Ficool

Chapter 7 - BAB 7 — KELUARGA SHEN DISERBU

Malam di ibu kota tidak pernah benar-benar tenang.

  Apalagi setelah perceraian Pangeran Zhennan dan Shen Lanxi tersebar.

  ---

  Di dalam kediaman keluarga Shen, suasana terasa aneh.

  Seperti ada sesuatu yang sedang mengintai dari kegelapan.

  ---

  "Cepat! Kunci semua pintu!"

  Suara pelayan terdengar panik dari dalam halaman.

  Namun semuanya sudah terlambat.

  ---

  SWOOSH!

  Bayangan hitam melompat melewati tembok.

  Satu, dua, lalu puluhan.

  ---

  Orang-orang bersenjata.

  Tanpa identitas.

  Tanpa tanda resmi.

  ---

  Mereka masuk seperti badai.

  Cepat. Terorganisir. Tanpa suara berlebihan.

  ---

  Dalam hitungan detik, penjaga keluarga Shen tumbang.

  Tidak sempat memberi peringatan.

  ---

  Di ruang dalam, seorang pelayan berlari.

  "Tuan! Kita diserang!"

  ---

  Namun sebelum ia sempat keluar pintu…

  Pisau dingin sudah lebih dulu menembus udara.

  ---

  Sunyi.

  ---

  ---

  Di dalam ruang lain, Kepala Keluarga Shen bangkit dari kursi.

  Wajahnya langsung pucat.

  "Apa yang terjadi?"

  ---

  Belum sempat ada jawaban…

  Pintu dihantam terbuka.

  ---

  Beberapa pria berbaju hitam masuk.

  Tatapan mereka dingin.

  ---

  "Dengan perintah istana."

  "Seluruh keluarga Shen… ditangkap."

  ---

  "Pengkhianatan pasokan militer."

  "Tidak perlu perlawanan."

  ---

  Kepala keluarga Shen membeku.

  "Ini fitnah!"

  ---

  Namun tidak ada yang mendengarkan.

  ---

  ---

  Di kejauhan, di atas atap rumah.

  Shen Lanxi berdiri diam.

  Menyaksikan semuanya.

  ---

  Angin malam meniup rambutnya.

  Namun ekspresinya tidak berubah.

  ---

  "Nu Bai."

  Suara dingin terdengar.

  ---

  "Sudah dimulai, Tuan."

  ---

  Shen Lanxi menyipitkan mata.

  "Lebih cepat dari yang aku perkirakan."

  ---

  Ia tidak bergerak.

  Tidak turun.

  Tidak panik.

  ---

  Karena ini bukan kejutan baginya.

  Ini bagian dari rencana yang sudah ia lihat sejak awal.

  ---

  ---

  Di dalam ruang pikirannya, Nu Bai berbicara lagi.

  "Pasukan ini bukan milik istana resmi sepenuhnya."

  "Ada pihak ketiga."

  ---

  Shen Lanxi mengangguk pelan.

  "Sudah kuduga."

  ---

  Matanya semakin dingin.

  "Kalau begitu…"

  "Mereka ingin memastikan keluarga Shen tidak punya jalan keluar."

  ---

  ---

  Di bawah sana, keluarga Shen mulai digiring keluar.

  Beberapa menangis.

  Beberapa berteriak tidak percaya.

  ---

  Tapi semuanya sia-sia.

  ---

  Langit malam seperti tidak peduli.

  ---

  ---

  Shen Lanxi melangkah maju satu langkah di atap.

  Angin semakin kencang.

  ---

  "Belum saatnya turun."

  bisiknya pelan.

  ---

  "Biarkan mereka mengira ini kemenangan."

  ---

  Matanya menyipit.

  ---

  "Karena ketika aku bergerak…"

  "Tidak akan ada satu pun yang bisa mundur."

  ---

  ---

  Di bawah, pintu utama keluarga Shen akhirnya ditutup segel.

  Keluarga besar itu… resmi ditangkap.

  ---

  Dan malam itu.

  Ibu kota tidak tahu…

  bahwa seseorang sedang mengubah segalanya dari atas atap gelap.

More Chapters