Ficool

Chapter 6 - BAB 6 — DEKRIT PERCERAIAN & AWAL PERANG BAYANGAN

Aula kekaisaran kembali sunyi setelah keputusan itu diucapkan.

  Namun kesunyian kali ini berbeda.

  Bukan tenang.

  Tapi seperti badai yang sedang menahan diri sebelum meledak.

  ---

  "Perceraian akan diproses hari ini."

  Suara Kaisar Zhou Chengqian berat, tidak memberi ruang untuk penolakan.

  ---

  Zhou Ruyuan hanya tersenyum tipis.

  Seolah semuanya tidak penting.

  "Kalau itu kehendak Yang Mulia, aku tidak akan menolak."

  ---

  Namun matanya tidak tersenyum.

  Dingin.

  Penuh tekanan yang tersembunyi.

  ---

  Shen Lanxi berdiri di sisi aula.

  Wajahnya tenang, tapi pikirannya bergerak cepat.

  ---

  Selesai satu langkah.

  Sekarang masuk langkah kedua.

  ---

  Kaisar melangkah ke meja dekrit.

  Tinta dan kertas sudah disiapkan.

  ---

  "Mulai hari ini…"

  "Shen Lanxi tidak lagi terikat dengan Pangeran Zhennan."

  ---

  Tangan kaisar bergerak.

  Sebuah dekrit resmi ditulis.

  ---

  Saat pena berhenti, semuanya berubah.

  ---

  Status Shen Lanxi di istana Zhennan… resmi putus.

  ---

  Wang Bao menyerahkan dokumen itu.

  "Putri Lanxi."

  "Ini dekritnya."

  ---

  Shen Lanxi menerimanya dengan kedua tangan.

  Gerakannya sopan.

  Tapi dingin.

  ---

  "Terima kasih, Yang Mulia."

  ---

  Kaisar menatapnya lama.

  "Mulai sekarang, kau bukan lagi bagian dari Zhennan."

  "Jaga dirimu."

  ---

  Shen Lanxi menunduk.

  "Ya, Yang Mulia."

  ---

  Namun di dalam hatinya…

  Ia tahu ini bukan akhir.

  Ini awal dari sesuatu yang lebih besar.

  ---

  ---

  Di sisi lain istana, Zhou Ruyuan sudah berbalik pergi.

  Langkahnya tidak terburu-buru.

  Namun setiap langkahnya berat oleh amarah yang tidak terlihat.

  ---

  "Shen Lanxi…"

  Suara pelan keluar dari bibirnya.

  "Hari ini kau memilih jalanmu sendiri."

  ---

  ---

  Malam itu.

  Berita perceraian menyebar ke seluruh ibu kota dalam waktu singkat.

  ---

  Keluarga bangsawan terkejut.

  Pejabat berbisik.

  Dan pasukan di perbatasan mulai gelisah.

  ---

  Namun yang paling berbahaya bukan perceraian itu sendiri.

  ---

  Melainkan fakta bahwa…

  Keluarga Shen masih dalam penyelidikan kasus pengkhianatan.

  ---

  Dan sekarang…

  Shen Lanxi sudah tidak lagi memiliki perlindungan dari Pangeran Zhennan.

  ---

  ---

  Di sebuah ruangan gelap di ibu kota.

  Seorang pria berjubah hitam membaca laporan.

  Matanya menyipit.

  ---

  "Dia dilepas dari istana Zhennan?"

  ---

  "Ya, Tuan."

  ---

  Pria itu tersenyum tipis.

  "Bagus."

  ---

  "Kalau begitu… kita bisa mulai fase kedua."

  ---

  ---

  Sementara itu, Shen Lanxi berdiri di halaman istana, memegang dekrit di tangannya.

  Angin malam meniup rambutnya.

  ---

  "Nu Bai."

  Suara dingin terdengar di pikirannya.

  ---

  "Ada pergerakan."

  ---

  Shen Lanxi menatap langit malam.

  Matanya tidak lagi seperti pengantin.

  ---

  Tapi seperti seseorang yang sedang mengatur perang.

  ---

  "Biarkan mereka datang."

  "Mulai sekarang…"

  "Permainan sebenarnya baru dimulai."

More Chapters