Ficool

Chapter 8 - BAB 8 — BAYANGAN DI BALIK PENANGKAPAN

Pagi di ibu kota terasa lebih dingin dari biasanya.

  Bukan karena cuaca.

  Tapi karena kabar semalam.

  ---

  Keluarga Shen ditangkap.

  Hanya dalam satu malam.

  ---

  Dan tidak ada yang berani berbicara terlalu keras tentang itu.

  ---

  ---

  Di dalam rumah tahanan kekaisaran, pintu besi tertutup rapat.

  Puluhan anggota keluarga Shen duduk diam.

  Sebagian masih tidak percaya apa yang terjadi.

  ---

  "Ini pasti kesalahan…"

  "Bagaimana mungkin keluarga kita berkhianat?"

  ---

  Namun tidak ada jawaban.

  Hanya penjaga bersenjata di luar yang berdiri tanpa ekspresi.

  ---

  ---

  Sementara itu, di sudut lain ibu kota.

  Shen Lanxi berdiri di gang sempit.

  Wajahnya tenang, tapi matanya tajam.

  ---

  "Nu Bai."

  ---

  Suara itu terdengar di dalam pikirannya.

  ---

  "Data awal sudah keluar."

  "Perintah penangkapan dikeluarkan dengan stempel istana, tapi ada tiga lapisan tanda tangan berbeda."

  ---

  Shen Lanxi menyipitkan mata.

  "Berarti ini bukan satu orang."

  ---

  "Benar," jawab Nu Bai.

  "Minimal ada satu orang di dalam istana, dan satu dari pihak militer."

  ---

  Shen Lanxi diam sejenak.

  Tidak terkejut.

  Justru mengonfirmasi pikirannya.

  ---

  "Jadi keluarga Shen hanya pion."

  bisiknya pelan.

  ---

  ---

  Dia melangkah keluar dari gang.

  Masuk ke jalan utama ibu kota.

  Orang-orang lalu-lalang seperti biasa.

  Seolah tidak ada yang terjadi.

  ---

  Tapi Shen Lanxi tahu.

  Semua ini baru permukaan.

  ---

  ---

  Di sebuah kedai teh kecil.

  Dua pejabat rendah sedang berbisik.

  "Keluarga Shen sudah selesai."

  "Katanya langsung ditangkap tanpa sidang panjang."

  ---

  Seorang di antara mereka tertawa kecil.

  "Terlalu cepat. Berarti sudah diputuskan dari atas."

  ---

  Namun suara itu tiba-tiba berhenti.

  ---

  Karena seseorang duduk di meja sebelah mereka.

  ---

  Shen Lanxi.

  ---

  Dia tidak menatap mereka.

  Hanya menuangkan teh.

  ---

  "Apa yang kalian bicarakan tadi?"

  ---

  Suaranya tenang.

  Terlalu tenang.

  ---

  Kedua pejabat itu saling pandang.

  Salah satu mengenali wajahnya.

  ---

  "Putri… Shen?"

  ---

  Shen Lanxi akhirnya mengangkat mata.

  ---

  "Ulangi."

  ---

  Hening.

  ---

  Salah satu pejabat langsung menunduk.

  "T-tidak ada apa-apa…"

  ---

  Shen Lanxi berdiri perlahan.

  ---

  "Kalau begitu ingat satu hal."

  ---

  Matanya menatap dingin.

  ---

  "Jangan bicara tentang keluarga Shen di tempat terbuka."

  "Kalau tidak… kalian bisa ikut terseret."

  ---

  Dia berjalan keluar tanpa menunggu jawaban.

  ---

  ---

  Di luar kedai.

  Shen Lanxi berhenti sebentar.

  ---

  "Nu Bai."

  ---

  "Ya, Tuan."

  ---

  "Siapa yang paling dulu mengusulkan penangkapan keluarga Shen?"

  ---

  Nu Bai diam sebentar.

  ---

  "Nama masih disamarkan di tingkat atas istana."

  "Tapi arah jejaknya… menuju faksi Menteri Militer."

  ---

  Shen Lanxi mengangguk pelan.

  "Bagus."

  ---

  Matanya sedikit menyipit.

  ---

  "Berarti kita tidak mulai dari Zhou Ruyuan."

  ---

  "Tapi dari tangan yang mendorong pedangnya."

  ---

  ---

  Angin pagi bertiup.

  Kabut mulai menipis.

  ---

  Dan di balik ketenangan ibu kota…

  seseorang mulai menyusun balasan pertama.

More Chapters