membutuhkannya nanti. Sebelum lady bertindak sebaiknya anda memperbaiki citra lady" putri kekaisaran kedua ellizabeth blair galespier tegas.
"Aku realitas biarin mereka menilai sendiri" mystiani de agelzyn grayson dengan nada yang seakan-akan penuh dengan dendam.
"Karena yang memegang trend kali ini gadis hasil rampasan perang, aku harap lady menunjukkan sedikit ketulusan dan merebut trend tersebut" putri kekaisaran kedua ellizabeth blair galespier minum teh.
"Yang mulia aku tidak ingin naik ke panggung, kuharap yang mulia mengerti" putri marquess lady mystiani de agelzyn grayson menatap tajam.
"Gadis itu sudah memulai debutnya sejak hari itu dia aktif di kalangan sosial, setidaknya kita harus menujukkan siapa yang memegang kendali" putri kekaisaran kedua ellizabeth blair galespier.
"Jika yang mulia mengingikannya" putri marquess lady mystiani de agelzyn grayson pasrah.
"Lady tahu naga belum punah, ada rumor mengatakan kalau memiliki jantung naga seseorang akan di berkati. Kuharap informasi ini bisa menjadi sebagai lamaran lady, karena kali ini kita harus berhasil" putri kekaisaran kedua ellizabeth blair galespier tersenyum.
"Aku mengerti yang mulia putri, kalau begitu aku pamit undur diri" putri marquess lady mystiani de agelzyn grayson sambil meninggalkan rumah kaca.
***
"Selamat datang lady kami sudah menunggu hari ini marquess meminta lady ke ruangannya" mengantar pelayan ke ruang kerja marquess grayson.
"Masuklah" ujar marquess grayson(ayahku).
"Ada apa sampai memanggilku larut malam seperti ini" mystiani de agelzyn grayson dengan nada dingin.
"Rumornya sudah menyebar, kita harus bertindak tapi karena duke stefmpier tunanganmu masih memihak putra mahkota jadi kita tidak bisa berpaling ke putri grand duke karena pengaruh besar yang menjadikan putra mahkota bisa sampai naik takhta" marquess grayson cemas.
"Ayah tidak usah memikirkan, aku sudah punya rencana sendiri. Lebih baik ayah mengurus perbatasan yang membuka goa untuk perdagangan di perbatasan" mystiani de agelzyn grayson tegas.
"Hanya kamu yang memang bisa di andalkan" marquess grayson(ayahku) merasa lega.
"Aku ingin menginvestasikan dan membangun butik di ibu kota, ini sangat menguntungkan sebagai jangka Panjang" mystiani de agelzyn grayson menjelaskan.
"Masukkan ke dalam kas nanti, tentu saja ayah mendukung" marquess grayson(ayahku) tersenyum sambil meninggalkan ruang kerja.
***
Beberapa hari kemudian akupun memilih beberapa toko di ibu kota, di perjalanan menuju toko dessert aku bertemu dengan duke.
Dia melihatku dari kejauhan lalu menghampiriku.
"Sayang pasti takdir ini kebetulan ya" duke gevan li stefmpier tersenyum.
"Ya, ini kebetulan dari yang kebetulan" mystiani de agelzyn grayson ketus.
*Aku sudah tahu dia mengikutiku dari awal berangkat hingga sekarang. Dalam hati mystiani de agelzyn grayson.
"Masuklah ada yang ingin kubicarakan" mystiani de agelzyn grayson sambil membuka pintu masuk dessert.
"Jangan bilang mau membicarakan pernikahan kita" duke gevan li stefmpier ngeledek.
"Tebakanmu benar" mystiani de agelzyn grayson menghiraukan.
"APAAA???" terkejut membuat yang ada di tempat tersebut juga kaget.
"Duduklah duke" mystiani de agelzyn grayson tegas.
"Akhirnya sayang kamu luluh juga dengan ketampananku" duke gevan li stefmpier tersenyum bangga.
"Ini teh dan dessert terbaik kami silahkan dinikmatin" ucap pelayan beranjak pergi.
"Pesta pernikahan lebih baik di ibu kota saat yang mulia putra mahkota naik takhta, pada musim gugur waktu yang tepat bunga – bunga bermekaran" duke gevan li stefmpier berkhayal.
"Lebih baik di pinggir laut aku ingin mengadakan di sana, kalau duke tidak mau batalkan saja" ketus mystiani de agelzyn grayson sambil minum teh.
"Tentu saja dimana pun tidak masalah" melanjutkan obrolan duke gevan li stefmpier sambil minum.
"Lebih baik duke sendiri yang memeriksa tempatnya" mystiani de agelzyn grayson menatap tajam.
"Lebih calon istriku ini belajar memanggil nama suaminya dengan benar, bukan [dia], [orang itu],[duke]" menatap tajam ke arah mystiani de agelzyn grayson.
*Ayo kendalikan dirimu. Dalam hati duke gevan li stefmpier mikir keras.
"Itu sulit duke" mystiani de agelzyn grayson menatap balik.
*Kenapa dia cantik sekali, betapa beruntungnya aku. Dalam hati duke gevan li stefmpier tersipu malu di tatap balik.
"Bagaimana kalau kutaklukan kerajaan di selatan sebagai mahar pernikahan" duke gevan li stefmpier dengan tekad.
"Tidak. Setelah memeriksa tempat, walaupun terdengar klise cerita dongeng mahar kali ini [jantung naga]" mystiani de agelzyn grayson minum teh.
*Jantung naga membutuhkan waktu 5 bulan untuk ke sana karena wilayah yang sangat jauh menyebrangi beberapa benua di tambah lagi karena cuaca ekstrem kalau di total sekalian memeriksa tempat 2 bulan jadi 7 bulan, ini melewati yang mulia putra mahkota naik takhta, dalam hati duke gevan li stefmpier berpikir keras.
"Tentu saja karena harus mengadakan secepat mungkin, besok aku akan memulai perjalanan" duke gevan li stefmpier tersenyum.
***
Setelah itu duke mengantarkan aku pulang ke kediaman marquess grayson. Perhatikan langkah kaki, sambil memegang tanganku saat turun dari kereta kuda.
"Besok aku akan ke sini untuk berpamitan, jadi tidurlah lebih awal" duke gevan li stefmpier tersenyum.
"Aku mengerti" mystiani de agelzyn grayson ketus.
"Semoga mimpi indah malam ini" mencium keningku lalu bergegas pergi.
*Dia cukup gigih. Dalam hati mystiani de agelzyn grayson menatap pergi kereta kuda.
***
"Sayang kenapa lama sekali..." duke gevan li stefmpier mengeluh.
"Mereka yang lama meriasku" mystiani de agelzyn grayson ketus.
"Apa harus sampai seperti ini" marquess grayson(ayahku) cemas.
"Iya nak, kalau semisalnya tidak mendapatkan jantung naga juga tidak masalah yang penting harus kembali dengan selamat" marchioness grayson(ibuku) sambil memeluk duke gevan li stefmpier.
"Benar asal kembali dengan selamat, kalian kan juga akan segera menikah" marquess grayson(ayahku) cemas.
"Ini mahar yang penting karena permintaan calon duchess" duke gevan li stefmpier sambil tersenyum menghampiriku.
"Permata yang indah harus mendapatkan yang karena porsi tempatnya, tolong rapikan kerah bajuku" duke gevan li stefmpier tersenyum.
*Akupun merapikannya dan mengelus rambutnya, menyedihkan tapi ini lebih baik. Dalam hati mystiani de agelzyn grayson.
"Mana sapu tangannya?" duke gevan li stefmpier nada mengharapkan.
"Ini sapu tangan" sambil memakaikannya di lengan baju tanpa disadari dia mencium bibirku.
"Hei apa – apaan itu, ada banyak orang tahu" cesare de agelz grayson(adikku) terkejut baru datang.
"Seperti kami muda dulu ya hahaha" marquess grayson(ayahku) meledek.
"Mereka juga tidak bertemu waktu yang lama" marchioness grayson(ibuku) meledek senyum.
*Apa yang kulakukan, tanpa sadar. Kenapa harus di depan banyak orang dan juga di halaman sangat tidak romantis. Dalam hati duke gevan li stefmpier menyesal.
"Kalau begitu aku pamit undur diri" duke gevan li stefmpier membungkuk dan pergi.
***
-Beredar di ibu kota rumor duke stefmpier pergi untuk membunuh naga banyak rakyat yang mendukung dan mendo'akan-
"Kalian sudah mendengar rumor kalau duke stefmpier membunuh naga?"
"Apa kali ini duke stefmpier membuat Sejarah baru"
"Hebat kita punya duke"
"Dia pantes jadi pahlawan"
Perbincangan beberapa rakyat saat ini.
***
-Count bakker yang sudah menjalankan rencana rutin mengirimi ku surat-
Di rapat dewan mereka membahas tentang penaklukan untuk meluas kekaisaran
"Seperti yang anda tahu putra mahkota saat ini baginda dengan kondisi kurang sehat"
"Lebih baik kita langsung bertindak dan mulai bergerak"
"Tapi kita juga harus mengulur waktu, karena pendapat duke stefmpier juga penting"
"Tidak bisa karena terlalu lama untuk duke stefmpier kembali, Tetapi---"
Ujar beberapa dewan di ruang rapat.
"CUKUP -!! Kita akhiri rapat di sini kalian pikirkan jalan keluarnya" putra mahkota dengan tegas keluar ruang rapat.
