Ficool

Chapter 7 - Bab 3.1. Serigala taring baja

"tetua Luo shin" ucap Luo Tian pelan. Luo Shin mengalihkan pandangannya pelan kearah Luo Tian "ada apa?, apa kau merasa keputusan ini masih kurang bagimu?".

Luo Tian menakupkan kedua tangannya, "tidak tetua, menurut aturan klan nomor 10, setiap anggota klan yang merasa dirugikan oleh orang lain boleh meminta kompensasi atas kejahatan yang dilakukan pelaku" ucap Luo Tian pelan, menurut Luo Tian hukuman saja tidak berguna baginya, ia ingin mendapatkan sesuatu yang menguntungkan baginya.

"Ohh, bukankah kau sudah mendapatkan masing-masing 50 batu spritual dari mereka? Apakah menurutmu itu kurang?" Ucap Luo Shin, ucapannya tenang seperti sebuah sungai mengalir namun tajam seperti pisau.

"Sama sekali, tidak tetua" jawab Luo Tian, tidak ada kepanikan sama sekali diwajahnya, "dalam aturan klan nomor 11, korban memiliki hak untuk menentukan hukuman melalui kompensasi dari harta pelaku, jadi, jika tetua memperbolehkan, aku ingin memilih untuk menukarkan hukuman atas pelanggaran yang mereka lakukan terhadap aturan klan nomor 9 dengan seluruh harta mereka"

"Seluruh harta, apa kau bercanda bajingan" ucap tetua Tei dengan ekspresi terkejut dicampur marah. Anak ini ternyata sangat serakah. Pikirnya dicampur dengan wajah yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutan dan kemarahannya.

"Benar, tetua Luo Shin, tolong dipikirkan lagi, itu harta yang kami kumpulkan dengan susah payah, tolong pikirkan lagi" ucap kedua penjaga itu dengan posisi berlutut, tangan mereka rapat seolah memohon untuk tidak diambil seluruh hartanya.

"Kami rela menerima hukuman apa saja, tapi selain itu" ucap kedua penjaga itu memohon kepada tetua Luo Shin.

Para tetua yang lain pun saling memandang satu sama lain, "memang benar, menukar hukuman dengan seluruh harta itu cukup berlebihan" ucap salah satu tetua disana.

Bisik-bisik memenuhi seluruh ruangan, lalu seketika tenang ketika Luo Shin mengangkat tangan kirinya seolah menghentikan kebisingan yang ada di ruangan ini, ia lalu berkata dengan suara yang tenang, tidak ada tekanan seperti biasanya, "menukar hukuman dengan harta tentu saja boleh, namun bukankah seluruh harta berlebihan?"

Yah memang itu cukup berlebihan sih, lagipula aku tidak mengharapkan kalau bisa mendapat harta sebanyak itu, namun jika aku tidak bilang seperti itu, maka aku tidak akan mendapatkan harta yang cukup untukku berkultivasi. Pikir Luo Tian.

Luo Shin mengangkat tangan kirinya setinggi bahu, seketika cincin yang dipakai oleh tetua Tei dan kedua penjaga itu terlepas dari tangan mereka dan mendarat di tangan Luo Shin.

"Begini saja, aku akan memberimu ketiga cincin penyimpanan ini sekaligus barang-barang yang ada didalamnya" ucap Luo Shin tenang, Ia menggerakkan qi spiritualnya, membuat cincin spiritual itu melayang menuju tangan Luo Tian, "Apa ini cukup untuk memuaskan rasa laparmu?" Ejek Luo Shin.

Ketika Luo Tian menerima cincin penyimpanan itu, ia langsung memasangkannya ke jarinya dan kemudian menangkupkan kedua tangannya ke arah Luo Shin "terimakasih tetua Shin"

Wajah kedua penjaga itu tidak menyembunyikan kekesalannya. Jika saja aku tidak mengikuti rencana tetua Tei, maka aku tidak akan kehilangan cincin penyimpananku. Pikir salah satu penjaga.

Tetua Tei yang melihat cincin penyimpanannya diberikan ke Luo Tian cuman berdiam diri saja,namun ia tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Saat ini ia merasakan penghinaan terbesar dalam hidupnya, bahkan yang lebih membuatnya malu ini dilakukan oleh bocah yang bahkan baru berumur 12 tahun. Jika saja aku tau kalau bocah itu begitu licik maka aku tidak akan mengikuti rencana 'orang itu'. Pikir tetua Tei.

Bukan hanya ia akan menerima hukuman, bahkan cincin penyimpanan pun lenyap. Ia menghela napas. Untung saja aku membawa cincin penyimpananku yang itu, jika aku membawa yang satu lagi maka aku bisa saja jatuh miskin"

"Baiklah sudah selesai, hukuman untuk pelanggaran nomor 9 akan dihilangkan untuk pelaku, jadi total hukuman untuk kedua penjaga cuman 500 cambukan dan kurungan selama satu tahun. Dan untuk Luo Tei, kau akan dicopot dari jabatanmu sebagsi tetau hukum"

"Baiklah sidang selesai, Luo Tian kau bisa mengambil kompensasi Mulu besok"

"Selain Luo Tian, semua orang akan tetap ada disini" ucapannya tidak seperti tadi, tidak ada ketenangan, melainkan aura pembunuh yang melancara ke segala arah. Udara seketika menjadi berat

Para tetua yang hadir disini tidak bisa menyembunyikan kegugupannya.

Luo Tian menakupkan keduanya tangannya dan segera berbalik badan.

Langkah kaki Luo Tian terdengar pelan namun tegas ketika ia meninggalkan aula hukum. Pintu raksasa besi dibelakangnya tertutup perlahan meninggalkan suara yang menggema. Matahari mulai bangkit dari arah timur, angin pagi berhembus liar membawakan aroma tanah basah dan dedaunan liar.

Ia perlahan menatap pintu besi dibelakangnya dengan tatapan kebingungan, seolah ia merasa ada yang aneh, ia sedikit tersenyum tipis. Sepertinya aula hukum ada sedikit masalah. Pikir Luo Tian.

"Lebih baik aku tidak memikirkan itu dulu" Luo Tian kemudian menatap ke arah kiri, tepat ke arah hutan beast "sekarang yang harus aku lakukan adalah meningkatkan kekuatan" ucapnya pelan, ia tau kalau masalah akan mulai sering datang.

Ia melangkah perlahan dan mulai meninggalkan kediaman klan Luo, lalu mengarahkan langkahnya ke arah hutan beast. Angin pagi berhembus pelan, mengibaskan rambut hitamnya yang sedikit panjang.

Di kejauhan, hutan beast mulai terlihat, garis hitam mulai terlihat seolah hutan itu tampak hidup.

Setengah jam kemudian ia tiba tepat di kaki hutan beast, kabut hitam yang menyebar kemana mana seolah udara dan cahaya dari luar tidak mampu untuk menembus kegelapan dari hutan ini.

Aura pembunuh menyebar ke segala arah, bahkan Luo Tian yang belum masuk kedalam hutan pun merasakannya. Sungguh aura pembunuh yang luar biasa. Pikir Luo Tian.

"Jika hutan ini memiliki aura pembunuh yang luar biasa seperti ini, mungkin jauh didalam hutan ini terdapat beast setingkat inti emas, dengan kekuatanku saat ini semoga saja aku tidak bertemu beast setingkat itu" ucap Luo Tian dengan wajah datar dan suasana tenang.

Dengan kemampuan dan tingkat kultivasinya sekarang, jangankan melawan beast setingkat inti emas, bahkan ia ragu bisa melawan beast yang setara dengan Qi condensation tahap lima.

Mungkin jika ia melawan manusia, ia mampu mengalahkan yang berada di ranah Qi condensation tahap 8 hanya dengan pengalamannya, namun menghadapi beast jauh lebih sulit.

Beberapa beast memiliki keganasan dan keunikan tersendiri, cara untuk melawan setiap beast pun berbeda beda, itu yang membuat Luo Tian ragu jika melawan beast yang berbeda beberapa tingkat dengannya.

Luo Tian pun perlahan melangkahkan kakinya ke dalam hutan beast.

Udara menjadi lebih berat, langitnya tampak berubah, dari yang sebelumnya berwarna jingga cerah, sekarang ketika ia memasuki hutan langitnya berubah menjadi berwarna ungu kehitaman.

Aura pembunuh menyebar kemana-mana, jika orang awam masuk mungkin ia akan gemetar ketakutan, namun tidak untuk Luo Tian, ia sudah memiliki pengalaman selama ribuan tahun, aura pembunuh saat ini seperti mainan baginya.

Aroma tanah yang jelas bercampur dengan darah yang samar. Pepohonan menjulang tinggi seperti pilar raksasa.

Tidak lama sekitar Luo Tian berjalan, dari kejauhan, aura pembunuh diikuti suara muncul

Grrrrr

Suara itu rendah, namun penuh ancaman.

Luo Tian mengeluarkan pisaunya dari kedua saku di celananya dan memegangnya di kedua tangannya.

Beberapa detik kemudian, dari arah semak-semak disebelah kanannya bergerak.

Seorang beast berbentuk serigala melompat ke arah ya dan mencoba menerkamnya.

Luo Tian dengan reflek dan gerakan yang presisi langsung melompat ke kanan.

Ia mendarat dengan gerakan yang tampak sempurna, "serigala taring baja"

More Chapters