Ficool

Chapter 9 - BAB 9 — JEJAK FAKSI MENTERI MILITER

Kabut pagi belum sepenuhnya hilang dari ibu kota.

  Namun suasana istana sudah jauh lebih berat dari biasanya.

  ---

  Di ruang kerja pribadi, Kaisar Zhou Chengqian menatap laporan di tangannya lama.

  Wajahnya dingin.

  Tidak ada emosi yang terlihat.

  ---

  "Penangkapan keluarga Shen terlalu cepat."

  "Dan terlalu rapi."

  ---

  Wang Bao yang berdiri di samping hanya menunduk.

  Tidak berani menjawab.

  ---

  ---

  Di sisi lain istana.

  Shen Lanxi berdiri di bawah pohon besar di taman belakang istana luar.

  Angin pagi membuat ujung pakaiannya bergerak pelan.

  ---

  "Nu Bai."

  ---

  Suara itu terdengar tenang.

  ---

  "Data lanjutan sudah keluar."

  ---

  Shen Lanxi tidak langsung menjawab.

  Ia menunggu.

  ---

  "Jejak distribusi perintah penangkapan… melewati tiga kantor."

  "Dan salah satunya… Kementerian Militer."

  ---

  Mata Shen Lanxi sedikit menyipit.

  ---

  "Siapa di Kementerian Militer?"

  ---

  Nu Bai berhenti sejenak.

  ---

  "Deputi Jenderal Lu Feng."

  ---

  Shen Lanxi mengulang pelan.

  "Lu Feng…"

  ---

  Nama itu tidak asing.

  Salah satu orang yang sering hadir di sidang militer.

  Dan… dekat dengan garis perang barat laut.

  ---

  ---

  Shen Lanxi melangkah pelan.

  Masuk ke jalur batu kecil di taman istana.

  ---

  "Jadi keluarga Shen dijadikan kambing hitam."

  bisiknya.

  ---

  "Dan orang yang sebenarnya mengatur logistik… masih bebas."

  ---

  ---

  Di kedai teh kecil tidak jauh dari istana luar.

  Seorang pedagang biasa sedang menuang teh.

  Namun matanya terus mengamati sekeliling.

  ---

  Ketika seseorang masuk, dia langsung berdiri.

  ---

  "Sudah ada pergerakan dari pihak Shen."

  ---

  Orang yang baru masuk itu duduk.

  "Dia masih hidup?"

  ---

  "Ya."

  "Bahkan… terlihat terlalu tenang."

  ---

  Pria itu tersenyum kecil.

  "Menarik."

  ---

  "Biasanya orang yang keluarganya dihancurkan akan menangis atau gila."

  ---

  Dia mengetukkan jari ke meja.

  ---

  "Kalau dia tenang…"

  "Berarti dia sedang berpikir."

  ---

  ---

  Di istana luar, Shen Lanxi berhenti di dekat kolam.

  Refleksi wajahnya terlihat di air.

  ---

  Tenang.

  Tidak seperti orang yang baru kehilangan segalanya.

  ---

  "Tuan."

  Suara Nu Bai terdengar lagi.

  ---

  "Ada satu hal lagi."

  ---

  Shen Lanxi menoleh sedikit.

  ---

  "Lu Feng tidak bergerak sendiri."

  ---

  Shen Lanxi diam.

  ---

  Nu Bai melanjutkan.

  ---

  "Di belakangnya… ada jaringan perdagangan logistik militer."

  "Dan aliran dana dari beberapa keluarga bangsawan."

  ---

  Mata Shen Lanxi menjadi lebih tajam.

  ---

  "Jadi ini bukan sekadar fitnah."

  ---

  "Ini operasi bersih-bersih."

  ---

  ---

  Angin bertiup lebih kencang.

  Daun jatuh ke permukaan air.

  ---

  Shen Lanxi menatap refleksinya sendiri.

  ---

  "Kalau aku tarik satu simpul…"

  "Semua akan ikut terbuka."

  ---

  ---

  Di istana dalam, bel tanda sidang pagi mulai berbunyi.

  ---

  Para pejabat mulai bergerak menuju aula utama.

  ---

  Dan hari ini…

  akan menjadi hari pertama nama "keluarga Shen" benar-benar dibicarakan di ruang sidang.

  ---

  ---

  Shen Lanxi menutup matanya sebentar.

  Lalu membukanya kembali.

  ---

  "Nu Bai."

  ---

  "Siap, Tuan."

  ---

  "Mulai catat semua orang yang menyebut keluarga Shen hari ini."

  ---

  Matanya dingin.

  ---

  "Kita akan mulai dari mulut mereka."

  ---

  "Lalu kita tarik satu per satu sampai akarnya."

  ---

  ---

  Ia melangkah menuju aula istana.

  Langkahnya pelan.

  Tapi pasti.

  ---

  Dan di balik dinding tinggi istana itu…

  perang yang sebenarnya baru saja dimulai.

More Chapters