Ficool

Chapter 10 - BAB 10 — SIDANG YANG MEMBUKA RETAK

Aula sidang istana mulai dipenuhi para pejabat tinggi.

  Suasana pagi terasa berat.

  Seperti ada sesuatu yang akan pecah hari ini.

  ---

  Di luar aula, Shen Lanxi berdiri diam.

  Mendengarkan langkah-langkah para pejabat masuk.

  ---

  "Nu Bai."

  ---

  "Siap, Tuan."

  ---

  "Catat semua yang menyebut keluarga Shen."

  ---

  "Sudah dipersiapkan."

  ---

  Shen Lanxi menatap pintu besar aula istana.

  Matanya tenang.

  ---

  "Mulai."

  ---

  ---

  Di dalam aula.

  Seorang menteri berdiri lebih dulu.

  ---

  "Yang Mulia! Kasus keluarga Shen tidak bisa ditunda lagi!"

  "Empat ratus ribu pasukan di barat laut musnah tanpa alasan jelas!"

  ---

  "Ini pengkhianatan tingkat tinggi!"

  ---

  Suara mulai meningkat.

  Satu per satu pejabat ikut berbicara.

  ---

  Ada yang mendukung hukuman cepat.

  Ada yang diam tapi tidak menolak.

  ---

  ---

  Kaisar Zhou Chengqian duduk di kursi utama.

  Ekspresinya sulit dibaca.

  ---

  "Diam."

  Suaranya pendek.

  ---

  Semua langsung berhenti.

  ---

  ---

  Kaisar menatap laporan di tangannya.

  "Kasus ini… memang tidak sederhana."

  ---

  "Logistik berubah menjadi batu di tengah perjalanan."

  "Tidak ada saksi hidup."

  ---

  Ia menutup laporan itu.

  ---

  "Karena itu hari ini akan ditentukan apakah keluarga Shen bersalah atau tidak."

  ---

  ---

  Di luar aula.

  Shen Lanxi akhirnya melangkah masuk.

  ---

  Satu langkah.

  Dua langkah.

  ---

  Semua mata langsung tertuju padanya.

  ---

  "Putri Shen Lanxi?"

  bisik seorang pejabat.

  ---

  ---

  Ia berhenti di tengah aula.

  Membungkuk sopan.

  ---

  "Yang Mulia."

  ---

  Kaisar menatapnya.

  "Kenapa kau ada di sini?"

  ---

  Shen Lanxi menjawab pelan.

  ---

  "Karena keluarga Shen sedang dibicarakan."

  ---

  "Dan aku adalah bagian dari mereka."

  ---

  ---

  Beberapa pejabat saling pandang.

  Situasi mulai tidak biasa.

  ---

  Seorang Menteri Militer berdiri.

  ---

  "Yang Mulia, ini urusan negara, bukan urusan pribadi!"

  ---

  Shen Lanxi menoleh pelan.

  ---

  Tatapannya dingin.

  ---

  "Kalau ini bukan urusan pribadi…"

  "Kenapa keluarga Shen langsung ditangkap semalam?"

  ---

  Aula langsung sunyi.

  ---

  Pertanyaan itu tepat sasaran.

  ---

  ---

  Kaisar mengangkat tangan.

  "Cukup."

  ---

  Ia menatap Shen Lanxi lama.

  ---

  "Jika kau datang, berarti kau ingin mendengar kebenaran."

  ---

  Shen Lanxi mengangguk.

  "Ya, Yang Mulia."

  ---

  ---

  Kaisar menoleh ke para pejabat.

  ---

  "Siapa yang pertama mengusulkan penangkapan keluarga Shen?"

  ---

  Sunyi.

  ---

  Tidak ada yang langsung menjawab.

  ---

  Ini pertanyaan berbahaya.

  ---

  ---

  Akhirnya seorang pejabat tua berbicara pelan.

  ---

  "Laporan datang dari Kementerian Militer…"

  ---

  "Dan diperkuat oleh Kementerian Hukum."

  ---

  ---

  Mata Shen Lanxi sedikit menyipit.

  ---

  "Jadi bukan satu orang."

  bisiknya pelan.

  ---

  ---

  Kaisar berdiri perlahan.

  ---

  "Kalau begitu…"

  "kasus ini tidak boleh ditutup cepat."

  ---

  "Mulai hari ini, penyelidikan ulang dibuka."

  ---

  ---

  Suasana langsung berubah.

  Beberapa pejabat terlihat tidak senang.

  Beberapa terlihat tegang.

  ---

  ---

  Shen Lanxi menunduk sedikit.

  ---

  "Terima kasih, Yang Mulia."

  ---

  Tapi di dalam pikirannya…

  ini bukan kemenangan.

  ---

  Ini baru pintu masuk.

  ---

  ---

  Saat ia keluar dari aula.

  Nu Bai berbicara.

  ---

  "Tuan…"

  ---

  "Sudah mulai retak."

  ---

  Shen Lanxi menatap langit istana.

  ---

  "Ya."

  ---

  "Tapi retakan ini…"

  "harus jadi runtuhan."

More Chapters