Ficool

Chapter 2 - Bab 2: Menerima Barang di Ruang, Ambil, Ambil, Ambil

Malam di ibu kota terasa dingin.

  Angin berhembus melewati atap-atap rumah bangsawan, membawa aroma kemeriahan pesta yang masih tersisa dari Istana Pangeran Zhennan.

  Namun di dalam kegelapan itu, Shen Lanxi bergerak tanpa suara.

  Langkahnya ringan, seolah bayangan itu sendiri tidak mampu menangkap keberadaannya.

  ---

  Dalam kehidupannya yang dulu, ia tidak pernah tahu bahwa keluarga Shen menyimpan banyak rahasia.

  Tapi sekarang, ia tahu segalanya.

  Termasuk tempat penyimpanan harta terbesar keluarga Shen.

  ---

  "Nu Bai."

  Sebuah suara kecil terdengar di dalam pikirannya.

  "Di sini, Tuan."

  Makhluk roh dalam ruangnya merespons dengan ceria.

  Shen Lanxi menyipitkan mata.

  "Lokasi gudang utama."

  "Ke arah barat, di balik aula Buddha. Ada mekanisme tersembunyi."

  ---

  Shen Lanxi melaju.

  Beberapa penjaga lewat di kejauhan, tapi tidak ada satu pun yang menyadari sosoknya.

  Gerakannya terlalu cepat, terlalu bersih.

  ---

  Tak lama kemudian, ia tiba di sebuah bangunan tua yang terlihat biasa.

  Kuil kecil keluarga Shen.

  Di dalamnya terdapat patung Buddha yang tampak tenang dan tua.

  Namun Shen Lanxi tahu—di balik ketenangan itu, tersembunyi sesuatu yang jauh lebih berharga.

  ---

  Ia melangkah mendekat.

  Tangannya menyentuh dasar patung.

  Kemudian perlahan memutar.

  Klik.

  Suara mekanisme terdengar pelan.

  Lantai di bawah patung terbuka sedikit.

  ---

  "Benar."

  Shen Lanxi melangkah masuk tanpa ragu.

  Tangga batu mengarah ke bawah tanah yang gelap.

  Namun saat ia masuk lebih dalam…

  Cahaya samar muncul.

  ---

  Gudang harta keluarga Shen terbentang luas di hadapannya.

  Kotak-kotak emas, perhiasan, gulungan lukisan, batu giok, dan hadiah dari istana tersusun rapi.

  Jika keluarga ini jatuh nanti, semua ini akan disita.

  Atau dicuri oleh orang lain.

  ---

  Tapi itu tidak akan terjadi lagi.

  ---

  "Nu Bai."

  "Siap, Tuan!"

  ---

  Shen Lanxi mengangkat tangannya.

  Ruang di sekelilingnya bergetar kecil.

  Sebuah dimensi lain terbuka di dalam kesadarannya.

  Ruang pribadi.

  ---

  "Masukkan semuanya."

  ---

  Dalam sekejap, barang-barang di gudang mulai menghilang satu per satu.

  Kotak emas.

  Permata.

  Lukisan.

  Bahkan meja penyimpanan.

  ---

  Semua tersedot ke dalam ruang tanpa suara.

  Tidak ada jejak.

  Tidak ada bukti.

  ---

  Shen Lanxi berdiri tenang.

  Matanya dingin.

  "Kalau kalian mau menghancurkan keluarga Shen…"

  "Mulai sekarang, kalian harus siap tidak menemukan apa pun."

  ---

  Setelah gudang utama kosong, ia keluar tanpa emosi.

  Namun langkahnya tidak berhenti.

  ---

  "Nu Bai."

  "Masih ada beberapa tempat penting di rumah ini."

  "Ambil semuanya."

  ---

  Malam itu, rumah keluarga Shen menjadi seperti ladang yang disapu angin.

  Kamar orang tua.

  Gudang kecil.

  Bahkan dapur besar yang penuh persiapan pesta.

  Semua lenyap.

  ---

  Ayam.

  Beras.

  Minyak.

  Bumbu.

  Perabotan.

  Semua masuk ke ruang Shen Lanxi.

  ---

  Butuh waktu hampir dua jam.

  Dan ketika semuanya selesai…

  Rumah keluarga Shen berubah menjadi sunyi yang aneh.

  Seolah baru saja dilalui pencuri legendaris.

  ---

  Shen Lanxi berdiri di atap rumah, menatap langit malam.

  "Ini baru awal."

  ---

  Di kejauhan, suara langkah pasukan mulai terdengar.

  Cepat.

  Terarah.

  Menuju rumah keluarga Shen.

  ---

  Shen Lanxi menyipitkan mata.

  "Mereka datang lebih cepat dari yang kukira."

  ---

  Ia melompat turun tanpa ragu.

  Bukan untuk kabur.

  Tapi untuk menghilang lebih dulu sebelum permainan dimulai.

  ---

  Malam ini…

  Bukan hanya harta yang dicuri.

  Tapi juga takdir yang mulai berubah.

More Chapters