Kabut pagi belum sepenuhnya hilang dari ibu kota.
Namun suasana istana sudah jauh lebih berat dari biasanya.
---
Di ruang kerja pribadi, Kaisar Zhou Chengqian menatap laporan di tangannya lama.
Wajahnya dingin.
Tidak ada emosi yang terlihat.
---
"Penangkapan keluarga Shen terlalu cepat."
"Dan terlalu rapi."
---
Wang Bao yang berdiri di samping hanya menunduk.
Tidak berani menjawab.
---
---
Di sisi lain istana.
Shen Lanxi berdiri di bawah pohon besar di taman belakang istana luar.
Angin pagi membuat ujung pakaiannya bergerak pelan.
---
"Nu Bai."
---
Suara itu terdengar tenang.
---
"Data lanjutan sudah keluar."
---
Shen Lanxi tidak langsung menjawab.
Ia menunggu.
---
"Jejak distribusi perintah penangkapan… melewati tiga kantor."
"Dan salah satunya… Kementerian Militer."
---
Mata Shen Lanxi sedikit menyipit.
---
"Siapa di Kementerian Militer?"
---
Nu Bai berhenti sejenak.
---
"Deputi Jenderal Lu Feng."
---
Shen Lanxi mengulang pelan.
"Lu Feng…"
---
Nama itu tidak asing.
Salah satu orang yang sering hadir di sidang militer.
Dan… dekat dengan garis perang barat laut.
---
---
Shen Lanxi melangkah pelan.
Masuk ke jalur batu kecil di taman istana.
---
"Jadi keluarga Shen dijadikan kambing hitam."
bisiknya.
---
"Dan orang yang sebenarnya mengatur logistik… masih bebas."
---
---
Di kedai teh kecil tidak jauh dari istana luar.
Seorang pedagang biasa sedang menuang teh.
Namun matanya terus mengamati sekeliling.
---
Ketika seseorang masuk, dia langsung berdiri.
---
"Sudah ada pergerakan dari pihak Shen."
---
Orang yang baru masuk itu duduk.
"Dia masih hidup?"
---
"Ya."
"Bahkan… terlihat terlalu tenang."
---
Pria itu tersenyum kecil.
"Menarik."
---
"Biasanya orang yang keluarganya dihancurkan akan menangis atau gila."
---
Dia mengetukkan jari ke meja.
---
"Kalau dia tenang…"
"Berarti dia sedang berpikir."
---
---
Di istana luar, Shen Lanxi berhenti di dekat kolam.
Refleksi wajahnya terlihat di air.
---
Tenang.
Tidak seperti orang yang baru kehilangan segalanya.
---
"Tuan."
Suara Nu Bai terdengar lagi.
---
"Ada satu hal lagi."
---
Shen Lanxi menoleh sedikit.
---
"Lu Feng tidak bergerak sendiri."
---
Shen Lanxi diam.
---
Nu Bai melanjutkan.
---
"Di belakangnya… ada jaringan perdagangan logistik militer."
"Dan aliran dana dari beberapa keluarga bangsawan."
---
Mata Shen Lanxi menjadi lebih tajam.
---
"Jadi ini bukan sekadar fitnah."
---
"Ini operasi bersih-bersih."
---
---
Angin bertiup lebih kencang.
Daun jatuh ke permukaan air.
---
Shen Lanxi menatap refleksinya sendiri.
---
"Kalau aku tarik satu simpul…"
"Semua akan ikut terbuka."
---
---
Di istana dalam, bel tanda sidang pagi mulai berbunyi.
---
Para pejabat mulai bergerak menuju aula utama.
---
Dan hari ini…
akan menjadi hari pertama nama "keluarga Shen" benar-benar dibicarakan di ruang sidang.
---
---
Shen Lanxi menutup matanya sebentar.
Lalu membukanya kembali.
---
"Nu Bai."
---
"Siap, Tuan."
---
"Mulai catat semua orang yang menyebut keluarga Shen hari ini."
---
Matanya dingin.
---
"Kita akan mulai dari mulut mereka."
---
"Lalu kita tarik satu per satu sampai akarnya."
---
---
Ia melangkah menuju aula istana.
Langkahnya pelan.
Tapi pasti.
---
Dan di balik dinding tinggi istana itu…
perang yang sebenarnya baru saja dimulai.
