Gadis itu tidak langsung bicara.
Ia hanya berdiri—diam, kaku, seperti patung yang siap pecah kapan saja.
Matanya… bukan sekadar takut.
Itu adalah mata seseorang yang sudah melihat terlalu banyak kematian.
Frank merasakannya.
"Aku… tidak akan menyakitimu…"
Suaranya serak. Rusak. Tidak layak dipercaya.
Gadis itu tertawa kecil.
Bukan karena lucu.
Tapi karena putus asa.
"Semua… bilang begitu."
Tangannya yang memegang pisau gemetar hebat.
"Dulu… dia juga bilang begitu…"
Frank membeku.
"Aku tidak—"
"BERHENTI!"
Teriakannya memotong udara.
Air matanya jatuh… tapi ia tidak menghapusnya.
"Jangan dekati aku… atau aku bunuh kamu."
Sunyi.
Frank mengangkat tangan perlahan.
Ia melihat… bukan dirinya yang ditakuti gadis itu.
Tapi masa lalunya.
