Pandangan tetua Shin mengarah tajam ke Tetua Tei, ucapannya tenang, namun tampak menekan "apa kau benar-benar bisa mempertanggungjawabkan, perkataanmu ini Tetua Tei?"
Tetua Tei menangkupkan kedua tangannya, ia sedikit menundukkan kepalanya lalu mengangkatnya lagi dengan cepat, "saya bisa mempertanggung jawabkan apa yang saya katakan, jika anda tidak percaya maka coba saja tanya kepada kedua penjaga itu apakah yang saya ucapkan benar atau salah" ucapannya tenang, tidak ada tanda kegugupan di wajahnya sama sekali.
Pandangan tetua Shin beralih kearah kedua penjaga yang berdiri di samping Luo Tian, "apakah yang diucapkan oleh tetua Tei benar?" Tanya tetua Shin, ucapannya tenang, namun aura pembunuhnya tidak bisa ia tahan. Tetua Shin bukan ingin membunuh kedua penjaga itu, melainkan ia ingin menunjukkan otoritasnya sebagai kepala hukum di depan mereka, jika mereka berbohong sekali saja kepadanya, maka mereka bisa saja dieksekusi di aula ini.
Tangan kedua penjaga itu gemetaran hebat, kakinya seolah tidak mampu berdiri lagi. Mereka saling memandang wajah satu sama lain dengan bingung. Apa yang harus aku katakan, jika aku berbohong maka tetua Shin akan mengeksekusi hari ini juga, namun jika aku mengucapkan kebenaran, maka bukan hanya aku menerima hukuman dari tetua Shin, aku juga bakal kena hajar oleh tetua Tei. Pikir penjaga yang berada di sebelah kanan Luo Tian.
Penjaga yang berada di sebelah kiri mengalihkan pandangannya ke arah tetua Shin, ia menjawab dengan suara yang terbata bata, keringat mengucur deras di kepalanya "j-jawab k-kepala t-tetua hukum, ucapan tetua Tei benar, Luo Tian memang menyerang kami tanpa alasan yang jelas"
Pandangan tetua Shin beralih ke Luo Tian. Anak ini belajar aturan klan dan bahkan menghafal seluruh aturan klan sejak kecil, jadi tidak mungkin dia menyerang tanpa sebab yang jelas. Pikir tetua Shin.
Ia perlahan mengalihkan pandangannya ke arah kedua penjaga itu lalu ke tetua Fei. Ohh, ternyata begitu. Tetua Shin tersenyum tipis, dengan pengalamannya selama lebih dari tujuh puluh tahun menjadi tetua hukum, ia tidak mungkin terjebak dengan taktik remeh seperti ini.
Ia perlahan mengalihkan pandangannya ke arah Luo Tian, "Luo Tian, apakah kau ada pembelaan". Ia sudah tau kalau kemungkinan besar Luo Tian bukan pelakunya, namun itu hanya spekulasinya saja, tanpa bukti yang kuat, itu hanya omong kosong.
Walau Luo Tian seorang sampah, dia bukanlah orang yang akan melakukan hal seperti ini. Pikir Luo Shin.
Luo Tian menakupkan kedua tangannya, "Tetua, aku tidak menyerang mereka tanpa alasan, tapi mereka menghalangiku untuk keluar dari kediaman tanpa alasan yang jelas, padahal tidak ada aturan yang jelas yang melarang seseorang untuk keluar dari kediaman, kecuali memang ada masalah dalam klan baru mereka boleh melarangku keluar, namun jelas-jelas di klan tidak ada masalah apapun" Ucap Luo Tian, tidak ada kegugupan sama sekali di wajahnya.
Tatapan Luo Shin beralih ke arah kedua penjaga yang tampak gemetaran, muka mereka mulai pucat, keringat mengalir deras di kepala mereka "kedua penjaga, bagaimana kalian bisa menjelaskan ini".
Kedua penjaga itu tampak tidak bisa berkata-kata, mata mereka saling memandang satu sama lain, "i-itu, t-tetua" Tepat sebelum penjaga itu menyelesaikan ucapannya, tetua Tei memotong ucapan penjaga itu, ia menakupkan kedua tangannya dan menunduk sedikit, "Ketua hukum, apa yang diucapkan oleh Luo Tian adalah sepenuhnya kebohongan, bagaimana mungkin kedua penjaga itu menyerang tanpa alasan yang jelas, pasti karena Luo Tian menyerang duluan dan mereka hanya membela diri"
"Benar, benar, Luo Tian yang menyerang kami duluan" ucap kedua penjaga itu dengan kompak
Luo Tian tersenyum miring ketika mendengar ucapan tetua Tei. Sepertinya orang tua ini sengaja ingin beradu debat denganku, apa dia ingin menggunakan kekuasaannya untuk menekanku? Tapi tentu saja itu tidak berguna di hadapan Tetua Shin. Pikir Luo Tian.
Luo Tian mengalihkan pandangannya ke arah tetua Tei, "tetua Tei tolong jangan membalikkan fakta, jelas-jelas kau tidak ada disana ketika mereka menyerangku" Luo Tian tersenyum licik, "dan tetua Tei, ternyata kau sedikit bodoh, bagaimana mungkin aku yang bahkan belum berlatih kultivasi sama sekali berani menyerang mereka?".
Luo Shin tersenyum tipis ketiks mendengar apa yang diucapkan oleh Luo Tian. Seperti dugaanku, anak ini memiliki bakat dalam bidang hukum, yah tentu saja, diumur tujuh tahun dia sudah menghafal semua aturan klan dan semua taktik perang, jika saja dia fokus untuk belajar hukum lebih giat lagi dan melupakan kultivasinya, mungkin aku bisa menjadikannya muridku, namun dia membuatku kecewa, bukan hanya menyerah, dia bahkan menghabiskan hari-harinya dengan minum-minuman saja, sungguh bakat yang terbuang sia-sia. Pikir Luo Shin.
Tetua Tei sedikit kesal, namun tidak terlihat panik di wajahnya, ia tetap tenang karena ia tau jika ia menunjukkan wajah gugupnya di hadapan Luo Shin pasti Luo Shin akan mencurigainya.
Luo Shin mengalihkan pandangannya ke arah tetua Tei, suara tenang namun tampak mencekam "tetua Tei, bagaimana menurutmu? Apakah seorang bocah yang bahkan belum bisa berkultivasi memiliki keberanian untuk menyerang penjaga kita, bukan hanya satu bahkan dua, apakah kau benar-benar meremehkan penjaga klan Luo" Ucap Luo Shin, ucapannya tenang namun menyudutkan tetua Tei.
"Benar juga, bagaimana bisa bocah yang belum berkultivasi berani bertarung dengan kedua penjaga"
"Ucapan tetua Tei terlalu tidak masuk akal"
Bisik-bisik mulai memenuhi ruang aula, suasana yang tampak tenang berubah menjadi ricuh, para tetua saling menukar pandang, jelas terlihat keraguan di wajah mereka.
Beberapa di antara mereka mengganguk pelan, seolah menyetujui kalau tuduhan ini memang tidak masuk akal bagi mereka.
Tetua Tei tampak sedikit panik, keringat mengalir deras dari wajahnya "pasti bocah itu menggunakan taktik licik untuk mengalahkan kedua penjaga itu"
Luo Tian tersenyum licik ketika mendengar ucapan dari tetua Tei. Akhirnya kau terjebak dalam perangkapku, sayang sekali permainan ini sudah berakhir. Pikirnya.
"Tetua Tei, aku ingin bertanya kepadamu, kau menuduhku menggunakan taktik licik untuk mengalahkan kedua penjaga itu, taktik licik seperti apa yang bisa aku gunakan untuk mengalahkan kedua penjaga itu"
Luo Tian tersenyum miring "tetua Tei, sepertinya kau meremehkan penjaga klan Luo ya, bagaimana mungkin penjaga klan Luo bisa dikalahkan oleh bocah berumur 12 tahun hanya dengan menggunakan taktik licik"
"K-kau" Luo Tei terbata bata, ia tidak mampu membatah apa yang diucapkan Luo Tian.
Ruangan kembali ricuh, Para tetua yang duduk disamping pun mulai menyetujui apa yang diucapkan Luo Tian, bagaimana mungkin bocah berumur 12 tahun mampu mengalahkan penjaga dengan menggunakan taktik licik.
Luo Shin memegang palu yang berukuran setelapak tangan dan menepuknya tiga kali ke meja.
"Duk, Duk, Duk"
Pandangan Luo Shin menyapu keseluruh ruangan ini, "Cukup, jangan membuat keributan di aula hukum ini" Pandangannya kemudian beralih ke Luo Tei, tatapannya tajam, suaranya tegas "Tetua Tei, ucapanmu sedikit tidak masuk akal kan? Bagaimana bisa seorang bocah yang bahkan belum pernah berlatih kultivasi dan cuman memiliki kultivasi Qi condensation tahap satu memiliki kemampuan untuk mengalahkan kedua penjaga itu, bukankah itu sedikit tidak masuk akal" Ucapannya terdengar tenang, mengalir tanpa emosi, namun setiap kata yang keluar tajam seperti pisau.
"I-itu" ucap Tetua Tei terbata-bata, saat ini ia tidak bisa memikirkan cara lain untuk lolos. Sial, tidak kusangka bajingan kecil itu sangat licik, dia bahkan menjebakku sampai seperti ini. Pikir Luo Tei, tatapannya tajam mengarah ke arah Luo Tian.
Ia sudah tau kalau kemungkinan besar Luo Tian yang menjebaknya sampai ia membuat kesalahan seperti ini.
Luo Shin kemudian memukul kembali mejanya lima kali
Duk,Duk,Duk,Duk,Duk.
Pandangan Luo Shin tajam mengarah ke arah kedua penjaga itu seperti pisau "baiklah sepertinya sidang ini tidak perlu dilanjut lagi kaalian berdua terbukti telah melanggar beberapa aturan klan.
"Pertama, aturan klan nomor 31 tentang larangan mengganggu sesama anggota klan, dengan hukuman kurungan selama sepuluh bulan"
"Kedua, aturan klan nomor 3, yaitu mencoba melukai sesama anggota, dengan hukuman lima ratus kali cambukan dan kurungan selama satu tahun"
"Ketiga, aturan klan nomor 9, yaitu menuduh seseorang yang tidak bersalah. Akibat tuduhan kalian, Luo Tian hampir menerima hukuman lima ratus kali cambukan dan satu tahun hukuman kurungan. Oleh karena itu, hukuman tersebut akan dijatuhkan kepada kalian berdua, jadi total hukuman kalian 1000 kali cambukan dan 2 tahun 10 bulan hukuman kurungan"
Tangan dan kaki kedua penjaga itu gemetaran hebat, mereka terjatuh lemas kelantai, wajah mereka tampak pucat seolah seluruh darah tersedot dalam sekejap. Bibir mereka bergetar hebat seolah tak ada kata yang mampu keluar dari mulut mereka.
Keringat dingin mulai mengalir deras dari pelipis mereka "Tetua....Tetua Tei, tolong aku"
Tetua Tei memalingkan pandangannya dari kedua orang itu. Dasar bodoh, kalian malah membuat situasi ini tambah buruk. Pikirnya.
"Lalu Tetua Tei" pandangan Luo Shin beralih ke Tetua Tei yang wajahnya tampak panik, keringat mengalir deras dari kepalanya, tangan dan kakinya gemeteran hebat "karena kau melanggar aturan nomor 9 dengan menuduh orang yang tidak bersalah, kau juga akan menerima 500 kali cambukan dan 1 tahun hukuman kurungan, bukan hanya itu, kau juga melanggar aturan klan nomor 10 dengen menyalahgunakan kekuasaan, karena itu mulai sekarang kau akan dicopot dari jabatanmu sebagai tetua hukum"
Pandangan Luo Shin kemudian beralih ke Luo Tian, "Dan untuk Luo Tian sebagai korban akan menerima kompensasi masing-masing 50 baru Qi spritual dari masing-masing pelaku"
Pandangan Luo Shin beralih ke arah Luo Tei "Luo Tei, apakah kau menerima ini". Wajah Luo Tei tidak bisa menyembunyikan kepanikannya, rencana yang ia kira berhasil sekarang malah berbalik kepadanya, "saya menerima hukuman ini" walau Luo Tei enggan dan tidak ingin menerima hukuman ini, mau tidak mau ia harus menerima hukumannya, ia menakupkan kedua tangannya dan memberi hormat ke Luo Shin.
"Baiklah, sidang sudah selesai" Luo Shin mengetuk meja lima kali dengan palu yang seukuran telapak tangan,"Luo Tian, kau bisa mengambil kompensasinya besok"
