Ficool

Chapter 3 - BAB 3 — Insting yang Terbangun

Suara benturan menggema di seluruh jalan.

BOOOOM!!

Tubuh Kang Tae Hyun terpental, menghantam sisa-sisa mobil yang sudah hancur. Logam ringsek di belakangnya, serpihan beterbangan.

Debu naik ke udara.

Beberapa Hunter tersentak.

"Itu… dia terpental?!"

"Monster itu makin cepat!"

Makhluk itu tidak memberi waktu.

Dalam satu langkah—

Ia sudah berada di depan Tae Hyun.

BRAK!!

Tinju raksasa menghantam.

Tae Hyun mengangkat lengannya—

CRAAACK!!

Tubuhnya terdorong masuk ke tanah, retakan menyebar di aspal seperti jaring laba-laba.

Untuk sesaat—

Dia tidak bergerak.

"Dia… mati?" bisik salah satu Hunter.

Tiba-tiba—

KRSSHHH!!

Tanah pecah.

Tae Hyun berdiri.

Pelan.

Darah tipis mengalir dari sudut bibirnya.

Lengannya sedikit gemetar.

"…lumayan."

Matanya terangkat.

Dan kali ini—

Tidak ada lagi senyum santai.

Kekuatan meningkat.

Adaptasi cepat.

Tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa.

Monster itu meraung.

Energi merah meledak dari tubuhnya, membentuk gelombang tekanan.

Beberapa Hunter langsung terpental.

"ARGH!!"

"Tidak bisa mendekat—!"

Seorang Hunter Rank B melangkah maju, memaksa dirinya berdiri.

"Semua mundur! Kita bantu dia—!"

Dia mengangkat pedangnya, aura mana berkumpul.

"Kalau kita serang bersamaan—"

WHOOSH!!

Monster itu menghilang.

"—?!"

BOOOOM!!

Tubuh Hunter itu terhempas ke tanah.

Darah menyembur.

Pedangnya terpental jauh.

Tae Hyun melihat itu.

Matanya sedikit menyipit.

Terlalu banyak korban.

Di kejauhan—

Seorang anak kecil terjebak di balik mobil terbalik.

Menangis.

Monster lain mulai mendekat ke arahnya.

Tae Hyun menghela napas pelan.

Tidak bisa ditunda lagi.

Dia melangkah maju.

Satu langkah.

Udara di sekitarnya berubah.

Tidak terlihat.

Tapi terasa.

Seolah tekanan tak kasat mata menyebar dari tubuhnya.

KRZZZT—

Petir kecil muncul.

Lebih terang dari sebelumnya.

Langit merespons.

Awan berkumpul lebih cepat.

Para Hunter membeku.

"Apa… itu?"

"Dia… bukan Hunter…"

Monster utama berhenti.

Matanya menatap Tae Hyun.

Instingnya berteriak.

Bahaya.

Tae Hyun menutup matanya sejenak.

Menarik napas dalam.

Buka satu gerbang saja.

Di dalam tubuhnya—

Energi mulai mengalir.

Melalui jalur-jalur yang tidak terlihat.

Meridian.

WHOOOOM!!

Matanya terbuka.

Dalam sekejap—

Dia menghilang.

Monster itu mencoba bereaksi—

Terlambat.

DUAAAAK!!!

Satu pukulan menghantam perutnya.

Gelombang kejut meledak.

Udara terdistorsi.

Tubuh monster itu terangkat dari tanah.

Untuk pertama kalinya—

Ia kehilangan keseimbangan.

"GILA…!"

"Itu bukan kekuatan manusia…!"

Tae Hyun sudah bergerak lagi.

Lebih cepat.

Lebih tajam.

DUAK! DUAK! DUAK!!

Serangan bertubi-tubi menghantam titik yang sama.

Retakan menyebar di tubuh monster.

Lebih dalam.

Lebih jelas.

Monster itu meraung marah.

Energi merah meledak liar—

BOOOOM!!

Ledakan besar memaksa Tae Hyun mundur.

Debu menutup pandangan.

Sunyi.

Lalu—

Siluet besar keluar dari debu.

Monster itu… berubah.

Lapisan hitam di tubuhnya retak.

Energi merah bocor keluar seperti lava.

Auranya meningkat drastis.

"Dia… berevolusi?!"

"Tidak mungkin… di tengah pertarungan?!"

Tae Hyun berdiri diam.

Menatap perubahan itu.

Menarik.

Namun—

Di dalam dirinya—

Sesuatu merespons lebih kuat.

KRZZZZT—!!

Petir menyambar lebih jelas.

Menyelimuti lengannya.

Di langit—

Awan berputar.

Dan untuk sesaat—

Bayangan seekor naga terlihat jelas.

Monster itu mundur setengah langkah.

Ketakutan.

Tae Hyun menyadarinya.

"…jadi kamu bisa merasakan juga."

Namun—

Dia menghembuskan napas pelan.

Petir itu… padam.

Para Hunter tertegun.

"Kenapa dia berhenti…?!"

"Dia bisa menghabisinya—!"

Tae Hyun melangkah maju lagi.

Tenang.

Belum saatnya.

Monster itu meraung dan menyerang dengan seluruh kekuatannya—

Dan Tae Hyun…

Menyambutnya.

Dengan tubuh yang diperkuat.

Dengan teknik yang lebih dalam.

Tapi kali ini—

Dengan sesuatu yang mulai terbangun.

~~~•

More Chapters