Ficool

Napas Terakhir Langit Giok

Fahri_Ys
14
chs / week
The average realized release rate over the past 30 days is 14 chs / week.
--
NOT RATINGS
718
Views
Synopsis
Di timur benua Xianlu, langit pernah terbelah oleh satu tarikan napas. Para tetua menyebutnya Napas Langit Giok energi purba yang memberi kehidupan pada gunung, sungai, dan manusia. Selama ribuan tahun, napas itu mengalir diam-diam di bawah tanah, memilih siapa yang layak menyentuh keabadian. Namun pada malam ketika dua bulan sejajar, napas itu berhenti. Dan bersamaan dengan itu, seorang anak lahir di desa paling terpencil, tanpa akar spiritual, tanpa takdir yang tertulis.
VIEW MORE

Chapter 1 - Bab 1: Anak Tanpa Akar

Desa Qinghe diselimuti kabut pagi saat Li Yun membuka matanya.

Atap bambu reyot di atas kepalanya berderit pelan. Bau tanah basah dan ramuan kering memenuhi ruangan sempit itu. Seperti biasa, ia bangun lebih cepat dari matahari—bukan karena rajin, tapi karena tubuhnya selalu terasa berat, seakan energi dunia menolaknya.

"Bangun lagi sebelum ayam," gumam wanita tua di sudut ruangan.

Itu Nenek Mo, satu-satunya keluarga Li Yun. Rambutnya memutih seperti abu dupa, matanya tajam meski tubuhnya rapuh. Ia sedang menggiling obat dengan alu batu, gerakannya lambat namun pasti.

Li Yun duduk, menahan batuk.

"Aku bermimpi aneh lagi, Nek."

Nenek Mo berhenti.

"Mimpi tentang apa?"

"Langit retak… dan ada suara yang memanggil namaku."

Alu batu jatuh ke lantai.

Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, wajah Nenek Mo kehilangan ketenangannya.

"Kau tidak boleh menceritakan mimpi itu pada siapa pun," katanya pelan, tapi nadanya tajam seperti pisau. "Terutama pada murid Sekte Langit Putih."

Li Yun mengangguk, meski tak mengerti.

Semua orang di Qinghe tahu satu hal:

Li Yun tidak memiliki akar spiritual.

Di dunia di mana anak-anak diuji sejak usia tujuh tahun untuk memasuki sekte kultivasi, Li Yun gagal total. Batu Penguji bahkan tidak bersinar sedikit pun saat disentuhnya. Sejak hari itu, ia dijuluki "Anak Kosong."

Takdirnya seharusnya sederhana: hidup singkat, mati tanpa jejak.

Namun pagi itu, saat Li Yun melangkah keluar rumah, tanah di bawah kakinya bergetar halus.

Tak ada yang menyadarinya.

Tak ada yang melihat cahaya hijau samar merambat di bawah permukaan bumi menuju tepat ke arah jantung Li Yun.

Di kejauhan, di puncak gunung tertinggi Xianlu, seorang pria bermata tertutup perlahan membuka matanya.

"Napas Langit… akhirnya menemukan wadahnya."

Dan takdir pun mulai bergerak.