Ficool

Chapter 2 - Bab 1.2, Tang Xu

Empat orang berdiri diatas langit, mengelilinginya dan menutup jalan kabur untuknya.

Sebenarnya ia sudah tau kalau akhir seperti ini akan terjadi ketika ia masuk kedalam ibu kota kekaisaran Zhou. Ia sudah menduga kalau ada jebakan didalam sini, namun ia tetap masuk, karena ia mengincar sesuatu yang sangat penting untuk menyempurnakan buku dan teknik rahasianya.

Yaitu 'slaughter demon divine fire'

Api ilahi yang sangat kuat, peringkat 3 dari daftar ilahi serta dikenal sebagai salah satu api ilahi yang memiliki sifat yang jahat dan paling susah ditaklukkan, hanya orang yang memiliki energi pembunuhan dan pembantaian yang sangat kuat dan harus memiliki hati yang tampak ampun dan kejam.

Itu membuatnya sangat sulit ditaklukkan.

Karena kekuatannya yang sangat kuat yang mampu membakar serta menyerap esensi kehidupan seseorang yang membuatnya disegel jauh didalam Kekaisaran Zhou, hanya orang tertentu yang bisa melihatnya.

Namun itu belum semuanya. Api ilahi ini memiliki kemampuan yang menakutkan,semakin banyak aura pembunuhan, pembantaian, serta jiwa yang ia telan, maka kekuatannya akan terus meningkat tanpa batas.

Dan seharusnya di ibu kota ini terjadi sayembara dan turnamen untuk menaklukkan berbagai jenis api, salah satunya 'slaughter demon divine fire'. Namun rencana itu dibatalkan karena Tang Xu mencurinya terlebih dahulu, dan karena tindakannya itulah yang membuatnya jatuh kedalam jebakan yang telah lama dipersiapkan untuknya.

Tang Xu mencoba berdiri, namun kakinya terasa lemas dan tubuhnya hampir tak memiliki tenaga. Luka di tubuhnya makin buruk, ia sudah kehilangan banyak sekali darah. Saat ini ia berada dalam kondisi paling lemah sepanjang hidupnya.

Bahkan sebelum sinar cahaya itu menghantamnya, ia sudah terluka parah akibat pertarungan tanpa henti melawan empat orang itu.

Selama lima hari lima malam penuh tanpa henti, ia terus bertarung melawan Klan Liu, Klan Xiao, Xu, serta dua sekta besar lainnya.

Pertempuran tanpa jeda itu telah menguras seluruh kekuatan dan energinya, hingga tubuhnya kini nyaris tak mampu lagi menopang dirinya sendiri. Apalagi ia sekarang sudah terluka sangat parah bahkan ia bisa mati kapan saja.

"Tang Xu, dasar bajingan, kau sudah membantai banyak orang dari klan dan sekteku, kau sungguh keji dan tak termaafkan, kami mewakili langit untuk membunuhmu" Ucap Xu Lin, ketika ia mengatakan ini, tak ada lagi aura suci yang biasanya terlihat disekitarnya, aura suci itu telah dikalahkan oleh niat membunuh yang sangat kuat, walau niat membunuh itu tak sekuat milik Tang Xu. Ia menatap ke arah bawah, menatap seorang pemuda berambut merah yang berdiri di samping banyak mayat yang berserakan di tanah, mayat yang bukan hanya penduduk asli ibu kota kekaisaran Zhou, melainkan ada juga dari klan Liu, Xiao, Xu serta dua sekte besar lainnya. Ia menatap Tang Xu demgan tatapan kebencian, marah dan jijik.

"Bajingan Tang, serahkan buku menjijikan itu kepadaku dan aku akan memberimu kematian yang cepat" Suaranya menggelegar kemana mana, ia memegang kapak besar yang diselimuti oleh nyali api yang berkobar dengan tangan kanannya. Aura api yang panas memancar dari tubuhnya, menyapu ke segela arah membuat udara seketika bergetar.

"Tang Xu, kau iblis sialan, 100 tahun yang lalu kau menghinaku dihadapan banyak orang dan mengambil kesucianku dan membuatku kehilangan gelar wanita suci klan Liu, membantai seluruh keluarga dan sekte saya. Sejak saat itu, aku berusaha terus untuk membunuhmu, saat ini aku ingin kau matii!!!" Ucap Liu Xue, tak ada lagi keeleganan wanita di mukanya, hanya ada keinginan niat membunuh yang besar dimatanya dan bahkan sampai terlihat diwajahnya, kalau ia begitu besar membenci lelaki berambut merah itu.

"Iblis bajingan, kau telah membunuh banyak orang dari sekteku dan klanku, hari ini aku ingin kau mati" Ucap Ju Ziyue, banyak orang yang mati akibat pertarungan selama lima hari lima malam ini, dan salah satunya adalah sekte Ju Ziyue, yaitu Bunga abadi.

Darah mengalir dari banyak luka di tubuhnya, hanya berdiam diri disana sebentar, sudah ada sebuah genangan darah di bawah tubuhnya.

Tang Xu mengangkat kepalanya ke arah langit, menatap tepat ke arah Ju Ziyue, tatapannya dipenuhi dengan banyak pertanyaan, dan sudah tak ada lagi kebencian dimatanya seperti dahulu lagi. Sudah lebih dari seribu tahun sejak klannya dibantai, lebih dari 5 ribu tahun ia mengalami pasang surut kehidupan.

Setiap ada asap pasti ada api.

Setiap yang kita lakukan ke orang lain pasti akan berbalik kembali ke kita. Namun sampai saat ini Tang Xu masih tak mengerti kenapa Ju Ziyue tega menghancurkan klan Tang.

Namun pada akhirnya ia mengerti satu hal. Tak peduli apa alasan Ju Ziyue membantai klan Tang. Di dunia kultivasi yang kejam ini, kebenaran tidak ditentukan oleh alasan, melainkan oleh kekuatan. Klan Tang musnah bukan karena kesalahan mereka, tetapi karena mereka terlalu lemah untuk melawan takdir yang dipaksakan oleh yang kuat.

Empat orang itu melayang di langit, mengelilingi Tang Xu dari segala arah.

Tak ada lagi jalan untuk keluar dari situasi ini.

Itu adalah kesimpulan yang jelas kalau ia akan mati hari ini.

Tak ada lagi penyesalan di hatinya, ia sudah membalaskan dendam orang tuanya, melakukan semua hal yang ia sukai. Ia juga tak menyimpan dendam terhadap semua orang yang menyerangnya hari ini.

Jika hari ini ia mati, berarti ia tidak cukup kuat, itu saja.

Jika ia berburu hari ini, mungkin ia akan diburu oleh orang lain besok.

Itu adalah hukum karma didunia ini, roda tak akan berhenti berputar.

Di dunia ini, kekuatan adalah segalanya, kata kebaikan hanyalah kedok untuk menyembunyikan kejahatan mereka.

Melihat Matahari telah naik menggantikan bulan, Tang Xu tersenyum tipis, cahaya fajar menyinari wajahnya, "matahari hangat terbit menggantikan bulan yang dingin, ada yang menganggap Matahari sebagai kutukan ada juga yang menganggap matahari sebagai berkah"

Tang Xu menatap ke arah langit, pandangannya tenang, seperti sebuah sungai yang mengalir pelan "mungkin bagi kalian semua, yang aku lakukan keji, menjijikan dan tanpa ampun, namun bagiku hal yang aku lakukan adalah hal yang benar karena aku menganggap ini benar, karena hatiku mengganggap ini benar"

"Kalian semua mungkin menganggapku sebagai iblis karena aku telah membunuh orang, namun kalian juga pernah membunuh orang kan? Dan jangan anggap kalau hari ini aku yang menyebabkan pembantaian ini, kalian juga terlibat akibat kematian ribuan orang"

Tak ada yang berani membantah apa yang Tang Xu ucapkan, semua orang hanya diam diri, karena yang Tang Xu ucapkan hampir sebagian besar benar.

Beberapa detik kemudian, Xiao Chen mengangkat kapak yang diselimuti oleh api dan mengarahkannya ke arah Tang Xu, "jangan banyak bicara iblis, semua manusia yang mati itu karena perbuatanmu, kau yang membunuh mereka semua"

Tang Xu tersenyum tipis, seolah tak ada lagi yang bisa ia bicarakan.

Di dunia ini, pemandangan seperti itu bukanlah sesuatu yang aneh. Yang lemah dan sedikit jumlahnya akan selalu disalahkan oleh mereka yang banyak dan berkuasa, sementara kebenaran dikubur oleh kesombongan orang-orang yang tak pernah mau mengakui kesalahan mereka.

More Chapters