Ficool

Chapter 13 - CH 11 - Teratai Roh Kesucian (SC)

Di bawah naungan rembulan yang terang benderang, Tian Zi terbang dengan kecepatan tinggi di atas pedangnya, memasuki Negara Qinghe lebih dalam.

Angin malam yang sejuk memukul wajahnya, membawa rasa lega yang meluap setelah pertarungan tadi.

“Sudah sejauh ini seharusnya dia tidak akan menemukan kita, 'kan?” tanya Tian Zi masih menyimpan sedikit kekhawatiran.

Mao Qiao mengangguk kecil, wajahnya yang biasanya serius kini sedikit tenang. “Ledakan energi barusan seharusnya cukup untuk menyembunyikan kepergian kita. Tapi, untuk berjaga-jaga tetap sembunyikan auramu.”

Tian Zi tidak menolak, bahunya yang tadinya tegang kini lebih kendur. “Tapi, aku penasaran kenapa hanya dia yang datang? Di mana keluarga kerajaan lainnya?”

Mao Qiao juga awalnya merasa bingung. Jelas-jelas mereka telah menghancurkan formasinya, tidak mungkin mereka belum menyadarinya juga.

“Entahlah. Ini bisa di anggap suatu keberuntungan, tapi bukan berarti hal baik untukmu juga. Ke depannya kau harus lebih berhati-hati. Kita secara tidak langsung telah melawan mereka, cepat atau lambat keluarga kerajaan pasti akan mengumumkan informasi ini dan meningkatkan pengawasan.”

Tian Zi mengangguk. Dia tidak boleh membuat masalah yang tidak sengaja seperti ini kembali terulang, dan menciptakan musuhnya sendiri yang akan menggangu jalannya.

"Oh, iya. Sebelumya saat aku berhadapan dengannya, entah kenapa Api Misteriusku tiba-tiba bergerak, seperti ada sesuatu yang mempengaruhinya.”

Mao Qiao melihat Tian Zi dengan mata cerah. “Kau yakin?”

Tian Zi mengangguk, membuat Mao Qiao tiba-tiba menunduk. “Jika begitu, ini bukanlah suatu kebetulan. Sebenarnya aku juga merasakan hal yang serupa, seperti ada semacam energi aneh yang sangat kacau di dalam tubuh wanita itu.”

“Energi aneh?”

Mao Qiao masih berpikir, dia sendiri masih tidak yakin dengan penilaiannya. Namun tiba-tiba, pikirannya terhenti saat ia merasakan ada aura yang mendekat. Ia segera mengangkat kepalanya dengan kaget, pandangannya tertuju ke kejauhan di belakang mereka.

Melihat perubahan yang tiba-tiba itu, Tian Zi bertanya bingung, “Ada apa? Apa ada sesuatu?”

Mao Qiao tidak segera menjawab, matanya masih menatap ke kejauhan dengan ekspresi tak percaya. Dia mengaktifkan mata emasnya, melihat sosok cantik Yue Qingzhu di kejauhan yang sedang menuju ke arahnya.

“Gawat! Dia ada di belakang kita!” teriak Mao Qiao, wajahnya menjadi pucat.

Tian Zi segera mengikuti arah pandangan Mao Qiao, tapi tidak melihat apa-apa selain kegelapan dan cahaya bintang yang berkelap-kelip. Saat matanya bersinar, dan jangkauan penglihatannya meluas, barulah ia menemukan sosok Yue Qingzhu yang hampir mengejar.

“Tidak mungkin! Bagaimana dia dapat menemukan kita sedangkan aku sudah menghilangkan jejak sesamar mungkin?” Tian Zi berkata dengan ekspresi tak percaya.

Mao Qiao menggeleng dengan pahit. Dia masih mempertahankan mata emasnya, melihat Yue Qingzhu dengan seksama. Mungkin dia memiliki semacam harta langka yang dapat melacak keberadaan mereka. Namun setelah lama meneliti, ia tak kunjung menemukan keberadaan dari harta itu.

Mao Qiao bingung. Ia mencoba melihatnya sekali lagi, dan tak lama kemudian pandangannya tertarik pada cahaya bersinar dari simbol yang ada di dahi wanita itu.

“Persepsi jiwa?” Mulutnya berbisik, wajahnya masih belum memberikan kepastian yang jelas. “Tapi, kami telah menyembunyikan aura sekecil ini, seharusnya dengan persepsi jiwa saja tidak cukup. Kecuali...” Suaranya terhenti saat matanya tiba-tiba membelalak. “...Ahli Persepsi?”

Tian Zi bingung melihat Mao Qiao yang terus bergumam. Dia kembali melihat ke belakang, kali ini jarak mereka berdua hanya sekitar dua li. Tian Zi berdecak pahit.

“Sebenarnya apa yang sedang kau bisikan? Dia sudah tepat di belakang kita. Jika tidak segera melakukan sesuatu akan sangat sulit bagi kita untuk lolos lagi!” Tian Zi meringis.

“Percuma saja melarikan diri, dia tetap akan menemukan kita,” ucap Mao Qiao dengan suara rendah.

“Apa maksudmu dia akan tetap menemukan kita?”

“Aku juga sebenarnya masih tidak yakin, tapi jika penilaianku tidak salah, seharusnya wanita itu adalah Ahli Persepsi.”

“Ahli Persepsi?” Tian Zi tercengang mendengar itu. “Bukankah sosok seperti itu sangat langka, bahkan kelangkaannya melebihi keberadaan alkemis? Bagaimana di tempat terbelakang seperti Negera Qinghe ini tersembunyi ahli misterius seperti itu?”

“Ini yang membuat aku tidak yakin. Bahkan saat aku dan Quan Zi masih berada di Alam Abadi Kuno, ahli dengan identitas seperti itu sangat jarang terdengar, dan sekalinya itu muncul banyak ahli-ahli besar yang ingin mendapatkannya. Reputasinya tak kalah dengan master alkemis tingkat tinggi.”

Tian Zi terdiam, dia sudah mengetahui hal itu karna Mao Qiao pernah menceritakannya sekali saat ia masih melakukan pelatihan panjang di hutan terlarang. Tapi meski begitu, dia masih tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak tertegun.

“Lalu bagaimana? Tidak mungkin aku biarkan diriku tertangkap begitu saja.”

“Aku hanya tahu, Ahli Persepsi adalah seseorang yang telah meningkatkan persepsi mereka ke tingkat lanjut, tapi cara kerjanya tetap sama seperti persepsi jiwa pada umumnya. Hanya saja tidak tahu seberapa luas jangkauannya dan apa saja yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan pelacakan, karna memang aku belum pernah menghadapi ahli seperti itu sebelumnya, jadi tidak tahu di mana keberadaan titik lemahnya.” Mao Qiao menggeleng dengan pahit. Pandangannya tertuju ke depan. “Lagi pula jika kita terus terbang seperti ini, kita mungkin akan menarik perhatian banyak orang di depan sana.”

Tian Zi melihat ke depan, tampak sebuah kota yang ramai dengan lampu-lampu kuning yang berkelap-kelip seperti bintang yang jatuh ke bumi.

Rumah-rumah berjajar rapi, dihubungkan oleh jalan-jalan batu yang diterangi oleh lentera-lentera merah. Ada banyak kerumunan orang di bawah yang tampaknya sedang berbelanja, juga gerbang masuk yang dijaga oleh dua pengawal yang memegang tombak panjang.

Tian Zi menghentikan pedangnya, ia tak mungkin untuk melewati jalan ini meskipun berada di udara sekalipun. Karena identitas Yue Qingzhu yang berasal dari keluarga kerajaan, tentu ketika melewati tempat itu akan banyak orang yang menyadarinya, akan sangat berbahaya baginya sebagaimana dia adalah orang yang sedang di kejar sekarang. Mungkin paling buruknya, orang-orang itu akan ikut mengejarnya juga.

“Bagaimana ini?” Suaranya terdengar panik, terlebih lagi saat Tian Zi berbalik, matanya menangkap sosok hijau yang cemerlang bagaikan cahaya giok, yang tak lama kemudian akhirnya berhenti juga tak jauh darinya. Itu adalah Yue Qingzhu yang berhasil mengejar.

“Tidak pergi lagi?” Yue Qingzhu menatap Tian Zi dengan acuh tak acuh. Matanya beralih pada lampu-lampu kota di depan sana yang di penuhi banyak orang. Ia tiba-tiba tersenyum tipis, senyum yang tidak mencapai matanya yang dingin.

Melihat senyum dingin itu, ekspresi Tian Zi pahit. Ia mengambil napas dalam-dalam sebelum kedua tangannya di tangkupkan perlahan. “Dewi ini, kenapa harus membuat masalah ini semakin rumit? Ini sungguh adalah kesalahpahaman. Saya tidak ada maksud mengganggu Anda apalagi sampai memata-matai kerajaan. Jika Dewi masih tidak percaya, saya sebenarnya berasal dari negara ini juga hanya saja tidak pernah keluar.”

Tian Zi mengeluarkan papan kayu yang langsung di lemparkan ke arah Yue Qingzhu. Itu adalah plakat Sekte Longyun yang di dapatkannya dari Mao Qiao sebelum dia memasuki Negara Qinghe.

“Sekte Longyun...?”

Yue Qingzhu membaca tulisan yang ada pada plakat kayu. Alisnya sedikit mengernyit saat ia mencoba memahami tulisan yang agak sedikit samar itu, terlebih lagi dari desain plakat yang sederhana, seharusnya ini bukan berasal dari tempat-tempat yang besar. Suaranya menjadi tajam saat mulutnya kembali berkata.

“Tidak pernah mendengar nama sekte ini. Kau... mencoba mengelabuiku?”

Tian Zi terkejut, tidak mengharapkan jawaban ini yang keluar. Sebagai keluarga kerajaan, tentu mereka sangat mengenal semua wilayah negara, bahkan tempat-tempat terpencil yang ada di sudut sekalipun. Tapi bagaimana sekelas Sekte Longyun, yang walaupun belum genap seratus tahun berdiri, mereka sama sekali tidak mengetahuinya?

“Dewi pasti bercanda. Meskipun sekte ini tidak memiliki sejarah panjang, tapi itu sudah berdiri di Kota Ming hampir dua generasi. Tidak mungkin Dewi tidak pernah mendengarnya.” Tian Zi mencoba membela.

Tatapan Yue Qingzhu sedingin es, sebelum niat membunuh menyelimuti matanya. Rambut hitam dan gaun hijaunya yang bersih mulai berkibar saat suaranya menggema di antara langit kosong, “Keluarga kerajaan selalu mengenal setiap jengkal tanah di negara ini, setiap sekte, setiap keluarga kecil yang tidak terpandang sekalipun. Tapi untuk nama sekte ini, aku bahkan belum pernah mendengarnya. Kau... memang berniat untuk mengelabuiku!”

Melihat sosok cantik Yue Qingzhu yang berwibawa, seperti dewi yang sedang menghukum para penjahat, hati Tian Zi sedikit bergetar.

Setelah tak ada lagi yang perlu di ucapkan, Yue Qingzhu mulai bertindak. Dengan gerakan yang halus dan teratur, ia mengangkat tangannya lembut. Dari atas telapak tangannya yang putih dan bersih, satu jarum perak sebesar jepit rambut muncul, memancarkan cahaya keemasan di bawah sinar bulan. Jarum itu mungkin hanya sepanjang jari, namun selain ujungnya yang tajam yang bisa menembus baja, tampilannya juga mewah dan kaya.

Dengan jentikan jari yang halus, jarum perak itu melesat meninggalkan tempatnya, menghasilkan riak samar saat itu menusuk ke arah Tian Zi dengan kecepatan luar biasa.

Tian Zi menelan ludah, wajahnya tampak jelek saat ia melihat Yue Qingzhu yang langsung bertindak begitu saja. Buru-buru ia mengambil pedangnya, menebas ke arah jarum perak dengan segenap kekuatan.

Berlama-lama menahan kekuatan yang terkandung dari jarum perak itu, tubuh Tian Zi terdorong mundur dan berputar di udara. Ekspresinya terlihat pucat saat ia mengangkat wajahnya dan melihat Yue Qingzhu yang kali ini sudah di kelilingi oleh sepuluh jarum perak.

Sring, sring, sring!

Setelah menebas habis sepuluh jarum perak, Tian Zi mengusap pedangnya perlahan, memberikan sentuhan energi spiritual yang langsung menyelimuti seluruh pedangnya. Cahaya hijau pucat yang terang berkedip-kedip di tengah-tengah langit malam.

“Tebas!”

Tian Zi melambaikan tangannya saat mulutnya menjerit dengan keras.

Segera, gelombang sabit tercipta dari pedangnya, menembak ke arah Yue Qingzhu yang pada saat itu langsung membentuk sebuah perisai emas yang membungkus tubuhnya.

Bang!

Ledakan tercipta. Sisa-sisa dari energi pedang membentuk semacam kabut spiritual yang menutupi sebagian langit.

Yue Qingzhu dengan anggun merapikan gaun sutranya yang sedikit terusik. Wajahnya yang bagai lukisan dewi rembulan sedikit berkerut. Serangan barusan memang tak menggoyahkan fondasinya, namun tetap saja terasa bagai duri kecil yang menusuk.

Pandangannya yang setajam pedang terarah pada sosok Tian Zi yang mulai menjauh, bagai burung layang-layang yang terbang menjauhi sarang. Alisnya yang sehalus ulat sutra menukik tajam, bibirnya berbisik dengan nada dingin yang menusuk tulang, “Ingin pergi?”

Namun, setitik darah bagai bunga plum merekah di sudut bibirnya.

Wajah Yue Qingzhu yang seputih salju seketika kehilangan warnanya, energi di dalam tubuhnya bergejolak tak terkendali bagai naga yang mengamuk. Matanya yang bagai bintang jatuh tertuju pada langit yang dihiasi bulan purnama sempurna.

Hatinya mencelos, suaranya tercekat serak, “Aku... terlalu lama berada di luar...”

Berlama-lama menatap bulan perak yang memancarkan cahaya yang menyesakkan dada, Yue Qingzhu tampak kehilangan arah, sebelum kemudian menarik kembali pandangannya ke arah Tian Zi yang hampir mencapai kota.

Mao Qiao, dengan kesetiaan seorang bayangan, diam-diam mengawasi setiap gerak-geriknya.

Meskipun gangguan misterius dari dalam tubuhnya mengancam untuk menghancurkan keseimbangan energinya, dan jika tidak segera diredakan akan berakibat fatal, tapi ia juga tak mungkin membiarkan seorang penyusup lolos begitu saja. Niat membunuh kembali membara di matanya, bagai api yang siap melahap segalanya.

“Harus segera mengakhiri ini.”

Dengan gerakan anggun, teratai perak emas muncul dari telapak tangannya yang seputih gading. Nyala api emas yang cemerlang mulai menari-nari di sekelilingnya, kelopak-kelopaknya mekar perlahan dengan keindahan yang mematikan.

Setelah dipadatkan dengan energi spiritual yang luar biasa, teratai itu dengan cepat membesar, berlipat ganda hingga puluhan kali lipat ukurannya. Energi dahsyat yang terkandung di dalamnya menciptakan riak halus yang menggetarkan udara, membuat setiap orang dalam radius seratus meter akan merasakan ancaman yang mematikan ini.

(PERWUJUDAN TERATAI ROH KESUCIAN) 

Mao Qiao yang sedari tadi mengamati setiap perubahan pada Yue Qingzhu, segera memperingatkan Tian Zi dengan suara panik yang memecah kesunyian.

“Gawat! Bentuk ini terlalu mencolok. Itu akan menarik perhatian orang-orang. Cepat hentikan dia!“

Tian Zi yang masih enggan menghentikan pedangnya menoleh untuk memastikan. Pemandangan teratai raksasa yang memancarkan nyala api emas yang megah dengan suara percikan api yang terdengar bagai bisikan maut, membuat wajahnya menjadi pahit sejenak.

“Kenapa wanita ini begitu keras kepala? Apa dia masih tidak mengerti juga? Jika bukan karena ingin menghindari masalah yang tidak perlu, aku pasti sudah melawannya sedari tadi.”

Tian Zi mulai memutar otak mencari solusi. Ia tidak boleh membuat gerakan yang dapat menciptakan ledakan besar.

“Tidak ada pilihan lain...” Ekspresinya berubah menjadi serius, suaranya terdengar dingin dan tanpa emosi.

Dengan gerakan memutar tubuh yang anggun namun cepat, Tian Zi melambaikan jubahnya. Energi api yang murni dan dahsyat menyelimuti sebagian lengan jubah hitamnya, bagai naga api yang siap menerkam. Suaranya menggelegar di antara langit malam.

“API EKSTRIM!”

Saat teratai itu meluncur ke arahnya dengan kecepatan yang tidak mengejutkan, kabut api biru yang mengandung aura dingin menabrak teratai roh dan membungkusnya dalam lapisan es yang mematikan. Dalam sekejap mata, teratai roh itu membeku, sebelum kemudian hancur menjadi debu yang tak berarti.

Di bawah, kerumunan orang yang berjalan dan berbelanja masih belum menyadari pertarungan dahsyat yang terjadi di langit. Hanya beberapa orang dengan tingkat kultivasi yang cukup tinggi yang merasakan keanehan sesaat.

Mereka mendongak ke langit yang gelap, dihiasi bintang-bintang yang berkelap-kelip dan bulan purnama yang cemerlang. Ekspresi mereka bingung, tak menemukan apapun yang mencurigakan, sampai aura yang sebelumnya mereka rasakan menghilang begitu saja. Mereka pun mengabaikannya, kembali larut dalam kesibukan masing-masing.

Tubuh Yue Qingzhu terdorong mundur beberapa kaki. Wajahnya tercengang, bibirnya berucap dengan nada tak percaya. “Aura ini... api? Seorang Alkemis?”

Dari balik kabut dingin yang agak transparan itu, berkat persepsinya yang tajam, dia dapat merasakan kekuatan api yang menakutkan terkandung di dalamnya. Namun, tangannya yang seputih gading mulai gemetar dan pucat karena suhu ekstrim yang merambat ke sarafnya.

“Tapi... kenapa sangat dingin?” gumam Yue Qingzhu dengan napas yang mulai mengembun di udara.

Ia menatap sisa-sisa kabut biru yang masih menari di langit dengan dahi berkerut dalam. Ini jelas merupakan energi api, dia bisa merasakannya melalui persepsinya yang tinggi. Tapi entah kenapa sensasi yang menyerang kulitnya justru seperti es dari puncak gunung abadi? Terlebih lagi itu sama sekali tidak memiliki efek panas layaknya sifat api pada umumnya.

Ia terdiam sejenak, mencoba memproses keanehan di depannya. Menurut pengetahuannya bahkan Api Langit tingkat tinggi sekalipun tidak memiliki sifat aneh seperti ini.

Saat masih memikirkannya, Tian Zi secara terang-terangan kembali bertindak, jemarinya membentuk segel dalam serangkaian gerakan yang begitu cepat hingga nyaris tak terlihat.

“SEGEL!”

Suaranya menggema. Udara berdesir, merespon perintah Tian Zi yang membangkitkan pola-pola formasi yang sebelumnya tersembunyi.

Segera, titik formasi mulai bersinar dengan cahaya yang memancar dari inti energi. Garis-garis hijau yang sehalus benang sutra namun sekuat urat naga merajut jaring-jaring energi dan melesat ke langit, bertemu di satu titik di atas kepala Yue Qingzhu, lalu melengkung ke bawah, membentuk kurungan cahaya yang berkilauan.

Yue Qingzhu terperangkap di dalamnya dengan wajah tercengang. Meskipun ia memiliki persepsi yang tajam, tapi karna terlalu fokus pada pertarungan ia jadi tak menyadari pola-pola tersembunyi yang Tian Zi tanamkan dengan cara diam-diam.

Ahli Formasi? “Siapa kau sebenarnya?” tanya Yue Qingzhu dengan sikap tertegun namun gelap.

Tian Zi tak begitu mempedulikan pertanyaannya, kembali menghadap saat mulutnya berkata dengan suara rendah, “Cukup sampai di sini. Mohon Dewi untuk tidak memperumit masalah ini ke depannya. Saya sungguh tidak bermaksud melakukan apa yang Dewi curigakan sebelumnya.”

Setelah mengatakan itu Tian Zi berbalik pergi, melewati keramaian orang di bawah yang meskipun beberapa di antara mereka melihatnya, namun sama sekali tak mencurigainya.

Yue Qingzhu menyaksikan sosok Tian Zi yang perlahan mengecil di kejauhan dengan wajah kebingungan. Orang itu pergi begitu saja?

Formasi ini mungkin tidak berada di tingkat yang tinggi karna di buat dengan tergesa-gesa dan tidak teratur, yang tentu saja dengan kemampuan Yue Qingzhu, dia dapat dengan mudah keluar dengan cara menghancurkannya.

Tapi, walau begitu tetap saja membutuhkan waktu bagi Yue Qingzhu mengumpulkan kekuatan, dan dalam waktu itu sudah cukup bagi Tian Zi untuk memberikan beberapa serangan. Tapi dia malah memutuskan untuk pergi.

Apa benar ini hanya kesalahpahaman?

berlama-lama menatap sosok kecil yang akhirnya menghilang di telan langit, bibir Yue Qingzhu terasa pahit saat memikirkannya. Ia kembali teringat ucapan pemuda itu sebelumnya.

”Sekte Longyun... Kota Ming....” Yue Qingzhu mengambil napas lembut, menenangkan dirinya. ”Sejak kapan negara ini memiliki ahli kuat seperti itu? Ayahanda tidak pernah menceritakan ini sebelumnya.”

Tak lama kemudian, ia mulai merasakan energi dalam tubuhnya semakin kacau, mengakibatkan kepalanya pusing sejenak dan penglihatannya menjadi buram.

“Harus cepat kembali...” Suaranya lemah, wajahnya pucat pasi. Yue Qingzhu buru-buru mengumpulkan kekuatan, menghancurkan formasi menjadi kepingan kaca, lalu berbalik pergi menuju istana dengan agak sempoyongan.

More Chapters