Ficool

Chapter 8 - Bab 3.2 pertempuran

Serigala bertaring baja itu mendarat di tanah dengan gerakan yang tampak sempurna, ia memandangi Luo Tian seolah sedang melihat daging segar didepannya.

Serigala itu mengeluarkan suara geraman rendah seolah sedang mencoba menakuti dan menggertak Luo Tian.

Luo Tian sedikit menurunkan badannya, ia mengambil posisi bersiap jika beast ini tiba-tiba menyerangnya.

"Sepertinya aku cukup beruntung hanya menemui beast tingkat rendah seperti ini, jika aku tidak salah kultivasinya hanya ada di ranah Qi condensation tahap 4"

Luo Tian sedikit tersenyum, ia sebelumnya sedikit ragu untuk masuk kedalam hutan dengan tingkat kultivasinya yang saat ini, namun untung saja ia hanya menemui beast seperti ini.

Dari arah belakangnya, terdengar suara semak-semak yang bergoyang diikuti dengan geraman rendah.

Tidak sampai sedetik, satu beast serigala bertaring baja muncul dibelakangnya melompat dan mencoba untuk menerkam Luo Tian.

Namun Luo Tian merasa dibelakangnya ada aura pembunuh yang kuat. Dalam satu gerakan yang sangat cepat, ia membalikkan badannya dengan gerakan yang sempurna dan secepat kilat.

Ia memiringkan badannya beberapa inci untuk menghindari terkaman serigala, sementara tangan kanannya melesat keatas, tepat ke arah titik vital leher serigala.

Serigala itu mengeluarkan lolongan kesakitan sebelum ia mati. Bahkan saat tubuhnya jatuh, Luo Tian sudah bergerak cepat untuk mengatasi serigala yang dibelakangnya

Serigala dibelakangnya melompat ke arah Luo Tian, namun Luo Tian sudah merasakannya terlebih dahulu, ia segera berbalik badan dengan gerakan yang sempurna.

Pisau besinya berkilauan saat ia menusuk tepat ke leher serigala yang melompat ke arahnya. Namun dari arah depan dan belakangnya, muncul segerombolan serigala yang berjumlah total dua puluh lima.

Sepuluh tepat di depan Luo Tian, lima dibelang, lima disamping kanannya, dan lima disamping kirinya dengan masing-masing di tahap Qi condensation tahap empat.

Sepertinya bau darah memancing serigala ini kesini. Pikir Luo Tian dengan pisau yang ia pegang erat di kedua tangannya, postur tubuhnya tidak berubah sama sekali.

Angin tajam menerpa wajah Luo Tian. Gerombolan serigala itu menyerang Luo Tian dengan membabi buta, tubuh mereka ditutupi bulu hitam, mata mereka tampak berwarna merah darah ketika menatap Luo Tian, di mulut mereka terdapat taring baja. Ketika mereka menyerang Luo Tian terdapat kegilaan dimata mereka.

Luo Tian segera berlari ke arah depan. Pisau besinya berkilauan saat ia menusuk tepat ke arah mata satu serigala. Kemudian ia menendang jatuh satu serigala yang tampak berusaha mendekat kearahnya.

Luo Tian pun menginjak satu serigala dan menjadikannya batu loncatan untuk ia pergi ke atas pohon.

Mata sedingin es ketika ia menatap serigala yang tampak dipenuhi kegilaan itu. Beberapa serigala meloncat untuk menerkam Luo Tian yang berada di atas pohon.

Namun saat mereka melompat, pisau Luo Tian melayang dan tepat mengenal kepala serigala itu.

Luo Tian melompat mengikuti arah pisau yang ia lempar tadi. Ia menggapai pisaunya ketika ia berada di udara.

Dalam gerakan yang sangat cepat beberaps serigala melompat kearahnya ketika ia masih melayang di udara. Dalam gerakan yang sangat cepat dan penuh presisi, ia menghindari serigala itu ketika ia masih melayang di udara dan menancapkan pisaunya ke leher kedua serigala yang berada disampingnya.

Total Luo Tian sudah membunuh empat serigala.

Jumlah serigala terlalu banyak, bisa-bisa tubuh ini kelelahan terlebih dahulu sebelum aku membunuh semua serigala itu. Pikir Luo Tian, ia tetap fokus menatap ke semua serigala itu.

Namun ia tidak mempunyai banyak waktu untuk berpikir. Tepat ketika mendarat, serigala yang lain sudah mulai menyerangnya secara membabi buta.

Ketika Luo Tian melihat ke arah serigala itu dengan fokus, seketika tatapannya beralih ke cincin penyimpanan milik tetua Tei yang ia berikan sebagai kompensasi.

Tubuh ini memiliki kultivasi tahap satu Qi condensation, pasti memiliki sedikit Qi spritual untuk membuka cincin penyimpanan ini. Pikir Luo Tian.

Berkat pengalamannya selama ribuan tahun, ia mampu menghindar serangan iblis ini sekaligus mengecek apa yang ada di cincin penyimpanan ini.

Di dalam cincin penyimpanan milik tetua Tei ada lima puluh batu Spritual tingkat menengah, tiga kertas jimat yang belum ditulis apapun, hanya kertas jimat kosong dan dua kertas jimat yang bertipe ledakan tingkat 1, dan beberapa pil spritual tingkat menengah.

Bagus, ada dua jimat bertipe ledakan. Pikir Luo Tian sambil menghindari dengan gesit beberapa serigala yang menyerangnya.

Luo Tian tidak mengeluarkan langsung jimat bertipe ledakan itu, ia menunggu waktu yang tepat untuk menggunakannya.

Luo Tian mundur beberapa langkah ke belakang, serigala itu tampak mengepungnya dari segala arah, depan, Kanan dan kiri, hanya belakangnya saja yang tidak ada satupun serigala.

Ia melirik sedikit ke belakang lalu memutarkan seluruh tubuhnya dan berlari sekencang mungkin ke arah belakang yang tidak ada satupun serigala.

Serigala yang melihat Luo Tian berlari mengejarnya dengan membabi buta.

Luo Tian berlari sekencang mungkin, ia sedang menunggu moment yang tepat untuk melempar jimatnya, sesekali ia melihat ke belakang apa sudah saatnya ia melempar jimatnya.

Tiga menit kemudian.

Ia memasuki jalan yang tampak sempit, beberapa serigala tampak mengejarnya dengan rapih dan walau mereka dikuasi kegilaan, namun tidak ada kericuhan dikawanan mereka saat para serigala itu mengejar Luo Tian.

Aneh, biasanya beast yang dikuasai kegilaan akan tidak beraturan dan tidak mempedulikan sesamanya, tapi mereka tampak beraturan sekali, sepertinya pemimpinnya berada di sekitar sini. Pikir Luo Tian.

Luo Tian melirik kebelakang sebentar. Ia memiringkan tubuhnya lalu melompat kearah samping tepat ke arah pohon lalu melompat ke arah pohon satunya dengan lompatan yang lebih tinggi dari sebelumnya, kemudian melompat tepat ke atas para kumpulan serigala.

Kumpulan serigala itu hanya mampu melihat Luo Tian yang melayang di atas kepala mereka.

Luo Tian kemudian mengeluarkan sebuah jimat peledak dari cincin penyimpanannya. Ia mengalirkan jimat peledak itu dengan Qi spritual ke jimat spritual itu melalui jari-jari tangannya.

Jimat peledak itu menyala dengan warna merah api, lalu Luo Tian melemparkan jimat itu ke kumpulan serigala yang tampak hanya bisa melihat Luo Tian melayang di atas kepala mereka.

Tepat ketika jimat itu beberapa Mili di atas para serigala, jimat itu meledak menghanguskan bebeberapa serigala.

Namun tidak semua serigala terluka atau mati, beberapa bahkan masih hidup dan hanya terluka ringan saja, bahkan ada yang masih hidup tanpa terluka sama sekali. Itu karena jimat yang dipakai hanya tingkat satu.

Api menyebar jauh lebih cepat dari biasanya akibat udara aneh di hutan beast ini, membakar beberapa tanaman dan pohon-pohon disekitarnya

Luo Tian tidak membuang waktu-waktu lagi, ia memegang pisau di tangannya dengan erat dan masuk kedalam kobaran api itu untuk membunuh serigala yang tersisa.

Ia tidak ingin membuang kesempatan ini untuk membunuh serigala yang tersisa. Itu karena kepribadiannya dan sifatnya dari dulu, ketika ia masih bernama Tang Xu. Ia sudah melewati banyak rintangan hidup dan mati makanya ia tau, jika ada kesempatan, manfaatkan itu sebaik mungkin.

More Chapters