Ficool

A place of various dark mysteries

Gemini4ever_
7
chs / week
The average realized release rate over the past 30 days is 7 chs / week.
--
NOT RATINGS
76
Views
Synopsis
Hoping to have a normal day, Lin Yi instead meets people who are curious about him, especially Xiao Chenghua, a fan of Lin Yi in the world of his fictional books with horror and mystery stories from various regions, initially they only discussed the stories in the book but over time they ended up working as an exorcist or creatures like that, not only Chenghua and Lin Yi but there were 3 other people who also accidentally met them in the area that experienced the strange thing itself, but the problem was they had to protect Lin Yi who should not be too confronted with creatures like that, because it could absorb Lin Yi's life energy, Chenghua was one of the founders of a famous game studio and also had another job, namely expelling creatures that should not exist.
VIEW MORE

Chapter 1 - little Lin Yi Fan.

Kabut tebal selalu menutupi desa Yunwu, disana masyarakat desa jarang sekali keluar bahkan orang dewasa sekalipun, jika tidak ada kepentingan mereka tidak di perbolehkan keluar.

Anak anak disana jarang sekali terlihat bahkan mungkin tidak pernah sama sekali, anak anak selalu—dikurung di dalam rumah dengan dalih

makhluk tinggi bermata hitam akan membawa mereka.

Lin Yi Fan , anak seorang wanita tunggal di desa Yunwu Lin Yi Fan selalu di kurung oleh ibu-Nya karena takut Lin Yi Fan hilang dari desa atau bahkan tak kembali.

" Ibu, Lin Yi ingin keluar ikut bersama ibu.. "

Mohon Lin Yi menarik narik ujung baju ibu-Nya.

Ibu Lin Yi menggeleng pelan melepas cengkraman tangan Lin Yi kuat, namun keinginan Lin Yi lebih tinggi dari pada mematuhi perintah wanita itu.

Lin Yi berontak menangis tersedu sampai Ibunya mengizinkannya untuk ikut bersama,

Wanita itu pergi ke dapur meninggalkan Lin Yi yang terus saja menangis di lantai rumah.

Wanita itu mengambil satu buah roti panas dari kukusan, ia mengambil dua buah dan jelas sekali salah satunya untuk Lin Yi karena Lin Yi menyukai roti panas.

" Lin Yi, lihat aku bawakan sesuatu untuk mu",

Suara nya kecil namun jelas, anak laki-laki kecil itu menoleh mengusap ingusnya.

Telapak tangan Lin Yi bersiap menerima roti panas dari tangan Ibu-Nya, walau ia baru saja selesai menangis ia tidak lupa dengan makanan favoritnya.

Wanita itu memberi roti panas itu ke atas telapak tangan Lin Yi yang putih bersih, ia berjongkok untuk mengelus rambut halus anaknya yang Acak-acakan.

Lin Yi langsung melahap roti panas itu tanpa memperdulikan sekitarnya, tak sadar ibu Lin Yi sudah meninggal kan rumah sejak Lin Yi memakan roti itu dengan lahap.

" Ibu, roti buatan ibu enak—"

Lin Yi melihat sekitarnya, kanan kiri ia tidak melihat wajah hangat ibu-Nya di ruangan itu

sekarang hanya ada Lin Yi Seorang di rumah.

Lin Yi termenung di ruangan itu, ia menunggu Ibu-Nya datang untuk menjemputnya bermain bersama di tempat Ibu.

di saat Lin Yi sedang bermain main dengan semut kecil di lantai kayu rumahnya, sepasang kaki dengan sepatu yang dikenali Lin Yi sudah berada di hadapannya.

Lin Yi mendongak melihat orang itu, ia berdiri tegak dan langsung memeluk tubuh Ibu-Nya yang dingin.

" Ibu?, kenapa tubuh ibu dingin? Lin Yi hangatkan ya?.. "

Wanita tua itu tidak menjawab ucapan Lin Yi, raut wajah wanita itu datar dan wajahnya pucat pasi seolah mayat hidup yang berdiri.

Lin Yi memiringkan kepalanya mundur penasaran, telunjuk kecil Lin Yi menyentuh tangan pucat wanita itu lembut namun sama sekali tidak ada respon.

Lin Yi yang tidak tahu apa apa berputar putar di sekeliling Wanita tua itu dengan semangat, raut wajah wanita itu tak kunjung berubah walaupun ia melihat kelucuan anaknya.

Wanita itu menjulurkan tangan kanannya kemudian mengambil pisau tajam yang tertancap di nakas kayu ukir—Lin Yi berhenti seketika ia menatap ibunya dalam dalam.

Tanpa basa basi pisau yang ada di tangan wanita itu ia tancapkan ke tangannya sendiri sehingga membuat tangannya putus dan tergeletak di lantai kayu, itu membuat jati diri Lin Yi yang polos terkesiap.

Lin Yi sesak nafas saat melihat kejadian itu di

hadapannya, belum lagi darah yang mengucur sepanjang lantai, namun tak ada teriakan dari wanita itu selain teriakan tangis dari Lin Yi.

Kepala Wanita itu berputar 180 derajat ia menoleh kearah Lin Yi yang menangisi hal yang di lihatnya, Wanita itu menghampiri Lin Yi

ia mengelus rambut Lin Yi dengan tangan kirinya sementara darah dari tangan kanannya mengucur ke seluruh kaos kecil Lin Yi.

Semakin wanita itu tersenyum semakin seram di mata Lin Yi, ia tak berani meninggalkan rumah itu dengan alasan ia takut ibunya akan memotong diri sendiri lagi.

Pisau itu kini ditancap kan di pergelangan tangan yang putus milik Wanita itu, semakin Wanita itu tersenyum lebar kulit dipipi wanita itu mulai robek, matanya hitam pekat darah di pipinya menghujani rambut Lin Yi.

Salah satu warga desa yang melihat kejadian itu langsung menarik Lin Yi keluar dari rumahnya segera.

Lin Yi masih terdiam tidak bicara, sementara wanita itu raut wajahnya berubah-ubah setiap detik entah itu senyum, sedih, marah, atau bahagia.

Wanita itu mulai menyadari bahwa anaknya tak ada lagi di hadapannya, ia bergerak pelan dengan senyum terbalik itu seperti marah, Ekspresi wanita tua itu kian berubah-ubah.

Orang desa menyebut wanita itu Yun Po / Xia Xiao Niang, wanita yang selalu muncul di kabut dengan senyuman lebarnya.

saat wanita itu mulai mendekati Lin Yi dan pemuda itu, muncul kakek tua yang melempari wanita tua itu dengan Bai xue hua, Wanita itu berlari cepat untuk menghindari serangan Kakek misterius itu.

Tingginya yang semampai membuat wanita itu bisa menghindar dan berlari cepat, kini Lin Yi pingsan di pangkuan pemuda itu sepertinya Lin Yi terkena hipnotis kecil dari Yun Po.

***

setelah beberapa tahun, kini kabar dari desa Yunwu dan Yun Po sendiri tidak ada yang tahu,

sementara Lin Yi sudah meninggalkan desa Yunwu sekarang Lin Yi sudah tinggal di kota besar Beijing.

tapi semenjak kejadian 16 tahun yang lalu kini mata Lin Yi sering menangkap hal hal aneh di sekitarnya, entah apa yang terjadi setelah

Lin Yi sadar dari pingsannya.

Bahkan Lin Yi sendiri lupa apa saja yang terjadi entah itu tentang Yun Po atau desa Yunwu itu sendiri, Lin Yi sekarang sudah berusia 24 tahun ia juga merupakan salah satu psikolog sekaligus penulis terkenal.

Lin Yi tinggal bersama pemuda yang pernah menyelamatkan dirinya, yaitu Tian Qi

Lin Yi sering membantu Tian Qi dalam urusan rumah serta beberapa pekerjaan lainnya.

"Lin Yi, mungkin nanti aku akan kembali ke desa Yunwu,"

Kata Tian Qi menatap Lin Yi yang sibuk dengan Laptopnya.

" mungkin kamu akan tinggal sendiri, dan seterusnya "

Lin Yi Acuh tak acuh dengan ucapan Tian Qi karena biasanya ia selalu tinggal sendiri di apartemen apapun yang terjadi, Tian Qi menatap wajah suntuk Lin Yi dengan rasa iba.

" Terserah kamu saja, Tian Qi"

Tian Qi terkesiap saat mendengar ucapan

Lin Yi yang cuek padanya, tapi mungkin ia memaklumi sikap Lin Yi yang sekarang.

Tian Qi berdiri mengelus pundak Lin Yi dengan lembut sebelum ia pergi ke kamar untuk mempersiapkan keberangkatan nya, Lin Yi yang awalnya marah kini pipinya di penuhi air mata.

meskipun Tian Qi tidak melihat secara langsung ia tau sikap Lin Yi yang berpura-pura mandiri sejak kecil, Tian Qi membiarkan Lin Yi menenangkan diri di ruang tamu sendirian karena takut menganggu.

Lin Yi bergegas mengusap air matanya dengan tisu di atas nakas, Tian Qi sudah membawa koper hitamnya di tangan sebelah kanannya—sebelum pergi Tian Qi dan Lin Yi berpelukan untuk terakhir kalinya.

"Jaga dirimu, kau tahu kau sangat sulit di atur. "

Lirih Lin Yi di pundak Tian Qi yang basah oleh air matanya, meskipun suara tangis nya kecil tapi tetap bisa di rasakan Tian Qi.

Tian Qi menepuk-nepuk punggung Lin Yi di pelukannya, sesekali ia mengelus rambut

Lin Yi dengan lembut meski awalnya Lin Yi menolak.

" Aku bisa mengatur diriku.Atur lah pekerjaan mu, oke?"

Lin Yi mengangguk pelan ia melepaskan Pelukan hangat itu cepat, Lin Yi menawarkan diri nya untuk mengantar Tian Qi ke bandara namun Tian Qi menolah dengan dalih Lin Yi akan menangis—Lagi.

meskipun Lin Yi hanya mengantar hingga parkiran itu sudah cukup bagi Tian Qi, mereka berpisah dengan jalannya masing masing.

Lin Yi bergegas menuju lantai atas karena ia masih punya beberapa pekerjaan, raut wajah dan sifat seseorang bisa cepat berubah dengan waktu tertentu dan orang yang berbeda yang mereka hadapi.

Sesampainya Lin Yi di Lantai 17,lantai apartemen miliknya ia sesegera mungkin membuka pintu apartement tak lupa saat ia memasuki ruangan itu ia menguncinya dengan rapat dan menempeli pintu dengan jimat yang pernah dia beli.

Sebenarnya Tian Qi sudah pergi dari beberapa jam yang lalu, entah makhluk apalagi sekarang yang sedang mengikutinya hingga apartemen dan bahkan lantang meniru Tian Qi serta sifatnya sendiri.

Tenggorokan Lin Yi terasa perih seperti ada sesuatu yang menusuk tenggorokannya dengan paku tajam.

Lin Yi terbatuk perih, ia menutup mulutnya dengan telapak tangannya yang dingin namun ia merasakan sesuatu yang hangat di telapak tangannya saat menutup mulut.

Darah, darah merah pekat keluar dari batuk

Lin Yi yang tidak seberapa Lin Yi bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan mulut serta telapak tangannya.

saat ia di kamar mandi sendirian, Lin Yi menatap kaca kamar mandi selama beberapa detik lalu beralih ke wastafel yang kini di penuhi bercak darah kecil Lin Yi.

Rasanya tubuh Lin Yi semakin melemah sepanjang umurnya, semakin ia di ganggu makhluk seperti itu semakin lemah tubuh nya.

Entah itu semenjak ia bertemu dengan Yun Po atau itu memang takdirnya, reaksi tubuh Lin Yi yang berlebihan terkadang membuatnya sedikit kesal.

Jam dinding kini sudah menunjukkan pukul sepuluh malam tepat, Jari Lin Yi kini sedang sibuk dengan keyboard laptopnya matanya tak kalah jeli melihat berbagai berita tentang makhluk atau cerita lama setiap daerah.

" mereka sebanyak ini?, bisa tidak ya aku jadikan cerita horror untuk tulisan ku? "

tanya Lin Yi pada diri sendiri.

Notifikasi dari para penggemar nya selalu saja muncul di ponsel pipih milik Lin Yi, apalagi salah satu penggemar yang sama dan yang selalu menunggu cerita Lin Yi.

pemilih akun yang bernama @Xchngy_

adalah penggemar berat cerita Lin Yi yang sudah tersebar di seluruh wilayah, penggemar itu seringkali membuat Lin Yi tertawa geli karena katanya ia ingin melihat sendiri makhluk itu. Memang konyol tapi apa salahnya percaya orang yang seperti itu.

***

Di sebuah perpustakan terbesar di kota Beijing, Lin Yi sedang mengadakan pertemuan dengan beberapa penulis dan penggemarnya yang senantiasa menunggu Lin Yi disana.

walau ramai orang di perpustakaan itu, mereka masih menaati peraturan saat berada disana

sewajarnya penggemar buku.

Lin Yi yang sudah menyelesaikan pertemuannya dengan para penggemar nya itu kini berkeliling di luar perpustakaan, di luar sana banyak buku dengan cerita menarik dan ada juga toko kecil yang menjual makanan manis yang menarik perhatian Lin Yi.

Seseorang dengan tinggi yang lumayan menghambat pandangan Lin Yi yang tingginya hanya 178 centi meter, pria yang ada di depannya kemungkinan tingginya 185

Pria itu memakai Streetwear dan juga celana baggy fit warna hitam bercampur abu.

" Permisi, kamu menghalangi pandangan ku"

Lirih Lin Yi pada pria itu, namun orang itu sama sekali tidak mendengar suara Lin Yi yang kecil.

setelah beberapa detik barulah orang itu menoleh ke belakang dan melihat Lin Yi yang lebih pendek darinya, sedikit membungkukkan badan seharusnya tak masalah saat melihat Lin Yi.

"ada apa, Nona? "

tanya Orang itu tepat kearah Lin Yi yang mendongak menatap wajah orang itu.

Lin Yi melihat ke sekeliling tapi tak ada wanita di sekitarnya, Lin Yi menunjuk dirinya sendiri

menatao kearah orang itu, hal itu di balas dengan anggukan yakin dari orang itu.

Lin Yi : wah tuan, sepertinya kamu memang buta jenis kelamin ya?.

Tanpa pikir panjang Lin Yi mendorong orang itu kasar agar ia memberinya jalan kecil, orang itu terkesiap karena pikirnya baru kali ini melihat wanita sekuat itu.

" Hey gadis kecil!,tenaga mu lumayan juga ya!"

Puji orang itu di belakang Lin Yi dengan teriakan, entah itu pujian atau penghinaan bagi Lin Yi.

Lin Yi sama sekali tidak peduli dengan ocehan orang yang berada di belakangnya, ia sibuk memilih makanan manis yang sekarang sudah tepat ada di depan matanya.

" Hei nona, kau mau pilih makanan yang mana? "

Tawar ibu tua penjual makanan manis itu dengan senyuman yang membuat keriputnya sedikit terlihat.

Lin Yi menghela nafas panjang, ia lelah di anggap wanita hanya karna tinggi badan dan kulitnya yang bersih serta bulu matanya yang lentik.

"Aku pria, ibu tua"

Ucapan Lin Yi membuat sang penjual dan para pembeli sedikit kaget lalu disusul tawa mereka, ada pujian diantara mereka yang menatap

Lin Yi dan ada juga yang bilang Lin Yi terlalu bersifat seperti wanita padahal dia laki laki.

Lin Yi: sebaiknya hentikan perawatan dokter abal abalan mu dulu.

di sisi lain orang yang pertama kali bertemu dengan Lin Yi, kini ia sedang berdiri dan melihat kanan kiri seperti mencari seseorang.

tak lama dua orang atau tiga orang menghampiri dirinya, semuanya laki-laki

mungkin itu teman orang itu.

" Heh Wei Jia, biasakan melihat postur tubuh seseorang dahulu sebelum kau menebaknya "

Cibir teman Wei Jia, orang yang memuji Lin Yi

gadis kecil tadi.

Wei Jia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sedikit wajah malunya terlihat karna salah menilai orang lain, mereka bertiga adalah satu organisasi terkenal mungkin perlu mengenal mereka.

Wei Jia, dia bukan pemimpin tapi dia selalu membawa tiga sahabatnya diantara nya ada Peng Fei, Xiao Yu, Qiang Li..

Lin Yi kini sudah di penuhi dengan makanan manis, di tangan kanannya banyak makanan manis sementara mulut nya masih melumat habis permen loli pelangi, Little Lin Yi Fan

Komentar penulis.

Lin Yi : Berhenti menatapku, jika kalian tidak mau ku tusuk dengan permen manis.

Wei Jia : Aku? tidak kok.

Xiao Yu : masalahnya kau seperti wanita.

Qiang Li: aku sama sekali nggak tertarik.

Pria itu memakai jersey stststreetweastreststreetwea