Ficool

Between the Living and the Dead

Muhammad_Fateh_7761
7
chs / week
The average realized release rate over the past 30 days is 7 chs / week.
--
NOT RATINGS
163
Views
Synopsis
sebuah pria muda yang bertugas untuk memburu para entitas anomali iblis hantu
Table of contents
VIEW MORE

Chapter 1 - chapter 1

Malam itu udara terasa lebih dingin dari biasanya.

Nama Rendy sudah lama dikenal sebagai pahlawan. Di kota-kota yang pernah ia singgahi, namanya disebut dengan rasa hormat—dan sedikit ketakutan. Ia bukan sekadar pemburu monster. Ia adalah pemberantas anomali, sesuatu yang tidak seharusnya ada di dunia ini.

Telepon itu datang menjelang tengah malam.

Sebuah keluarga memohon bantuannya. Rumah mereka diteror oleh sesuatu yang tak kasatmata—suara langkah di lorong kosong, pintu terbuka sendiri, dan bayangan yang bergerak tanpa sumber cahaya.

Rendy tidak banyak bicara. Ia hanya mengambil senapan hitamnya, menyelipkan pedang di punggungnya, lalu berangkat.

Rumah itu berdiri sunyi di ujung jalan. Lampu terasnya mati. Tak ada suara serangga. Tak ada angin.

Begitu pintu didorong terbuka, kegelapan menyambutnya seperti makhluk hidup.

Langkah Rendy perlahan namun pasti. Lantai kayu berderit di bawah sepatu botnya. Bau lembap dan anyir memenuhi udara.

Dan di ruang tengah, ia melihatnya.

Sosok manusia tergeletak kaku di lantai.

Mayat.

Kulitnya pucat kebiruan. Mata terbuka kosong menatap langit-langit.

Rendy baru saja melangkah mendekat—

Tubuh itu bergerak.

Dengan gerakan patah dan tidak wajar, mayat tersebut bangkit. Sendi-sendinya berbunyi seperti kayu retak. Dalam sekejap, makhluk itu menerjang.

Dor!

Tembakan memecah keheningan.

Peluru menghantam dadanya. Namun makhluk itu tidak berhenti. Tidak jatuh. Tidak mati.

"Bukan entitas biasa..." gumam Rendy.

Ia melepaskan senapan dan mencabut pedangnya. Baja berkilau samar dalam kegelapan.

Pertarungan terjadi cepat dan brutal. Cakar makhluk itu menyapu udara, mencoba merobek tubuh Rendy. Namun Rendy bukan manusia biasa. Tubuhnya tidak bisa dibunuh oleh serangan semacam itu.

Immortal Type 8.

Ia berdiri kokoh.

Matanya berubah dingin.

"Kalau begitu… lenyaplah."

Sebuah energi tak kasatmata menyelimuti ruangan. Bukan cahaya. Bukan api. Sesuatu yang lebih mendasar dari sekadar kehancuran.

Existence Erasure.

Dalam satu kedipan mata, makhluk itu terhapus.

Bukan hancur.

Bukan mati.

Ia seolah tak pernah ada.

Keheningan kembali menguasai ruangan.

Rendy melangkah menuju lantai dua.

Tangga kayu berderit pelan. Udara semakin berat.

Di ujung lorong atas, sesuatu bergulir perlahan.

Sebuah kepala manusia.

Tanpa tubuh.

Matanya bergerak liar. Mulutnya terbuka lebar dengan senyum tak wajar.

Tiba-tiba kepala itu melayang dan melesat cepat ke arahnya.

Rendy nyaris tak berkedip.

Makhluk itu mencoba menggigit, mencoba mencabik, namun serangannya sia-sia. Tubuh Rendy tak bisa dihancurkan oleh keberadaan seperti itu.

Dengan tenang, ia mengangkat tangannya.

"Berakhir di sini."

Energi penghapus eksistensi kembali dilepaskan.

Dan kepala itu—

Hilang.

Bukan jatuh.

Bukan hancur.

Benar-benar terhapus dari realitas.

Sunyi.

Untuk pertama kalinya sejak ia masuk, rumah itu terasa... normal.

Tekanan aneh di udara menghilang. Bau anyir lenyap. Kegelapan terasa seperti kegelapan biasa.

Rendy menyarungkan pedangnya.

Tugas selesai.

Namun jauh di dalam pikirannya, satu pertanyaan muncul—

Jika anomali seperti itu bisa muncul di rumah biasa…

Berapa banyak lagi yang bersembunyi di dunia ini?

Dan apakah suatu hari nanti, bahkan kekuatan Existence Erasure pun tidak akan cukup?

Rendy melangkah keluar rumah.

Malam kembali sunyi.

Tapi pertempuran melawan anomali belum benar-benar berakhir.