Ficool

Chapter 17 - Bab 16:

Cahaya putih yang menelan mereka di Arena Seleksi perlahan memudar, digantikan oleh sensasi injakan kaki pada permukaan batu yang halus dan dingin. Saat penglihatan Hidder kembali normal, ia tidak lagi berada di koloseum yang bersimbah darah. Di hadapannya kini terbentang sebuah kota metropolitan kuno yang luar biasa masif, yang dikenal sebagai The Gatehouse.

Kota ini dibangun di atas fondasi batu apung raksasa. Arsitekturnya merupakan perpaduan aneh antara gaya gotik abad pertengahan dengan teknologi magis yang maju. Menara-menara tinggi menjulang hingga menembus awan, dan di langit, terlihat aliran energi mana yang berpendar seperti sungai cahaya.

Seketika, serangkaian notifikasi sistem membanjiri pandangan Hidder, memberikan informasi yang selama ini ia tunggu-tunggu.

[Selamat! Anda telah menyelesaikan fase Tutorial]

[Sistem Map (Peta) Telah Diaktifkan secara penuh]

[Anda telah memperoleh 10,000 Exp dari pembersihan Abyssal Knight]

[Total Exp Tersedia: 12,000]

Hidder merasakan gelombang energi yang hangat mengalir di sekujur tubuhnya. Otot-ototnya berdenyut, dan kapasitas Mana dalam jiwanya terasa meluas seperti bendungan yang baru saja dibuka pintunya.

[Level Up!]

[Level 3 —> Level 8]

[Anda memperoleh 50 Unallocated Stat Points]

Tanpa membuang waktu, Hidder membuka panel statusnya. Ini adalah momen krusial untuk menentukan arah kekuatannya sebelum melangkah lebih jauh di Lantai 1 yang penuh intrik ini. Ia menatap poin statistik yang tersedia. Fokus pertamanya adalah menormalkan auranya yang selama ini membuatnya dijauhi.

Ia memasukkan 7 poin ke Charisma, mengubah angka negatif -7 menjadi tepat angka 0. Kemudian, ia memasukkan 3 poin ke Spirit, meningkatkan statistik mentalnya menjadi 35.

Sesuatu yang tak terduga terjadi saat angka Charisma itu menyentuh nol.

Krak!

Suara retakan kecil terdengar dari wajah Hidder. Topeng misterius yang selama ini melekat erat di wajahnya, menyembunyikan identitas dan memberikan aura mengerikan, tiba-tiba retak di bagian tengah. Efek penyembunyian identitas hancur seketika. Di atas kepala Hidder, sebuah panel informasi transparan muncul dan bisa dilihat oleh siapa pun di sekitarnya.

[IGN: HIDDER]

[Level: 8]

Namun, bukan itu yang mengejutkan Hidder. Ia merasakan beban berat yang selama ini menekan jiwanya menghilang. Sistem memberikan notifikasi baru yang mengejutkan.

[Peringatan: Topeng 'The Veiled Outcast' telah hancur]

[Penalti -50 Charisma telah dihapus]

[Menghitung ulang statistik Charisma berdasarkan Title dan Poin Dasar...]

Hidder tertegun melihat angkanya. Tanpa penalti -50, Charisma dasarnya yang kini berada di angka 30 (hasil alokasi poin) ditambah dengan bonus dari Title lencana penyintas tutorial, melonjak drastis.

[Charisma: 50]

Kini, meskipun separuh wajahnya masih tertutup oleh sisa-sisa topeng yang belum pecah sepenuhnya, aura yang dipancarkannya berubah total. Dari sosok yang mencekam dan haus darah, ia kini memancarkan wibawa yang tenang namun sangat dominan. Wajahnya yang tegas dan matanya yang tajam kini memiliki daya tarik yang membuat siapa pun yang menatapnya secara tidak sadar merasa segan dan terpesona.

Hidder melanjutkan alokasi sisa 40 poin miliknya dengan membagi rata masing-masing 10 poin ke dalam empat statistik utama: Strength, Spirit, Dexterity, dan Agility.

Seketika, panel statusnya diperbarui sepenuhnya.

[Status Akhir Hidder]

Health Point (HP): 15,100 / 15,100

Mana Capacity (MC): 9,950 / 9,950

Stamina (Sta): 12,000 / 12,000

Strength: 40

Spirit: 45

Dexterity: 43

Agility: 41

Charisma: 50

Perception: 35

Peningkatan Spirit menjadi 45 membuat kapasitas Mana miliknya melonjak menjadi hampir 10,000. Ini berarti ia bisa mengaktifkan skill Regeneration S Rank jauh lebih lama dari sebelumnya.

"Hidder... kau..." suara Elowen terdengar bergetar di sampingnya.

Hidder menoleh. Elowen dan Bastet menatapnya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Mereka tidak lagi melihat "monster" yang membantai di arena, melainkan seorang pria yang tampak seperti bangsawan perang yang agung. Perubahan aura itu begitu drastis hingga Bastet harus mengerjapkan matanya berkali-kali.

"Aura itu... kau tidak lagi berbau seperti kematian," bisik Bastet, hidungnya bergerak pelan. "Tapi kau terasa jauh lebih... kuat."

Namun, kekaguman itu tidak bertahan lama. Keberadaan mereka di alun-alun kedatangan The Gatehouse segera menarik perhatian. Kelompok-kelompok pria berseragam zirah lengkap dengan lambang faksi di dada mereka mulai mendekat.

"Level 8? Dan dia baru saja menyelesaikan Tutorial?" bisik salah satu perekrut dari faksi Iron Blood Syndicate. "Lihat auranya. Charisma-nya pasti di atas 40. Dia bakat langka!"

Dalam sekejap, tim Hidder dikerumuni.

"Selamat datang, wahai penyintas! Aku dari faksi Aether Covenant. Bergabunglah dengan kami, dan kau akan mendapatkan kediaman di area elit serta akses ke dungeon kelas atas!"

"Jangan dengarkan mereka! Bergabunglah dengan kami di Black Rose! Kami butuh petarung sepertimu!"

Hidder menatap para perekrut itu dengan pandangan dingin. Dengan Charisma 50, setiap perkataannya kini memiliki berat yang berbeda. "Minggir," ucap Hidder pelan.

Hanya satu kata, namun para perekrut itu secara tidak sadar mundur satu langkah. Tekanan yang diberikan Hidder bukan lagi tekanan niat membunuh, melainkan otoritas mutlak yang membuat mereka merasa kecil. Hidder tidak ingin menjadi bidak siapa pun. Ia tahu bahwa guild-guild besar hanya akan mengisap kekuatannya demi kepentingan lantai atas.

Setelah berhasil keluar dari kerumunan, mereka bertiga berjalan menuju pinggiran kota yang lebih tenang, di mana sebuah balkon besar menghadap ke arah dunia Lantai 1 yang luas. Hutan-hutan lebat, pegunungan salju, dan gurun pasir terlihat dari kejauhan, masing-masing menyimpan rahasia dan bahaya tersendiri.

Suasana menjadi hening. Hidder tahu momen ini akan datang.

"Aku harus pergi," ucap Elowen memecah kesunyian. Matanya menatap ke arah utara, di mana sebuah hutan hijau yang berpendar keperakan terlihat di cakrawala. "Hutan itu... itu adalah Aethelgard, Hutan Abadi. Di sana ras Elf membangun perpustakaan sihir terbesar di Lantai 1. Sebagai seorang Scribe, aku harus ke sana untuk memulihkan kekuatanku yang sebenarnya."

Hidder mengangguk. Ia tidak akan menahan seseorang yang memiliki tujuan hidupnya sendiri. "Gunakan apa yang kau pelajari untuk bertahan hidup, Elowen."

Elowen tersenyum tipis, matanya berkaca-kaca. "Terima kasih, Hidder. Tanpamu, aku mungkin sudah menjadi budak di Tutorial."

Bastet kemudian melangkah maju, wajahnya terlihat lebih serius dari biasanya. "Aku juga, Hidder. Aku tidak bisa tetap di sini sebagai peliharaan atau pengawal saja. Aku telah menemukan lokasi The Beast Peaks di peta sistemku. Itu adalah tempat di mana ras Half-Beast berkumpul mencari kekuatan sejati di Feral Wilds. Aku harus menemukan kawananku... dan menanyakan tentang apa yang dikatakan Administrator itu."

Bastet menatap Hidder dengan tatapan yang dalam. "Aku ingin menjadi cukup kuat sehingga saat kita bertemu lagi, aku yang akan menjagamu."

Hidder menatap kedua rekannya bergantian. Di dunia menara yang kejam ini, pertemuan sesingkat apa pun adalah berkah. Ia menyerahkan sebagian kecil sisa Gold yang ia miliki kepada mereka berdua sebagai bekal perjalanan.

"Pergilah. Tower ini luas, tapi jika kita tetap mendaki, jalan kita akan bertemu kembali di puncak," ucap Hidder.

Satu per satu, Elowen dan Bastet melangkah menjauh. Perpisahan itu sunyi, tanpa upacara atau janji-janji manis. Hanya ada rasa hormat yang mendalam antara tiga jiwa yang telah melewati neraka bersama-sama.

Kini, Hidder berdiri sendirian di balkon kota The Gatehouse. Angin kencang menerpa rambut gelapnya, menyisakan kesunyian yang sudah lama tidak ia rasakan. Ia membuka sistem Map-nya, menandai sebuah titik di area terdalam lantai ini yang belum terjamah oleh banyak pemain.

[System Shop Terbuka]

[Anda memiliki 1 pesan baru dari Administrasi]

Hidder tidak memedulikan pesan itu untuk saat ini. Ia kembali menjadi Lone Wolf. Namun, kali ini ia bukan lagi seorang pemula yang meraba-raba di kegelapan. Dengan statistik yang mengerikan, skill regenerasi tingkat tinggi, dan pedang hitam di punggungnya, ia siap menaklukkan Lantai 1 dengan caranya sendiri.

Ia melangkah masuk ke dalam kerumunan kota, menghilang di antara ribuan pemain, memulai perjalanannya sebagai legenda yang bergerak dalam bayang-bayang keserakahan.

More Chapters