Ficool

Chapter 10 - CH 08 - Keterampilan Ruang

Seminggu telah berlalu, Tian Zi tampaknya sudah puas melihat-lihat, semuanya sudah tidak jauh berbeda lagi dengan sebelumnya. Namun, ia juga mulai merasa bosan. Sudah seminggu mereka terus melakukan ini, selain kadang turun untuk beristirahat, tidak ada hal lain lagi yang mereka lakukan.

“Sebenarnya, ke mana kita akan pergi? Kenapa masih belum sampai juga?” tanya Tian Zi, dia belum sempat menanyakan ini karna sebelumnya dirinya terlalu bersemangat.

“Bagian Barat Daya Alam Yin-Yang."

“Barat Daya?” Tian Zi mengulanginya, konsep geografi dunia luar ini masih abstrak baginya.

Mao Qiao meraih selembar peta kulit tipis dari dalam jubahnya yang ia rampas dari ahli Sekte Phoenix Emas, lalu membentangkannya di udara. Energi spiritual menahannya agar tidak tertiup angin.

“Lihatlah. Ini adalah area Timur Laut yang merupakan perbatasan antara Alam Yin-Yang dan Alam Abadi. Tapi kita tidak sedang berada di sana, melainkan area timur yang agak lebih condong ke tenggara. Untuk mencapai Barat Daya, yang merupakan sudut terpencil Alam Yin-Yang, jalan yang lebih aman adalah lewat sini.” jelas Mao Qiao, menunjuk kedua titik yang berjauhan di peta.

“Butuh berapa hari untuk sampai?”

“Hari?” Mao Qiao menatapnya geli. “Kau terlalu meremehkan luasnya dunia ini. Meskipun Alam Yin-Yang adalah yang terkecil dari dua alam lainnya, tapi luasnya masih tak dapat diukur. Dengan kecepatan pedang terbangmu yang masih terikat dengan ranah, mungkin... satu tahun adalah waktu yang paling cepat.”

“Apa! Satu tahun? Kau sedang tidak bercanda denganku, 'kan?”

“Untuk apa aku bercanda denganmu? Ini adalah realitas dunia luar,” kata Mao Qiao sedikit tegas.

“Tapi... satu tahun itu bukanlah waktu yang sebentar. Lagi pula untuk apa kita pergi ke sana? Jika Area Timur Laut merupakan perbatasan Alam Abadi, maka Barat Daya adalah ekor dari Alam Yin-Yang. Di dataran terbelakang seperti itu, memangnya apa yang bisa kita temukan?”

“Aku tidak pernah bilang kita akan mencari keberuntungan di sana. Terlebih lagi satu tahun itu jika menggunakan pedang terbang, lain lagi dengan cara melintasi ruang!” Ia menyimpan kembali peta di tangannya, sengaja menggantung kalimatnya.

“Jika bukan untuk keberuntungan, lalu apa lagi?”

“Apa kau lupa? Sekte Phoenix Emas adalah faksi besar di Alam Yin Yang ini, mereka memiliki koneksi yang sangat luas, apa lagi dengan tempat-tempat besar. Meskipun kau sudah mengubah penampilanmu, tapi untuk berjaga-jaga lebih baik tetap menghindari mereka dan pergi ke bagian sudut adalah jawabannya.” Mao Qiao diam sejenak, mengambil napas perlahan.

“Lagi pula, di bagian Barat Daya itu terdapat sekte kecil yang pernah menampung aku dan Quan Zi dulu setelah di usir dari Istana Suci. Tempat itu tak lain adalah rumah dari ibumu.”

Mendengar kalimat terakhir, hati Tian Zi sedikit bergetar. Meskipun ia sudah mendengar kisah ini, nama ibu selalu memberinya resonansi emosional yang dalam. Tapi ia juga tidak menampilkan ekspresi panik yang berlebihan.

“Ternyata begitu...” katanya dengan suara rendah.

Mao Qiao meluruskan pandangannya jauh ke langit. “Setelah dua puluh tahun lebih aku dan Quan Zi pergi dari sana, tidak tahu bagaimana keadaan mereka sekarang. Apakah mereka mengetahui tentang nasib ibumu.”

Keadaan mereka berdua seketika menjadi canggung. Tian Zi mengangkat tangannya yang sudah tertutup kain biru muda. Itu merupakan kain yang digunakan ibunya untuk menggendong dirinya saat masih bayi.

“Jika tidak salah... namanya adalah Sekte Longyun, 'kan?” Suara Tian Zi rendah. Ia teringat dengan perkataan Mao Qiao dulu bahwa Sekte Longyun adalah tempat dirinya di lahirkan, sebelum dipindahkan ke dunia kecil oleh ayahnya.

Mao Qiao mengangguk lembut. “Kau juga pasti ingin bertemu dengan pamanmu, 'kan? Kemungkinan saja sekarang dia sudah menjadi ketua sekte menggantikan ayahnya.”

“Paman, ya...” Tian Zi mengangkat kepalanya perlahan, membuat rambut dan jubahnya berterbangan mengikuti arah angin. “Sampai saat ini, aku masih tidak percaya jika masih memiliki seorang keluarga.”

Mao Qiao menatap Tian Zi sejenak. Saat melihat senyum bangkit dari wajahnya, ia tiba-tiba berdecak. “Kekanak-kanakkan.”

Tian Zi tidak mendengarkan ejekan Mao Qiao, sebaliknya ia mengingat apa yang pernah di ceritakannya dulu saat di goa.

Dikatakan saat itu, ketika ayahnya di usir dari Istana Suci dan menjadi buronan, Feng Huang yang memiliki dendam dengannya namun terhalang oleh latar belakang, saat mengetahui berita ini jadi ikut memburu juga, ayahnya jadi terus berpindah tempat untuk menghindari mereka.

Setelah hampir lima tahun bersembunyi, keberadaan mereka akhirnya ditemukan oleh orang-orang dari Klan Phoenix Agung dengan menggunakan Cakram Langit asli.

Biasanya, Mao Qiao akan langsung membuka ruang pada saat itu juga, namun karna Klan Phoenix Agung telah menanamkan larangan terlebih dahulu, ia jadi tidak bisa melakukannya. Pada akhirnya mereka hanya bisa bertarung habis-habisan.

Setelah menghancurkan larangannya, Mao Qiao beserta ayahnya segera pergi dengan melintasi ruang. Mereka mendarat di sudut peta Alam Yin Yang, tepatnya di wilayah Negara Qinghe. karna luka parah dan kehabisan energi spiritual, mereka terbaring di tengah hutan yang jelas langsung mengundang hewan-hewan buas untuk mendekat.

Beruntung, ada sekelompok orang yang datang dan mengusir ke semua hewan itu. Pemimpin kelompok itu tak lain adalah Tuan Muda kedua dari Sekte Longyun, lebih tepatnya sekarang adalah paman Tian Zi.

Mereka di bawa ke Sekte Longyun yang letaknya tak jauh dari sana. Diberikan pengobatan, bahkan tempat untuk tinggal. Orang yang merawat luka mereka tak lain adalah seorang wanita yang sekarang menjadi ibunya— anak pertama dari ketua sekte Longyun.

Meskipun ayahnya sudah pernah menikah, dan istrinya berada di Istana Suci, tapi bagaimana pun dia sudah di buang dari tempat itu, tidak mungkin bagi mereka berdua untuk bersatu lagi, jadi ia memutuskan untuk kembali menikah.

Setelah satu tahun tinggal di sana, dan pada saat itu usia Tian Zi kecil adalah dua bulan, tiba-tiba Mao Qiao mendapati kabar bahwasannya Klan Phoenix Agung sudah mulai melacak keberadaan mereka, dan cepat atau lambat akan segera tiba.

Ayahnya yang tidak ingin melibatkan orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya seperti Sekte Longyun, mau tidak mau harus pergi. Meskipun berat, ibunya terus memaksa untuk ikut. Pada akhirnya mereka bertiga pergi, lalu muncul di sebuah wilayah terpencil yang akhirnya dijadikan dunia kecil tempat dirinya dibesarkan.

“Sudahlah! Ini bukan saatnya mengenang masa lalu,” teriak Mao Qiao, menyentak Tian Zi dari lamunannya. “Menggunakan ruang akan jauh lebih cepat. Kau juga sudah puas melihat-lihatnya, 'kan?”

Tian Zi tidak menolak, menunggu Mao Qiao mengambil tindakan. Saat tangan kecilnya di angkat, seketika ruang di hadapannya robek.

Mereka bergegas masuk diikuti dengan langit yang kembali menutup seolah tak pernah terjadi apa-apa.

More Chapters