut sebelum akhirnya tersungkur mencium lantai marmer dengan suara gedubrak yang keras.
Hening. Seluruh aula mendadak sunyi.
Pemain yang tadi tertawa kini membeku. Mereka melihat Kang-Dae, seorang pemain Level 4 yang cukup ditakuti, dikalahkan hanya dengan satu sentuhan oleh "si topeng konyol" yang tadi mereka ejek. Hidder menarik napas tenang, menyesuaikan detak jantungnya. Penggunaan mata ini memang menguras stamina, namun efektivitasnya tidak bisa dibantah.
Namun, sebelum keributan itu berlanjut, sebuah lonceng besar terdengar bergema di seluruh langit-langit aula. Suara sistem yang dingin dan tanpa emosi memenuhi ruangan.
[Tutorial Lantai 1 Telah Berakhir.]
[Mempersiapkan Tutorial Lantai 2: Survival of the Fittest.]
[Lokasi: Lonely Forest (Hutan Kesunyian)]
[Tipe Misi: Hit And Run - Mouse and Cat]
Dunia di sekitar mereka mulai memudar, digantikan oleh pemandangan hutan gelap dengan pohon-pohon raksasa yang daunnya menutupi cahaya matahari. Udara berubah menjadi lembap dan berbau tanah basah.
[Deskripsi Misi:]
Pemain dengan Top 3 Rekor Lantai 1 akan menjadi 'Tikus'.
Pemain dengan Top 4 ke bawah akan menjadi 'Kucing'.
Hidder merasakan sensasi panas di punggung tangannya. Sebuah simbol tikus berwarna emas muncul di kulitnya. Ia melihat ke arah kerumunan; hanya ada dua orang lain yang juga memiliki simbol yang sama. Artinya, mereka adalah target buruan dari ratusan pemain lain di hutan ini.
[Aturan Main:]
* Tikus: Bertahanlah memegang tag 'Tikus' Anda. Semakin lama bertahan, semakin besar bonus point. (500 Point per 1 jam).
* Kucing: Rebut tag Tikus dengan cara apa pun. (150 Point per 1 jam bagi pemegang tag).
* Kondisi Kemenangan: Kumpulkan 20,000 Point untuk segera dipindahkan ke Lantai 3.
* Kondisi Kegagalan: Gagal mencapai point dalam 7 hari = KEMATIAN PERMANEN.
Hidder membaca syarat itu dengan teliti. Ini adalah permainan yang dirancang untuk membangkitkan sisi paling tamak dari manusia. Saling membunuh, saling mengkhianati, dan saling merebut.
[Catatan Tambahan:]
Membunuh pemain akan menyerap seluruh point milik korban.
Jika point korban 0, pembunuh mendapat +200 Point, korban mendapat -200 Point.
Sistem Respawn diaktifkan di dalam hutan, namun dengan penalti point yang besar.
"Tujuh hari..." gumam Hidder. Mata emasnya menatap ke arah timer yang mulai berhitung mundur di langit hutan yang gelap.
[06 Hari : 23 Jam : 59 Menit : 58 Detik]
Hidder tidak bisa membuang waktu. Ia tahu bahwa saat ini, keberadaannya bukan lagi sekadar ejekan. Ia adalah "kantong poin" berjalan bagi setiap orang di hutan ini. Statusnya sebagai Top 1 rekor Maze menjadikannya target paling diinginkan.
Ia segera memutar tubuhnya, berniat menghilang ke dalam rimbunnya semak-semak. Namun, ia berhenti mendadak. Berkat Perception 15 dan mata Ancient-nya, ia merasakan kehadiran beberapa orang di depannya.
Dari balik pohon-pohon besar, muncul lima orang pemain. Mereka sudah memegang senjata masing-masing; pedang kayu, busur, dan tombak sederhana. Mata mereka berkilat penuh keserakahan saat melihat simbol Tikus di tangan Hidder.
"Ketemu," ucap salah satu dari mereka sambil menyeringai. "Tikus paling mahal di hutan ini."
Hidder menggenggam erat Belati Besi E-Rank di pinggangnya. Ia melirik bilah statusnya.
Stamina: 2,580 / 2,700
"Permainan Tikus dan Kucing, ya?" Hidder menarik napas dalam, membiarkan energi dari matanya menyelimuti pandangannya. "Kalian salah memilih siapa yang kalian anggap sebagai tikus."
Dalam sekejap, Hidder menggunakan Flash Step pertamanya.
Syuuut!
Tubuhnya berpindah dua meter ke samping, menghindari anak panah yang melesat ke arahnya. Ia menghilang ke dalam kegelapan hutan, meninggalkan kelima pemburu itu dalam kebingungan. Perang saraf di Hutan Kesunyian baru saja dimulai, dan Hidder bertekad untuk menjadi tikus yang paling mematikan yang pernah mereka temui.
