Aula samping Istana Kekaisaran terasa lebih dingin dari biasanya.
Bukan karena cuaca.
Tapi karena suasana yang menekan.
---
Zhou Chengqian duduk di kursi utama dengan wajah gelap.
Di bawahnya, para pejabat berdiri dengan kepala tertunduk.
Sementara di sisi lain…
Shen Lanxi berdiri diam, seperti seseorang yang sedang menunggu vonis.
---
"Jadi benar adanya." suara kaisar dingin.
"Zhou Ruyuan tidak datang ke kamar pengantin semalam."
---
Wang Bao segera berlutut.
"Yang Mulia… kami sudah memeriksa. Itu benar."
"Pangeran Zhennan berada di kamar selir sepanjang malam."
---
Suasana langsung berubah tegang.
Para pejabat saling melirik.
Ini bukan masalah kecil.
Ini penghinaan terhadap keluarga kerajaan.
---
Kaisar menarik napas dalam.
"Dia benar-benar tidak tahu batas."
---
Shen Lanxi tiba-tiba berlutut.
Gerakannya cepat, tapi tidak panik.
Hanya terkontrol.
---
"Yang Mulia…"
"Aku tidak meminta banyak."
"Jika aku tetap berada di istana Zhennan, aku hanya akan menjadi bahan tertawaan seluruh ibu kota."
---
Matanya tampak merah.
Namun air mata itu tidak lagi rapuh.
Melainkan tajam.
---
"Pangeran tidak menghargai pernikahan ini."
"Seluruh istana tahu itu."
---
Kaisar menatapnya lama.
"Jadi kau ingin apa?"
---
Shen Lanxi menunduk lebih dalam.
"Perceraian."
---
Satu kata itu membuat ruangan sunyi total.
---
Beberapa pejabat bahkan menahan napas.
Seorang putri bangsawan meminta cerai dari pangeran kerajaan…
Ini bukan hal kecil.
Ini bisa mengguncang stabilitas politik.
---
Kaisar tidak langsung menjawab.
Matanya menyipit.
"Kalau kau bercerai…"
"Artinya kau tidak lagi berada di bawah perlindungan keluarga kerajaan."
---
"Dan keluarga Shen…"
"Masih dalam penyelidikan kasus perbatasan."
---
Shen Lanxi mengangkat kepalanya perlahan.
Tatapannya tenang.
"Tapi Yang Mulia…"
"Kalau aku tetap di sana, aku akan mati lebih cepat."
---
Kalimat itu membuat suasana berubah lagi.
Lebih berat.
Lebih gelap.
---
Kaisar berdiri perlahan.
Langkahnya pelan menuju jendela.
---
"Kasus keluarga Shen belum selesai."
"Empat ratus ribu pasukan hilang."
"Persediaan berubah menjadi batu."
---
Ia menoleh sedikit.
"Ini bukan masalah kecil."
---
Shen Lanxi tidak menjawab.
Tapi tangannya mengepal pelan.
---
Dalam hatinya, ia tahu.
Ini baru awal jebakan besar.
---
Wang Bao kembali masuk dengan cepat.
"Yang Mulia!"
"Pangeran Zhennan… menolak datang."
---
"Dia berkata… dia tidak akan datang hanya karena seorang wanita."
---
"BANG!"
Meja di depan kaisar langsung dihantam.
---
"Dia benar-benar ingin memberontak."
---
Kaisar berbalik.
Wajahnya dingin seperti baja.
---
"Kalau begitu…"
"Bawa Pengawal Kekaisaran."
"Seret dia ke sini."
---
Shen Lanxi menunduk.
Senyum kecil hampir muncul di sudut bibirnya.
---
Semakin kacau…
Semakin mudah dia bergerak.
---
Dan di hari ini…
Bukan hanya pernikahan yang runtuh.
Tapi fondasi kekuasaan seseorang mulai retak.
