Ficool

Chapter 17 - CH 15 - Iblis Kelelawar

Sang pemimpin kelelawar terkejut melihat bawahannya yang mati. Suaranya menggema di tengah-tengah rawa.

“Siapa di sana? Berani sekali ikut campur. Keluarlah!”

Tak kunjung juga muncul, tiba-tiba tiga pedang terbang melesat dari langit, kecepatannya yang menakjubkan membuat tiga kelelawar lain terbunuh tanpa mereka sempat bertindak.

Ekspresi pemimpin kelelawar memucat, ia bahkan tak bisa merasakan datangnya serangan itu. Saat kepalanya diangkat, pandangannya langsung tertuju pada sosok pemuda kurus yang kini menggantung di antara langit-langit.

Dengan perlahan, Tian Zi menjatuhkan dirinya tepat di dekat tubuh Gu Yao yang sudah mengering. Menyadari bahwasannya dia masih bernapas meskipun telah kehilangan setengah dari darahnya, buru-buru Tian Zi mengeluarkan pil berwarna merah darah dari cincinnya.

Setelah memasukkannya ke dalam mulut Gu Yao, pandangan Tian Zi di lempar pada dua ahli yang terduduk lemah di batang pohon, sebelum kemudian terhenti pada ahli lain yang tergeletak tak jauh darinya.

Di lihat dari auranya yang sudah padam, Tian Zi bisa memastikan bahwa orang itu sudah tak lagi bernyawa.

Di kejauhan, pemimpin kelelawar yang sedari tadi memperhatikan tindakannya, tak lagi dapat menahan setelah apa yang terjadi pada anggotanya. Mata merah darah kini telah menjadi lebih pekat saat ia mengayunkan salah satu sayapnya, dan ujungnya yang tajam, seperti tulang atau membran keras, menghasilkan tebasan angin yang tercemar oleh energi jahat.

Tian Zi yang masih mencoba membaca situasi dikejutkan oleh serangan yang datang dari belakangnya. Dengan gerakan diam-diam, salah satu pedang terbangnya bergerak cepat, mendarat lebih dulu di tangannya sebelum tebasan angin itu sempat menyayat tubuhnya.

Sring!

Seperti kertas yang terpotong menjadi dua, serangan itu akhirnya menghilang dalam remang-remang.

Tian Zi mengangkat kepalanya, alisnya mengerut saat menemukan sosok manusia kelalawar yang menggantung dua puluh meter di atas permukaan. Mulutnya berbicara, “Ternyata masih ada yang tersisa.”

Pemimpin kelelawar itu terus mengepakkan sayapnya, tatapannya tak pernah beralih sedikitpun, malahan niat membunuh terpampang jelas dari sana.

“Manusia, berani ikut campur dan membunuh orang-orangku. Aku cincang tubuhmu sampai tak tersisa!” Suaranya terdengar serak dan gelap.

“Dia... bisa berbicara?” Tian Zi terkejut. Ia memperhatikan makhluk itu dengan seksama, lalu berbisik pelan, “Makhluk jenis apa dia? Dari auranya, seharusnya berada di tingkat tiga tahap awal. Tapi bagaimana sudah memiliki kesadaran spiritual?”

Mao Qiao muncul di atas pundaknya. “Memang cukup aneh. Biasanya, kesadaran spiritual akan bangkit saat makhluk tersebut telah mencapai tingkat lima, kecuali jika mereka memiliki garis keturunan yang istimewa. Tapi, jika di lihat dari wujud makhluk itu, dia sepertinya manusia kelelawar biasa.”

“Manusia kelalawar? Ternyata ada makhluk seperti itu juga.”

Mao Qiao diam sejenak, sesaat kemudian ekspresinya tiba-tiba berubah, tanpa sadar mengaktifkan mata emasnya yang cemerlang. “Energi merah ini... itu energi iblis! Dia adalah Iblis Kelelawar!”

“Iblis Kelalawar?” Tian Zi tampak bingung.

“Tidak aneh dia sudah memiliki kesadaran spiritual. Makhluk yang memiliki energi iblis biasanya akan jauh lebih cepat membangkitkannya dari pada makhluk buas biasa,” lanjut Mao Qiao. “Tapi, dari mana mereka mendapatkan energi iblis itu?”

Di depan, Iblis Kelelawar tiba-tiba menghentikan kepakan sayapnya sejenak, membuat postur tubuhnya kaku di udara. Dadanya terlihat berkontraksi kuat, seperti sedang memproses sesuatu dalam rongga mulutnya.

Dalam hitungan detik, setelah Iblis Kelelawar itu berdesis, lendir merah gelap menggenang di dalam mulutnya. Cairan itu tampak menggelegak kecil atau berbusa, seperti mengandung racun yang melumpuhkan.

Dengan sentakan keras dari leher dan rahang cairan merah itu menyembur dengan cepat, meninggalkan jejak bau busuk saat itu menembak jatuh ke arah Tian Zi.

Melihat serangan jarak jauh yang tak terduga, Tian Zi secara naluriah mengangkat pedangnya yang sudah diselimuti cahaya hijau pucat.

“Jangan menangkisnya! Menghindar!” teriak Mao Qiao segera.

Mendengar peringatan Mao Qiao yang tiba-tiba, Tian Zi terkejut sejenak. Ia segera mengubah gerakannya, dan dengan langkah kaki yang gesit tubuhnya di lempar ke samping, berguling menghindari semburan itu.

Syuuut!

​Begitu cairan merah menyentuh permukaan tanah yang lembap, terdengar suara desis yang mengerikan, diikuti oleh asap abu-abu tipis yang mengepul.

Tian Zi menghela napas, merapikan posisinya dan jubahnya yang sedikit berantakan. Ia menoleh ke arah Mao Qiao, berkata dengan suara rendah, “Kenapa tiba-tiba menyuruhku menghindar? Peringatan mendadak seperti itu sangat berbahaya!”

“Kau jangan coba-coba menangkisnya dengan Energi Spiritual. Cairan itu bukan hanya racun biasa, tapi juga mengandung sebagian besar energi iblis kuat.“ Mao Qiao menelan ludah, wajahnya memucat mengingat apa yang ia ketahui.

“Racun ini tidak hancur atau netral saat berkontak dengan Energi Spiritual. Justru, energi spiritual yang murni akan bertindak sebagai katalis yang memperkuatnya. Jika kau menangkisnya tadi, racun itu akan langsung menyerap Qi di pedangmu dan meledak dengan kekuatan yang jauh lebih mematikan. Untuk mereka yang berada di bawah tingkat tiga, itu akan berpotensi merusak dantian, dan untuk yang di atasnya mereka akan mengalami kelumpuhan beberapa menit.”

Tian Zi melempar pandangannya pada tempat di mana cairan itu jatuh. Tanah hitam di Rawa Kabut itu seketika berubah warna menjadi keunguan gelap, lalu larut, meninggalkan lubang kecil yang menganga. Bau busuk yang tadi tercium kini bercampur dengan bau asam yang tajam dan menyengat.

“Ternyata begitu,” gumam Tian Zi, wajahnya tampak serius melihat bekas korosi di tanah. Kini ia mengerti mengapa harus menghindar dari serangan itu.

“Lalu, apa yang harus aku lakukan jika dia menyemburkan cairan itu lagi? Tidak mungkin aku terus lari dan menghindarinya 'kan?” tanya Tian Zi cepat.

“Tentu saja kau juga bisa melawannya. Selain dengan api misteriusmu yang dapat membekukan cairan itu, karna sifat dinginnya yang ekstrim akan menghilangkan sifat korosifnya lalu menetralkannya secara fisik. Bisa juga dengan mengontrol qi ke tingkat pasif, menciptakan lapisan qi yang sangat tipis di sekeliling senjata.”

“Mengontrol qi ketingkat pasif?” Tian Zi mengerutkan keningnya. “Itu adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki kendali atas Qi yang sangat halus dan mendalam.”

Mao Qiao membenarkan ucapannya. “Sekurang-kurangnya, mereka yang ada di Lapisan Ketiga bisa melakukannya. Karena dengan lapisan qi yang sangat tipis yang berfungsi sebagai isolator sempurna, itu tidak akan memberikan reaksi katalis yang memicu efek racun saat energi iblis pada cairan merah itu menyentuhnya. Dan berkat hal itu, memungkinkan senjata secara fisik memecah semburan cairan menjadi tetesan yang tidak efektif.”

“Aku mengerti,” gumam Tian Zi.

Ia segera menutup matanya sepersekian detik, Energi Spiritual di dantiannya mulai berputar dengan kecepatan tinggi. ​Ia tidak membiarkan qi keluar dan melingkupi pedangnya dengan kuat, melainkan memaksanya untuk menipis, menahan fluktuasinya, dan berada dalam keadaan stabil, hampir diam.

Dalam hitungan detik, bilah pedangnya terselubung oleh aura Qi yang hampir tak terlihat, seolah hanya lapisan film tembus pandang yang menempel erat pada logam.

​Saat Tian Zi membuka mata, pemimpin Iblis Kelelawar itu sudah menyelesaikan persiapannya.

​RROAAAKKKK!

​Dengan raungan serak Iblis Kelelawar itu memuntahkan cairan merah, kali ini ukurannya jauh lebih besar dah bahkan tak pernah berhenti dalam waktu lama.

​Tian Zi tidak gentar. Dengan kecepatan yang jauh melampaui kultivator seumurannya, ia melompat maju, mengayunkan pedangnya ke arah cairan itu.

​SRAAKKKK!

​Pedang yang dilapisi qi pasif terus menerobos cairan merah tersebut. Benar saja, itu efektif. Alih-alih meledak atau bereaksi, cairan merah pekat itu terpotong menjadi dua dan segera terpecah menjadi jutaan tetesan kecil yang tersebar di udara, kehilangan momentum dan kekuatannya. Tetesan itu jatuh ke tanah tanpa menimbulkan reaksi korosif sekuat sebelumnya.

Iblis Kelelawar itu terkejut, sebelum matanya tiba-tiba membelalak melihat kehadiran Tian Zi yang sudah berada tak jauh di hadapannya.

Dengan empat pedang terbang yang kini kembali berkumpul di sisinya, itu menyatu menjadi satu, menciptakan pedang yang lebih besar.

“Sampai di sini!” gumam Tian Zi, suaranya dingin dan tegas.

​Iblis Kelelawar itu menjerit melengking, berusaha mengepakkan sayapnya untuk menghindar. Namun, pedang yang kini diselimuti Energi Spiritual yang kuat itu meluncur lurus ke depan, didorong oleh kekuatan fisik murni dan fokus qi yang terkonsentrasi.

Pedang itu menembus pertahanan udara di depannya dan menancap tepat di dada Iblis Kelelawar.

​Pyaarrr!

​Dinding tulang dan otot tebal makhluk tingkat tiga itu terbelah dengan suara robekan yang mengerikan. Energi Spiritual murni Tian Zi, yang kini dilepaskan dalam ledakan terfokus, mengalir dari pedang, menghancurkan inti energi spiritual dan organ vital di dalam tubuh Iblis Kelelawar.

​Jeritan Iblis Kelelawar itu terpotong seketika. Matanya memutih, dan tubuhnya yang besar, yang beberapa saat lalu tampak mengancam, kini lunglai.

More Chapters