Debu-debu yang beterbangan di aula altar mulai mengendap, menyingkap sesosok pemuda yang berdiri dengan mata kanan yang berpendar keemasan. Hidder menarik napas dalam, merasakan energi dingin yang mengalir dari The Eyes of Ancient Forgotten God merambat ke seluruh saraf optiknya. Di depannya, pintu batu altar yang tadi melindunginya kini terbuka lebar secara otomatis, seolah menyambut kedatangannya kembali ke medan pembantaian.
Golem Batu Kuno itu masih di sana. Ia meraung, sebuah suara parau yang terdengar seperti longsoran batu di pegunungan sunyi. Monster Level 5 itu tampak murka karena mangsanya yang hampir mati justru menghilang dan muncul kembali dengan aura yang berbeda. Golem itu mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, bersiap untuk menghancurkan apa pun yang berani keluar dari gerbang suci tersebut.
Hidder tidak gentar. Mata kanannya yang memiliki tiga lingkaran konsentris mulai berputar perlahan. Dunia dalam pandangannya berubah. Ia tidak lagi melihat Golem sebagai tumpukan batu, melainkan sebagai susunan data dan aliran energi sihir yang tidak stabil.
[Menganalisis Target: Golem Batu Kuno...]
[Tipe Serangan Terdeteksi: Fisik]
[Mengaktifkan Adaptasi Mata: Jenis Fisik...]
> [Konsumsi: 40 Stamina]
> Stamina saat ini: 1,160 / 1,200
>
Seketika, sebuah sensasi tajam menusuk otaknya. Bukan rasa sakit, melainkan ledakan informasi. Hidder melihat jalur serangan Golem bahkan sebelum monster itu mengayunkan tangannya. Ia melihat retakan mikro pada lutut kiri Golem yang menjadi poros tumpuan berat badannya.
Golem itu menghantamkan kepalan tangannya ke bawah dengan kecepatan penuh. Ground Slam.
Jika sebelumnya Hidder harus berguling secara liar untuk menghindar, kali ini ia hanya menggeser kaki kirinya sejauh sepuluh sentimeter ke samping. Gerakan itu begitu minimalis, begitu efisien, sehingga kepalan tangan Golem lewat hanya seujung rambut dari pakaiannya. Getaran hebat menghantam lantai, namun berkat efek pasif dari mata Ancient-nya, imbasan kerusakan yang ia terima berkurang drastis.
[Pasif: 3 Serangan Pertama - Reduksi Damage 15% Aktif]
"Terlalu lambat," bisik Hidder. Suaranya terdengar dingin, jauh dari rasa panik yang ia rasakan beberapa menit lalu.
Ia menerjang maju. Belati karatan di tangannya kini tampak memiliki garis emas yang menunjukkan titik paling rapuh pada tubuh Golem. Sesuai instruksi matanya, Hidder harus tetap terpaku pada satu jenis serangan; ia tidak menggunakan sihir atau trik lain, hanya serangan fisik murni yang sangat presisi.
[Analisis Selesai: Titik Lemah Terdeteksi pada Inti Punggung Bawah.]
Hidder melompat, menggunakan lutut Golem yang kaku sebagai pijakan. Dengan Agility 11, gerakannya kini lebih sinkron dengan visi matanya. Golem itu mencoba menangkapnya di udara, namun Hidder sudah memprediksi sudut tangkapannya. Ia melenting, berputar di udara, dan mendarat tepat di belakang punggung monster tersebut.
[Konsumsi: 40 Stamina]
Stamina saat ini: 1,120 / 1,200
Setiap kali ia menggunakan kemampuan analisis mata untuk memprediksi gerakan baru, angka staminanya berkurang secara konsisten. Namun, efisiensi yang ia dapatkan jauh lebih berharga. Hidder menghujamkan belati karatannya tepat ke retakan mikro di punggung bawah Golem. Ia tidak hanya menusuk sekali; ia melakukan tusukan beruntun pada titik yang sama dengan presisi absolut yang diberikan oleh Dexterity 13.
KRAK!
Suara retakan batu yang hancur menggema. Cahaya merah yang menggerakkan Golem itu meredup, lalu meledak dari dalam. Monster raksasa itu terhuyung, kehilangan keseimbangan, sebelum akhirnya hancur menjadi tumpukan kerikil dan debu granit yang tak bernyawa.
[Pemain 'The Hidder' telah mengalahkan Golem Batu Kuno (LV. 5)!]
[Mendapatkan 1,500 EXP!]
Sebuah pilar cahaya putih menyelimuti tubuh Hidder. Rasa lelah yang sempat menumpuk di otot-ototnya memudar saat kehangatan energi kenaikan level meresap ke dalam sumsum tulangnya.
[LEVEL UP!]
[Anda mencapai Level 2!]
[Mendapatkan 10 Unlocated Stat Point!]
Hidder terengah-engah sejenak, menatap tumpukan batu di depannya. Ia menyadari satu hal penting: sistem kenaikan EXP di Tower of Greed ini bersifat progresif dan menuntut. Level 1 membutuhkan 1.500 EXP, dan untuk Level 2 ia akan membutuhkan 3.000 EXP, lalu 4.500 EXP untuk tingkat selanjutnya. Ini adalah perlombaan tanpa akhir melawan waktu dan kekuatan.
Tanpa membuang waktu, ia segera membuka panel statusnya. Ia tahu bahwa tubuh Level 1 miliknya terlalu rapuh untuk menopang penggunaan mata Ancient dalam jangka panjang. Ia membutuhkan kapasitas stamina yang lebih besar dan ketahanan fisik yang mumpuni.
"Masukkan 5 poin ke Strength dan 5 poin ke Constitution," perintahnya pada sistem.
Dalam sekejap, struktur otot Hidder terasa memadat. Tulang-tulangnya menguat, dan kapasitas paru-parunya meningkat drastis. Penambahan Constitution tidak hanya memberikan HP tambahan, tetapi secara masif meningkatkan total kapasitas staminanya—sebuah modal vital agar ia bisa menggunakan Adaptasi Mata berkali-kali tanpa takut pingsan di tengah pertempuran.
[Update Statistics: The Hidder]
Level 2 {0/3,000EXP}
Health Point(HP) : 3,600
Stamina(Sta) : 2,700
Strength : 10 | Constitution : 9
Hidder mengepalkan tangannya. Ia merasakan kekuatan baru yang mengalir deras. Dengan total stamina 2.700, ia kini memiliki ruang napas yang jauh lebih luas. Namun, ia tidak boleh bersantai. Waktu tutorial Lantai 1 variasi Maze terus berjalan.
Ia segera meninggalkan aula altar dan mulai berlari menelusuri labirin yang tersisa. Kali ini, ia tidak lagi meraba-raba dalam gelap. The Eyes of Ancient Forgotten God memberikan visi analisis struktur yang luar biasa. Ia melihat menembus dinding, mendeteksi jalur mana yang akan menutup dalam 60 detik, dan jalur mana yang merupakan jalan pintas rahasia.
Dalam perjalanannya menuju titik keluar, mata kanannya terus memberikan notifikasi kelemahan pada dinding-dinding tertentu.
"Di sana," gumam Hidder. Ia menghantamkan kakinya ke sebuah dinding yang tampak kokoh namun memiliki struktur internal yang rapuh menurut analisis matanya.
DUM!
Dinding itu runtuh, menyingkap sebuah ruang rahasia kecil. Di dalamnya terdapat sebuah peti perak yang berdebu. Hidder segera mengambil isinya. Tidak hanya di situ, ia terus melakukan speedrun, mengambil item-item yang sengaja ditinggalkan atau dibuang oleh pemain lain yang panik dan menganggap benda-benda itu sampah. Mereka terlalu fokus untuk kabur sehingga mengabaikan potensi dari item-item "buruk".
Sebelum mencapai pintu keluar, Hidder memeriksa inventory-nya. Ia telah membuang belati karatan dan peralatan pemulanya yang sudah hancur. Sebagai gantinya, ia kini memiliki:
* 4x Potion Penyembuhan F Rank (Sangat berguna untuk pemulihan darurat).
* Belati Besi E Rank (Jauh lebih tajam dan kokoh daripada belati karatan sebelumnya).
* Topeng Kayu F Rank (Sebuah item yang ia temukan di pojok lorong yang gelap).
Hidder berhenti sejenak, menatap Topeng Kayu tersebut. Dari segi estetika, benda itu tampak konyol—seperti ukiran wajah pria tua yang tertawa dengan bentuk yang tidak simetris. Namun, bagi seseorang seperti Hidder yang ingin menyembunyikan identitas aslinya dari mata dunia, item ini adalah anugerah sekaligus kutukan.
[Item: Topeng Kayu (Rare Item - F Rank)]
[Detail: Menyembunyikan identitas pengguna. Orang lain akan melihat wajah pengguna sebagai sosok yang sangat konyol dan jelek.]
[Attribute: Menyembunyikan identitas dari orang lain.]
[Konsekuensi: Mengurangi Charisma sebanyak 50.]
Hidder melirik statistiknya. Charisma: 13. Dengan pengurangan 50 poin, maka secara teknis nilai Charisma-nya akan berada di angka negatif yang ekstrem. Efek sampingnya sudah jelas: siapa pun yang melihatnya akan merasa jijik, tertawa, atau memandangnya dengan sangat rendah. Selain itu, topeng ini tidak bisa dicabut kecuali kekuatannya melampaui batasan tertentu atau topeng itu hancur tanpa sengaja.
"Cocok untukku," ucap Hidder dengan seringai pahit. Ia mengenakan topeng itu ke wajahnya.
Seketika, ia merasakan sensasi kayu dingin yang menempel permanen di kulitnya. Pandangannya tidak terganggu, namun ia tahu bahwa mulai saat ini, Dera si Top 10 telah sepenuhnya menghilang di balik topeng konyol yang menjijikkan ini. Penurunan Charisma yang drastis membuatnya merasa seolah-olah aura kehadirannya menjadi sangat tipis dan tidak menyenangkan bagi orang di sekitarnya.
Langkah terakhirnya membawanya ke sebuah gerbang cahaya putih yang mempesona di ujung labirin. Itu adalah pintu keluar menuju Safe Zone—ruang tunggu sebelum tutorial Lantai 2 dimulai.
Hidder melangkah masuk ke dalam cahaya tersebut. Sesaat kemudian, pemandangan labirin yang menyesakkan berganti menjadi sebuah aula luas yang bersih dan terang benderang. Di sana, sudah ada sekitar tiga puluh hingga empat puluh pemain yang berkumpul. Mereka tampak berantakan; ada yang menangis, ada yang sedang mengobati luka parah di kaki mereka, dan ada yang saling menyalahkan atas kematian rekan setim mereka.
Kehadiran Hidder dengan topeng kayu konyolnya segera memicu reaksi. Beberapa pemain menoleh, lalu segera membuang muka dengan ekspresi jijik atau tawa tertahan.
"Lihat orang itu... apa-apaan topengnya?"
"Jelek sekali. Mungkin dia gila karena terjebak di Maze."
Hidder mengabaikan ejekan mereka. Matanya tertuju pada sebuah layar hologram raksasa di tengah ruangan yang menampilkan papan peringkat penyelesaian tutorial.
[Papan Peringkat Tutorial Lantai 1 - Variasi Maze]
1. The Hidder - 00:24:12 (Rekor Baru)
2. Anonymous - 00:58:45
3. Park Jun-Ho - 01:12:10
Bisik-bisik di ruangan itu tiba-tiba berubah menjadi keheningan yang mencekam saat mereka membaca nama di urutan pertama. Mereka melihat ke arah Hidder—seorang pemain yang tampak compang-camping, mengenakan topeng konyol, dan memegang belati besi sederhana—yang baru saja memecahkan rekor waktu dengan selisih yang sangat jauh.
Di sudut ruangan, seorang pria dengan seragam militer yang rapi dan pedang panjang yang memancarkan aura C Rank berdiri perlahan. Matanya yang tajam menatap Hidder, mencoba menembus rahasia di balik topeng jelek itu. Di Menara ini, kekuatan tidak selalu datang dalam bentuk yang megah; terkadang ia datang dalam bentuk yang paling merendahkan.
Hidder berdiri diam, mata emasnya di balik topeng mulai membedah statistik setiap pemain di ruangan tersebut. Ia menyadari bahwa pertempuran sebenarnya baru saja dimulai. Tutorial Lantai 1 hanyalah saringan bagi yang lemah, dan di depan sana, Lantai 2 telah menunggu dengan kekejaman yang lebih nyata.
"Keserakahan dimulai di sini," gumam Hidder di balik topengnya, saat ia merasakan ribuan pasang mata mulai mengincarnya sebagai target baru.
