Ficool

Chapter 27 - Bab 27 mereka mulai bangkit dari tidur

di sebuah lembah antah berantah,Fey memasuki sebuah reruntuhan kuno sesuai dengan petunjuk di tangannya.

Namun Saat ia memasuki reruntuhan lebih dalam tiba tiba terjadi sebuah gempa,Fey menyadari ada sesuatu yang bergerak di bawah tanah, ia langsung melonpat ke udara.

Pada saat yang bersamaan tanah yang ia pijak tiba tiba saja meledak,

BOOM!!

Monster berbentuk ular dengan sungut muncul dari tanah.

"Tampaknya aku telah membangkitkan tuan rumah" ucap Fey

RAAWR!!

monster itu meraung keras menyebabkan puing puing berjatuhan, teriakan itu tampaknya telah mengundang monster lain, tiba tiba saja sebuah golem muncul dari langit menghantam Fey dengan keras, Untungnya dia berhasil menghindar.

"Dua monster tingkat tinggi sekarang ada di hadapan ku, tampaknya aku harus lebih serius" ucap Fey sampil mengeluarkan pedang

Monstet yang berbentuk seperti ular mencondongkan diri lalu meraung keras di hadapan Fey,

RAAWR!!

"Hei kau baru bangun langsung memberikan nafas baumu pada tamu" ucap Fey dengan menghantam rahang monster itu dengan keras

Monstet itu terpental ke langit langit, golem langsung merasakan ancaman pada Fey. lalu menghantamnya dengan keras.

Fey menghindar dengan melompat ke udara dan langsung membalas serangan dengan menebas lengan golem.

"Sial dia berbeda dengan golem waktu itu, golem ini sangat keras"

Monster yang seperti ular menyerang Fes dengan menyemburkan api, Fey langsung mengaktifkan barier.

"Ckh, aku harus cepat menemukan kelemahan golem ini, lalu menghandapi ular ini"

Fey mencoba mengalisa tubuh golem, sambil menghindari serangan kedua monster itu, matanya melihat segala sisi golem.

Tiba tiba saja monster ular mengibaskan ekotnya kepada Fey, serangan itu membuat Fey terpental dan menghatam dinding dengan keras.

BOOM!!!

Dinding itu hancur karena tubuh Fey dan membuatnya tertimpa puing.

"Ckh,sial..." ucap Fey

Pandandangan Fey tiba tiba tertuju pada dada golem yang bersinar.

Fey mengambil pedangnya yang terjatuh "Tak ada salahnya untuk mencoba"

Fey mengeluarkan energi pada tubuhnya membuat dia seperti meneluarkan aura emas

Monter ular langsung menerjang fey

Fey melombat ke udara dan lansung mengarah ke monter ular, saat jarak mereka beberapa meter saja, fey tiba tiba bergerak dan menyerang dengan sangat cepat, membuat monter ular menjadi potongan daging

Golem yang melihat itu langsung menyerang fey, namun fey dengan cepat menghindarinya

Fey mengeluarkan energi yang cukup besar dan melepaskannya menjadi sinar laser yang mengarah langsung ke dada golem.

Golem bertahan dengan lengannya, namun hanya sebentar lengannya langsung hancur laser itu menembus dada golem, tak lama kemudian golem itu menjadi debu.

Fey yang kelelahan dan kehabisan energi terjatuh di tanah

Beberapa saat kemudia raida datang

"Hei... Bagaimana kabarmu?, apa kau baik baik saja?"

"Brengsek!, menurutmu bagaimana. buta kah" balas fey

Raida tertawa "hahaha... aku hanya bercanda maafkan aku begitu saja marah"

"Tak usah banyak bicara, cepat bantu aku... aku tak bisa bergerak" ucap fey

Raida mencolek colek tubuh fey dengan sebuah tongkat

"ngomong ngomong apa yang terjadi sampai kau seberti ini?" tanya raida

Fey semakin kesal karena raida tidak segera membantunya

"Cepat bantu aku nanti saja ku jelaskan sialan"

"Ok ok kau sungguh tak sabaran" ucap raida

Beberapa saat kemudian raida membawa fey ke markas

"Jadi apa yang terjadi di sana?" ucap raida yang sedang bersandar di dinding dengan menyilangkan tangan

Fey yang sedang terbaring di kasur menatap lengannya sendiri, "ku rasa kita sudah melakukan sebuah kesalahan"

"Apa maksudmu?" balas raida

"Fregmen yang kita ambil terakhir kali, kurasa benda itu menjadi sebuah titik penyegelan" ucap fey

"Jadi maksudmu, kita telah membangkitkan sesuatu yang seharunya tidak bangkit"

"Benar, sekarang ini beberapa monster mulai bangkit dari tidur mereka"

"Dan monter yang membuatku seperti ini adalah monter tikat raja monster" ucap fey

Raida memukul dinding dengan keras dan menyebabkan seluruh markas berketar.

"Sial bagaimana kita bisa sebodoh itu, demi menemukan kristal kehidupan kita malah membuka segel para monster"ucap raida dengan nada kesal

"Situasi sekarang membuat warga bumi menjadi tak aman, munkin beberapa monster ada yang akan menyerang wilayah pemukiman" ucap fey

Raida mencoba menenangkan diri dan duduk di kursi sambil menghela nafas

"Aku jadi khawatir pada mereka sekarang, apa mereka akan bertahan dalam situasi ini, kau seharusnya taukan aku akan segera meninggalkan bumi, apa mereka bisa bertahan dari monster monster itu" ucap raida

Fey tersenyum "tenang saja kau lupa siapa aku ini, mereka akan aman bersama ku, dan juga aku akan membuat mereka lebih kuat"

Raida menatap fey dengan tatapan kurang meyakinkan

"Sialan kenapa kau menatapku seperti itu?" teriak fey

"Melihat kondimu sekarang membuatku tam yakin" ucap raida

"Mereka main kroyokan, kau juga akan seperti ini jika kau jadi dalam situasiku"

Raida menahan tawa "pft... Kau tau dulu dengan kekuatan penuhku aku berhasil lolos dari kepungan monster dengan sangat mudah"

"Kau pikir aku akan percaya omongan mu, tapi raida percayalah padaku mereka akan aman berasamaku"

"Hidup mereka ada di tangan mu, jangan main main" ucap raida

"Tenang saja, percayalah padaku" balas fey

Raida ternsenyum "aku jadi sedikit lebih tenang saat aku pergi nanti"

Ada sedikit keributan di luar ruangan

"Sepertinya mereka kembali" ucap raida

"Mereka barusaja kembali tapi langsung membuat keributan" ucap fey

"Kau akan terbiasa, aku akan mengecek mereka dulu" ucap raida lalu keluar ruangan

Di ruang kumpul mereka sedang ribut sendiri dengan barang barang yang mereka bawa

"Lihat lah apa yang aku beli" zeks memamerkan sebuah pistol air besar

"Aku tak terima kekalahan ku waktu itu"

"Aku sudah menduga kau pasti akan menantang ku lagi, lihat lah aku juga sudah bersiap" ucap rey sambil mengeluarkan pistol air yang sama

"Kalian berdua bisa tidak untuk tenang sehari saja" ucap sarah

"Cih... Merusak kesenangan" ucap zeks

Sarah mengeluarkan sebuah bakaian "Hei amel... Lihat cocok tidak dengan ku?"

Amel menganguk "kau terlihag cantik"

"Tadi kau membeli beberapa pakaian juga bukan, kau ingin membuat pesonamu terpancar untuk raida bukan" ucap sarah

Wajah amel memerah "apa yang kau bicarakan"

"Hahaha... Aku bercanda"

Sarah mengeluarkan pakaian lain

"Zeks, lihat aku cocok tidak aku memakai ini"

"Hmm, kau cocok dengan itu" ucap zeks yang sibuk dengan barang barangya sendiri tampa melirik sarah

Karena itu sarah menjadi kesal, dan mengunci kepala zeks di sikunya, "setidaknya lihatlah aku sialan"

"Sarah?... Maaf tolong lepaskan aku, aku tak bisa bernapas" ucap zeks yang berusaha melepaskan diri

Raida menghampiri mereka "apa yang kalian ributkan ramai sekali?"

"Apa kau lupa, wisata kelas kurang beberapa hari lagi" ucap rey

"Bukankah kita akan ke kota, kenapa kalian beli pistol air?" tanya raida

"Aaa... Maaf, maaf kan aku raida aku lupa memberitaumu, informasi wisatanya telah berubah beberapa waktu lalu, kita bukan hanya ke satu tempat tapi akan ke beberapa tempat juga"

"Pantas kalian beli banyak barang" Ucap raida

Raida menghela nafas pelan, lalu duduk di salah satu kursi sambil memperhatikan mereka

"Jadi... Selain ke tempat tujuan sebelumnya kita ada rencana ke tempat lain?" tanya raida santai

Rey lansung tersenyum lebar "tentu saja!, kita akan ke taman hiburan, pantai, dan juga katanya ke tempat bersejarah"

"Tempat bersejarah?" Raida sedikit tertarik

"Sepertinya sedikit menyenangkan"

Zeks menyela sambil mengangkat pistol airnya tinggi-tinggi "yang paling penting tetap ini, balas dendam yang harus lunas"

Sarah langsung menyikut kepalanya lagi "kau ini ya... Otak mu cuma sampai situ saja"

"Aduh... Pelan sedikit bisa tidak sih?" gerutu zeks sambil mengusap kepalanya

Amel yang sejak tadi diam,perlahan mendekat ke raida

"Kau sendiri... Sudah menyiapkan sesuatu belum?" tanyanya pelan

Raida menggeleng "belum, aku bahkan baru tau rencananya berubah

Amel tersenyum kecil, "kalau begitu... Besok kita beli bersama saja"

Rey langsung menyela dengan nada jahil "wah... Belanja berdua nih ceritanya"

Wajah amel langsung memerah "d... diam kau!"

Zeks tertawa "sudah jelas itu kencan"

Raida menghela nafas "kalian ini... Ribut sekali"

Sarah kemudian duduk di sofa, menatap semuanya dengan ekspresi setengah kesal setengah lelah "jujur saja, aku lebih khawatir kalian bakal bikin masalah di tempat wisata nanti"

"Tenang saja!" jawab cepat rey "kita kan cuma mau bersenang senang"

"Ya, bersenang senang sampai tempatnya hancur berantakan" balas sarah datar

Semuanya langsung terdiam beberapa detik... Lalu tertawa

Suasana menjadi hangat, jauh dari ketenangan sebelumnya

Raida memperhatikan mereka satu persatu, zeks dan rey yang masih sibuk dengan mainannya, sarah yang sibuk dengan pakaian yang bari ia beli, dan amel yang sesekalai meliriknya lalu cepat-cepat memalingkan pandangan

"Hmm..." guman raida

"Apa?" tanya amel

Raida tersenyum tipis "tidak ada, hanya terasa damai saja"

Rey langsung mengangkat tangan "Kalau begitu, kita harus buat momen ini lebih seru!"

"Jangan bilang..." potong Sarah.

"Perang air sekarang juga!"

"REY JANGAN..."

SPLASH!!

Air langsung menyembur dari pistol Zeks ke arah Rey.

"KAU MULAI DULUAN?!"

Dalam hitungan detik, ruangan berubah jadi medan perang kecil.

Raida hanya menggeleng sambil berdiri menjauh. "Aku tidak ikut."

Namun tiba-tiba...

SPLASH!!

Air mengenai wajahnya.

Semua langsung diam.

Zeks menunjuk Rey. "Dia pelakunya!"

"BOHONG! Itu kau sialan!"balas Rey.

Raida mengusap wajahnya perlahan… lalu tersenyum tipis.

"...Kalian cari mati ya."

Beberapa detik kemudian

"LARI!!!" teriak rey

Tawa dan teriakan memenuhi ruangan, menciptakan momen sederhana yang terasa begitu hidup… seolah dunia di luar sana tidak pernah berada dalam bahaya

More Chapters