"selamat tuan kevin, anda diterima untuk pekerjaan ini"
Kalimat itu meluncur tenang dari bibir pria paruh baya di depanku, seolah yang baru saja ia umumkan bukanlah sesuatu yang mampu membuat tekanan darahku naik tiga tingkat sekaligus.
Aku menelan ludahku, berusaha menjaga ketenangan ku dihadapannya, kalimat selamat barusan terus berputar-putar di kepalaku bintang imajiner yang biasa muncul dalam kartun-kartun
Semua ini bermula dari malam itu ...
2 minggu lalu, jarum jam dinding di kamar apartemenku sudah menunjukkan pukul 11 malam, suasananya begitu tenang dan tentram yang bahkan satu-satunya suara yang aku dengar hanyalah suara jam yang berdetak dan suara keyboard laptop yang aku tekan panah bawah nya
Mataku menyapu dan membaca tiap lowongan yang tertampil di layar, informasi dan setiap persyaratan aku perhatikan dan saat dirasa kurang cocok denganku maka aku skip
Aku sangat membutuhkan pekerjaan paruh waktu, bukan untuk membeli game ataupun barang impian, melainkan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan sekolahku
Aku tinggal jauh dari ibuku, ayahku sendiri sudah meninggal 2 tahun lalu sehingga memaksa ibuku menjadi tulang punggung pengganti, alasanku tinggal jauh sendiri dikarenakan aku akhirnya keterima di akademi favorit yang tentunya sayang apabila di lewatkan begitu saja
namun sayangnya jarak akademi cukup jauh dari tempat tinggalku, kondisi itu memaksaku untuk pergi ke apartemen murah yang jaraknya sendiri tidak jauh dari akademi. meskipun ibuku mengatakan untuk tidak perlu khawatir tentang biaya nya—karena dia akan mengurusnya untukku, namun tetap saja aku tak bisa terus merepotkannya, terlebih aku masih memiliki adik yang juga masih bersekolah yang mana ini pasti akan memberatkannya
Untuk itulah aku memutuskan mencari lowongan pekerjaan paruh waktu supaya aku bisa mengurus sebagian kebutuhan ku sendiri dan meringankan beban ibuku
Untuk itulah aku selalu mencari dan melamar lowongan pekerjaan paruh waktu yang aku temukan, baik di poster jalanan ataupun di internet, malam hari adalah waktu yang aku manfaatkan untuk mencari lowongan yang sekiranya tidak menggangu waktu sekolahku, setiap tekanan jari di keyboard laptop terus terdengar hingga akhirnya...
jariku berhenti menekan
Aku berhenti dan menatap pada sebuah lowongan menarik yang terpampang di layar laptop ku
[Di cari asisten yang kompeten untuk mendampingi sang model ternama—pelajar dipersilahkan untuk melamar]
Hal pertama yang langsung terlintas di kepalaku adalah
"Ini pasti penipuan ... mana mungkin ada tawaran pekerjaan dengan gaji yang tergolong besar dan pelajar dipersilahkan mendaftar?" Gumamku
Benar, berdasarkan pengalaman-pengalaman yang aku dapatkan dari berbagai penolakan sewaktu melamar pekerjaan, hampir semua manajer beralasan bahwa karyawan yang dalam status pelajar dan bekerja paruh waktu itu akan memiliki kinerja yang kurang dibandingkan karyawan-karyawan bekerja penuh waktu
Hal itu disebabkan oleh kemungkinan tabrakan jadwal kerja dan jadwal sekolah, tidak hanya itu, pelajar juga tidak bisa fleksibel dalam waktu karena harus membagi waktu kerja dengan waktu sekolah, yang akibatnya saat terdapat karyawan yang izin ataupun sakit dan harus ada yang menggantikan sementara, maka akan merugikan operasional
Aku sendiri tak bisa menyalahkan itu, habisnya itulah kenyataan yang aku rasakan.
