Ficool

Chapter 2 - Bab 2

Karena keluarga kami berperan besar dalam penaklukan negara karena itu debutanteku di adakan di istana kekaisaran dan itu berlangsung 5 hari. Hari pertama sampai hari ketiga di adakan perayaan penaklukan dan sisa hari perayaan pesta debutanteku dan bangsawan sekalian.

"Besok rapat bersama para manteri bagaimana menurutmu mystiani? kurasa kita setelah merampas hasil perang pasti mereka menyembunyikan beberapa hasil tambang karena mereka negara yang menghasilkan tambang" marquess(ayahku) sambil membuka dan menunjukkan peta dunia pada mystiani.

 "Berarti kita harus menemukan lebih dulu dari pada bangsawan lain. Dan sisa tahan---"

 "Permisi marquess ada hal mendesak dari istana..." selak satu pelayan mendatangi.

 "Dasar mengganggu. Ada apa?" ketus marquess(ayahku) pada pelayan. 

"Baginda kaisar ingin menghadap langsung" izin pelayan. Setelah itu marquess(ayahku) meninggalkan ruang kerjanya dan akupun melanjutkan pekerjaan yang tertunda.

"Lady, tuan duke muda stefmpier mendatangi kediaman dan nyonya marchioness(ibuku) menyuruh lady menyambut tuan duke" ucap pelayan.

 *Sekarang dia menggunakan marchioness(ibuku) untuk mendatangi kediaman grayson seenaknya?. Dalam hati mystiani de agelzyn grayson sambil berjalan menuju rumah kaca.

***

"Sayang, mungkin ini sedikit menggangu tapi 1 bulan lagi di adakan pertunangan putra mahkota" duke gevan li stefmpier melanjutkan obrolan. 

"Setelah pertunangan di resmikan aku ingin kita segera menggelar penikahan. Kamu mau jadi patnerku di pesta tersebut nanti?" duke gevan li stefmpier tersenyum manis.

"Bagaimana kalau aku menolak." mystiani de agelzyn grayson dengan tegas sambil minum teh.

 *Sebaiknya aku memutar otak untuk rencana yang akan di jalankan nanti. Menyedihkan jika harus menikah dengannya. Setidaknya aku selalu berhasil dengan otakku. Dalam hati mystiani de agelzyn grayson.

"Hahaha, istriku aku tahu kamu, sifat kamu karena kita kecil tumbuh bersama, aku tidak bisa mengunjungi kediaman terus karena banyak pekerjaan. Aku akan menunggu jawabanmu lewat surat dan mengirim gaun ke pesta nanti." duke gevan li stefmpier berjalan meninggalkan rumah kaca.

***

"Permisi lady air hangat sudah siap" ucap pelayan. 

 "Tinggalkan kamarku. Jangan ada yang mengganggu" ketus mystiani de agelzyn grayson.

"Baik lady, kalau begitu aku permisi" sambung pelayan. 

"Melelahkan" reflek jengkelnya, sambil mandi dan membasuh.

***

(Sebelum pertunangan dengan duke gevan li stefmpier di adakan, pemilihan tunangan dengan putra mahkota dan salah satu kadidat adalah aku putri sulung marquess mystiani de agelzyn grayson, putri ke tiga count violet vi clauv bakker, dan putri semata wayang grand duke valensya le karl brayzn, kami yang berhasil lolos dari banyaknya kadidat). 

*Byurrrr kenangan menyedihkan terputar kembali, mengambil handuk dan mengeringkan tubuhnya lalu lanjut beristirahat.

 ***

"Lady ini sisa surat untuk besok dan marchioness(ibuku) meminta sarapan bersama lady" ucap pelayan.

"Kalau sudah selesai keluarlah" mystiani de agelzyn grayson ketus. 

"Baik lady kami permisi" pelayan meninggalkan kamar.

Sambil melihat isi surat *yah sepertinya count bakker masih belum bergerak.

***

"Bagaimana perbicangan dengan baginda?" marchioness(ibuku) dengan penasaran.

"Baginda ingin membagikan wilayah hasil perang dengan baron moonstone jadi dia meminta secara pribadi mungkin karena kami cukup dekat" marquess(ayahku) menjelaskan.

sambil makan mystiani de agelzyn grayson terus mengamati perbincangan.

"Ayah tidak sabar sebentar lagi anak kecil kita akan menjadi penerus" sambil tersenyum "Jangan lupa patnermu di pesta pertunangan putra mahkota nanti duke muda gevan li stefmpier" marquess(ayahku) dengan tegas. 

"Akanku ingat ayah" mystiani de agelzyn grayson sambil menggenggam sendok.

"Walau aku tidak sehebat kaka, aku pasti bisa menjadi marquess nanti" cesare de agelz grayson dengan penuh semangat.

 ***

Di ruang kerja marquess grayson aku masih terus melanjutkan pekerjaan seperti biasa.

"Permisi lady, aku membawa makanan sesuai perintah" izin pelayan di depan ruang kerja. 

"Masuklah" jawaku.

Sambil membawa makanan ringan "Sediakan teh juga" pinta mystiani de agelzyn grayson. 

"Baik lady akanku ambilkan" pelayan meninggalkan ruang kerja.

Melihat hasil catatan lama di loker kerja dan melihat sekilas isi dokumen membuatku sedikit terkejut. Dan segera menyimpan dokumen di kamarku tanpa ada seorang yang melihat.

***

"Permisi lady ada hadiah datang dari duke stefmpier" pelayan mengetok pintu dari luar kamar.

 "Masuklah" sambil membuka dan mengecek surat.

"Ini gaun pesta couple dengan tuan duke lady" ucap pelayan.

"Taruh saja pada tempatnya" tanpa melihat hadiah tersebut "Keluar kalau sudah" titah mystiani de agelzyn grayson pada pelayan. 

"Kami permisi lady" sambung pelayan meninggalkan kamar.

Setelah mengecek dokumen tersebut aku sedikit kaget dengan isinya tidak seperti yang kuharapkan dan membuatku sedikit terkejut. Saat masih shock akupun membuka surat dari count bakker yang menawariku saat di pesta kemarin, setelah itu aku membalas dan memberikan jawaban.

***

1 minggu sebelum pesta pertunangan di mulai ada rumor yang beredar putra mahkota membawa gadis dari hasil perang. Rumor mengatakan gadis tersebut akan menjadi selir putra mahkota.

"Putriku menurutmu apa sebaiknya kita menjadi pendukung putra mahkota atau putri ke dua untuk hak suksesi" marquess(ayahku) dengan mata tajam mengintrogasi.

 *Dalam arti lain marquess(ayahku) mengatakan lebih baik memihak yang sudah pasti di takdirkan atau dengan usaha sendiri. Dalam hati mystiani de agelzyn grayson. 

"Menurutku, ayah kita lebih baik mengamati saat pesta pertunangan nanti jika sesuatu yang buruk terjadi barulah kita bergerak mengambil langkah berikutnya" mystiani de agelzyn grayson dengan tegas. 

"Begitu ya kerjakan seperti biasanya putriku" marquess(ayahku) tersenyum meninggalkan ruang kerja. 

*Sepertinya marquess di panggil baginda lagi dan akhir - akhir ini dia pasti akan focus dengan rumor yang beredar. Kenapa orang sepertinya yang menjadi ayahku menjijikan. Dalam hati nada acuh mystiani de agelzyn grayson.

"Permisi lady, tuan duke stefmpier datang" pelayan di depan ruang kerja.

"Suruh orang itu masuk ke kamarku" ketus mystiani de agelzyn grayson. 

"Tapi lady masuk ke kamar lady sebelum menikah merup---" 

"Aku tidak suka mengulangi perkataanku"selak mystiani de agelzyn grayson dengan tegas.

"Kami mengerti lady" pelayan sambil membungkuk meninggalkan ruang kerja.

***

"Istriku tumben sekali mengajak mengobrol di kamar. Nostalgia seperti waktu kecil kita dulu kamu ingat sayang" duke gevan li stefmpier tersenyum.

"Langsung saja ke intinya kenapa lagi?" mystiani de agelzyn grayson ketus.

"Aku sudah mengirim kamu hadiah sudah kamu lihat" sambil minum teh. 

"Iya" menatap tajam ke arah duke gevan li stefmpier. 

"Sayang kamu tidak mau kasih tahu aku? tentang obrolan kamu dengan count bakker kemarin?" duke gevan li stefmpier dengan penasaran.

"Tidak" ketus mystiani de agelzyn grasyon sambil minum teh. 

*Sejujurnya pembicaraan ini tidak terlalu penting jadi, sambil meninggalkan duke stefmpier menghadap ke belakang, akupun berkata "Kalau sudah tidak ada urusan pergilah."

***

Akupun berjalan tanpa sadar ke tempat pelatihan ksatria dan melihat adikku berlatih dengan keras. Dari kejauhan aku memperhatikan betapa keras adikku mempelajari tentang Pelajaran yang pernahku pelajarin dahulu untuk menjadi marquess. 

More Chapters