Ficool

Chapter 2 - Bab 1:

Yaguci Dera masih terpaku di depan meja belajarnya, menatap hampa pada layar monitor yang kini hitam pekat setelah pemadaman listrik total yang melanda seluruh dunia semalam. Kamarnya yang berantakan, biasanya diterangi oleh cahaya RGB dari PC canggihnya, kini hanya diterangi oleh sinar matahari pagi yang menembus celah gorden secara malu-malu. Namun, ketenangan pagi itu hanyalah ilusi. Di luar sana, dunia sedang menjerit. Ia bisa mendengar suara sirene yang tak kunjung berhenti, klakson mobil yang bersahutan, dan suara orang-orang yang berteriak panik di jalanan Seoul. Berita di televisi yang sempat ia tonton tadi pagi sebelum listrik kembali padam sejenak benar-benar di luar nalar. Pembuat game Fantasy of Grigory dan seluruh stafnya menghilang, meninggalkan tumpukan uang tunai seolah-olah mereka telah menukar eksistensi digital mereka dengan realitas fisik yang mengerikan.

Tiba-tiba, sebuah dentuman yang begitu dahsyat mengguncang fondasi apartemennya, membuat debu-debu dari langit-langit berjatuhan. Dera tersentak, ia segera berlari ke jendela dan menyibakkan tirai lebar-lebar. Matanya membelalak. Di tengah cakrawala kota yang biasanya dihiasi gedung pencakar langit, kini muncul sebuah struktur masif yang tak masuk akal. Sebuah menara raksasa, hitam dan mengintimidasi, seolah-olah baru saja jatuh dari langit dan menusuk jantung bumi. Teksturnya terlihat seperti perpaduan antara batu purba dan logam futuristik yang berdenyut dengan energi gelap. Pada saat yang sama, sebuah cahaya neon biru mendadak muncul tepat di depan matanya, mengambang di udara, mengabaikan hukum fisika.

Permainan Tower Of Greed

Selesai

Sila Isi nickname Ingame anda Player

Dera menarik napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup kencang hingga terasa sakit di dadanya. Ia tidak bermimpi. Fenomena ini bukan sekadar halusinasi akibat kurang tidur. Ini adalah mekanisme game yang ia cintai, namun kali ini ia tidak memegang mouse dan keyboard; ia berdiri di dalamnya. Ada rasa ngeri yang merayapi tengkuknya, namun jauh di dalam lubuk hatinya, ada percikan gairah yang menyala kembali. Setelah satu hari penuh ia merasa hampa karena kehilangan game yang telah menjadi hidupnya, kini game itu kembali dengan cara yang paling ekstrem. Ia merasa terperanjat, tak percaya bahwa realitas bisa bergeser sedemikian rupa, namun ia terpaksa harus menerimanya jika ingin bertahan hidup.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia menyentuh antarmuka transparan itu. Ia tidak ingin menggunakan nama aslinya. Ia butuh sesuatu yang mewakili niatnya di dunia baru ini. Sebuah nama yang akan menjadi perisai sekaligus identitasnya di balik bayang-bayang. Ia mengetikkan sebuah nama: The Hidder. Ia sengaja memplesetkan kata Hidden menjadi sebuah identitas, sebuah simbol bahwa ia akan menyembunyikan kehadirannya, menyembunyikan kekuatannya, dan menyembunyikan masa lalunya sebagai salah satu pemain terkuat di dunia lama. Secara tiba-tiba, tanpa ada peringatan atau hitungan mundur, tubuh Dera terasa seperti ditarik oleh gravitasi yang sangat kuat dari segala arah. Pandangannya memutih, telinganya berdenging, dan sensasi berat yang menyesakkan dada membuatnya kehilangan kesadaran selama beberapa detik.

Ketika ia membuka mata, ia tidak lagi berada di kamarnya yang sempit. Udara di sekitarnya terasa dingin, lembap, dan berbau seperti batu tua yang belum pernah tersentuh sinar matahari selama ribuan tahun. Ia berdiri di tengah sebuah ruangan batu yang luas dengan obor-obor sihir yang menyala di dinding, mengeluarkan api biru yang tidak menghasilkan panas. Tempat ini sangat ia kenali. Ini adalah Ruangan Tutorial Lantai 1. Sebuah tempat yang biasanya hanya ia lihat melalui layar monitor, kini terasa begitu nyata di bawah kakinya yang hanya mengenakan sandal rumah.

Selamat, Pemain. The Hidder

Sebuah panel status muncul di hadapannya, menampilkan data yang akan menentukan takdirnya mulai detik ini.

Statistics The Hidder

Level 1 {0/1,500EXP}

Ras : Manusia

Class : None-

Nama | IGN : Yaguci Dera | Hidder

Statistics Dasar : --

Health Point(HP) : 1,600

Mana Capacity(MC) : 1,800

Stamina(Sta) : 1,200

Statistics Status Point : --

Strength : 5

Constitution : 4

Spirit : 12

Dexterity : 13

Agility : 6

Intelligence : 11

Perception : 10

Willpower : 7

Charisma : 13

Luck : 10

Unlocated Stat Point : 10

Dera menatap barisan angka tersebut dengan tatapan analitis. Ia hampir melupakan detail kecil ini karena sudah terlalu lama berada di puncak level 100. Di dalam Tower of Greed, setiap pemain yang baru terdaftar secara otomatis akan menjadi level 1 dan langsung mendapatkan 10 Unlocated Stat Point sebagai modal awal. Ini adalah titik paling krusial bagi setiap pemain. Salah mengalokasikan poin di awal bisa berarti hukuman mati di lantai-lantai berikutnya. Ia melihat statistiknya sendiri; Dexterity, Spirit, dan Charisma miliknya secara alami cukup tinggi, namun Agility dan Perception-nya masih sangat standar untuk ukuran seorang penjelajah menara.

Tanpa membuang waktu, Dera segera mengakses menu alokasi poin. Sebagai mantan pemain top, ia tahu bahwa di lantai awal tutorial, kekuatan fisik (Strength) tidak sepenting kecepatan dan kemampuan untuk membaca situasi. Ia memutuskan untuk memasukkan seluruh 10 poin tersebut secara merata ke dalam dua kategori.

Agility : 6 + 5 = 11

Perception : 10 + 5 = 15

Seketika, ia merasakan sensasi aneh menjalar ke seluruh sarafnya. Tubuhnya terasa lebih ringan, seolah-olah beban gravitasi yang menekan bahunya baru saja diangkat. Pandangannya menjadi lebih tajam; ia bisa melihat partikel debu yang menari di bawah cahaya obor dan mendengar detak jantungnya sendiri dengan lebih jelas. Dengan Perception di angka 15, indranya kini jauh lebih peka terhadap perubahan lingkungan sekecil apa pun. Kini, ia memiliki persiapan penuh untuk menghadapi apa pun yang dilemparkan menara ini kepadanya.

Namun, kejutan sebenarnya baru saja dimulai. Tower of Greed bukanlah sekadar game fantasi biasa; nama "Greed" di sana bukan hanya hiasan. Menara ini selalu menguji keserakahan dan keberanian para pemainnya. Di Tutorial Lantai 1, sistem menghadirkan lima variasi misi yang berbeda secara acak untuk setiap pemain: Perperangan, Maze, Hunting Treasure, Monster Fight, dan Skip. Opsi "Skip" seringkali menjadi jebakan bagi pemain yang tidak sabar. Memang benar, pemain bisa langsung melompat ke Tutorial Lantai 2 tanpa risiko, namun mereka akan kehilangan kesempatan emas yang hanya ada sekali seumur hidup.

Dera teringat akan sejarah game ini yang penuh dengan kontroversi. Ketika rahasia tentang adanya item tersembunyi (hidden item) di lantai 1 tutorial terungkap, komunitas game meledak. Ribuan pemain berebut membuat akun baru demi mendapatkan keuntungan awal tersebut, termasuk dirinya sendiri di masa lalu. Namun, kegilaan itu hanya berlangsung selama satu hari sebelum pengembang menutup celah tersebut dengan sistem sidik jari yang mengunci satu orang pada satu akun secara permanen. Mereka yang sempat mendaftar ulang diberi pilihan sulit: kembali ke akun lama atau memulai hidup baru dari nol dengan akun baru mereka.

Banyak yang skeptis dan memilih kenyamanan akun lama mereka, namun segelintir orang yang berani mengambil risiko memulai dari awal menemukan harta karun yang tak ternilai. Dari jutaan pemain yang mencoba peruntungan mereka, hanya ada sepuluh orang di seluruh dunia yang berhasil mendapatkan Item Grade Ancient di tutorial Lantai 1. Dera adalah salah satu dari sepuluh orang beruntung tersebut. Dan sekarang, saat ia melihat sekelilingnya, dinding-dinding batu yang bergeser dan lorong-lorong sempit yang membentang di hadapannya mengonfirmasi satu hal yang membuatnya menyeringai tipis.

Ia berada di dalam variasi Maze.

Ini bukan sekadar labirin biasa. Ini adalah tempat di mana item Ancient miliknya dulu berada. The Eyes of Ancient Forgotten God. Salah satu dari tiga item Grade Ancient terbaik yang pernah ada di sejarah Tower of Greed. Item yang memberikan kemampuan untuk menganalisis, beradaptasi, dan meniru serangan lawan dengan efisiensi yang mengerikan. Mata dewa yang dulunya ia temukan secara tidak sengaja di dunia digital, kini tersimpan di suatu tempat di dalam labirin nyata ini.

Dera mengepalkan tangannya. Ia tahu setiap sudut maze ini jika memorinya tidak mengkhianatinya. Meskipun fisiknya saat ini jauh lebih lemah dibandingkan avatarnya yang dulu, pengetahuannya tentang struktur labirin dan titik koordinat item tersembunyi tetap utuh. Item itu adalah kunci utamanya untuk mendominasi dunia baru yang kejam ini. Jika ia bisa mendapatkannya sekarang, di level 1, maka ia akan memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh pemain lain mana pun di dunia ini.

Lantai batu di bawahnya bergetar pelan, menandakan bahwa maze telah mulai aktif. Lorong-lorong akan terus berubah posisi setiap beberapa menit sekali, membuat siapa pun yang tidak memiliki daya ingat tajam atau persepsi tinggi akan terjebak selamanya di sana. Namun bagi Hidder, ini adalah taman bermainnya. Dengan Perception 15, ia mulai merasakan aliran udara yang berbeda dari salah satu lorong di sebelah kirinya. Itu adalah pertanda adanya ruang rahasia.

Ia melangkah maju, meninggalkan ruang utama tutorial. Setiap langkahnya kini diperhitungkan. Ia tidak boleh membuang stamina yang terbatas ini untuk gerakan yang tidak perlu. Di dalam pikirannya, ia sudah memetakan rute tercepat menuju lokasi altar kuno tempat mata itu bersemayam. Kehilangan item itu adalah hal yang paling ia sesali saat game ini menghilang, dan kini, takdir memberinya kesempatan kedua untuk mengklaim kembali kekuatannya.

The Eyes of Ancient Forgotten God menunggunya di kedalaman labirin ini. Dan Dera, sang Hidder, tidak akan membiarkan siapa pun, atau apa pun yang ada di menara ini, menghalangi langkahnya. Petualangannya sebagai penguasa baru Tower of Greed baru saja dimulai dengan satu tujuan pasti: merebut kembali kejayaan yang sempat terputus.

More Chapters