Ficool

Menara tanpa bayangan

zxaura
28
chs / week
The average realized release rate over the past 30 days is 28 chs / week.
--
NOT RATINGS
270
Views
Synopsis
Seorang pengembara tiba di desa misterius tempat menara hitam muncul setiap tengah malam. Saat suara dari menara memanggilnya sebagai pewaris, ia harus mengungkap rahasia gelap di dalamnya sebelum menjadi korban berikutnya.
VIEW MORE

Chapter 1 - Desa yang dilupakan

Di ujung peta kerajaan Arkhavel, ada sebuah desa kecil bernama Loras.

Desa itu tidak tercatat di buku sejarah mana pun. Bahkan para pedagang yang melewatinya sering berkata satu hal yang sama:

"Jika kau melihat menara hitam di tengah hutan, jangan pernah mendekat."

Namun tentu saja, selalu ada seseorang yang melanggar peringatan.

Namanya Raka.

Raka datang ke desa itu saat musim hujan belum lama dimulai. Ia bukan penduduk setempat. Ia seorang pengembara yang mencari sesuatu yang bahkan ia sendiri tidak sepenuhnya pahami.

Malam pertama di desa Loras terasa aneh.

Tidak ada suara serangga.

Tidak ada anjing menggonggong.

Hanya suara angin yang seperti berbisik di antara pepohonan tua.

Saat Raka sedang duduk di penginapan kayu yang hampir kosong, pemilik penginapan tiba-tiba berkata dengan suara pelan.

"Jika kau ingin hidup lama, jangan keluar setelah tengah malam."

Raka mengangkat alis.

"Kenapa?"

Wanita tua itu tidak menjawab langsung. Ia hanya menatap jendela yang menghadap ke arah hutan.

Lalu berkata pelan.

"Karena setelah tengah malam… menara itu mencari penghuni baru."

Raka tertawa kecil.

Ia sudah mendengar banyak cerita aneh selama perjalanannya.

Namun malam itu, tepat saat jarum jam melewati pukul dua belas…

Tanah di desa Loras mulai bergetar.

Pelan.

Sangat pelan.

Seperti sesuatu yang sangat besar… sedang bangun dari tidur panjangnya.

Raka berdiri dan membuka jendela.

Di kejauhan, jauh di tengah hutan gelap…

Ia melihat sesuatu yang membuat darahnya membeku.

Sebuah menara hitam perlahan muncul dari kabut.

Dan di puncaknya…

Ada sosok manusia berdiri.

Menatap langsung ke arahnya.

Padahal jaraknya hampir satu kilometer.

Namun Raka bisa merasakan satu hal dengan jelas.

Sosok itu…

tersenyum.

Dan tepat saat itu, suara bisikan muncul di telinga Raka.

"Selamat datang… pewaris berikutnya."