Ficool

Chapter 12 - Bab 12: Dominasi Raga Suci

Malam di Sektor Utara Metropolis nampak seperti kanvas hitam yang robek oleh kilatan lampu sorot helikopter. Hujan turun dengan deras, menghantam aspal jalanan yang sudah retak akibat getaran mesin-mesin perang Bio-Gene. Di depan Rumah Sakit Pusat, suasananya bukan lagi seperti penggerebekan, melainkan pengepungan sebuah benteng. Garis polisi telah digantikan oleh barikade baja setinggi dua meter, dan di belakangnya, berdiri ratusan tentara bayaran elit yang syarafnya telah terhubung dengan jaringan sensor tempur.

Di tengah kesunyian yang mencekam itu, pintu kaca lobi rumah sakit yang sudah retak perlahan terbuka.

Ling Feng melangkah keluar.

Langkah pertamanya mendarat di atas aspal yang basah. BUM. Suaranya bukan seperti sepatu yang menyentuh tanah, melainkan seperti dentuman palu godam raksasa yang dibungkus kain beludru. Tanah di bawah kakinya tidak hanya basah, tapi mendadak retak membentuk pola jaring laba-laba. Inilah efek samping dari Pembersihan Darah Tahap 4. Di tingkat ini, setiap tetes darah di tubuh Ling Feng telah dimurnikan hingga memiliki kepadatan molekul yang setara dengan merkuri cair. Berat badannya secara teoritis mungkin masih sama, namun "tekanan" keberadaannya telah berlipat ganda ribuan kali.

"Sasaran keluar! Status: Merah! Bebas tembak!" perintah Komandan pasukan melalui sistem audio eksternal yang parau.

Detik berikutnya, malam itu pecah oleh raungan senapan mesin berat kaliber .50.

RATATATATATA!

Ribuan butir peluru baja meluncur membelah hujan, menciptakan garis-garis api yang menuju tepat ke arah dada Ling Feng. Di dalam kabin helikopter Vulture yang melayang di atas, para operator menahan napas. Secara logika sains manusia, pemuda di depan mereka seharusnya sudah hancur menjadi serpihan daging dalam hitungan milidetik.

Namun, realitas justru membeku. Ling Feng terus berjalan maju dengan tangan di belakang punggung, langkahnya konstan, matanya menatap lurus ke depan seolah badai peluru itu hanyalah rintik gerimis yang mengganggu.

TING! TING! TING!

Suara peluru yang menghantam tubuh Ling Feng terdengar seperti logam yang menghantam gunung berlian. Peluru-peluru tajam itu tidak menembus kulitnya; mereka justru hancur, memipih, dan terpental jatuh ke aspal dalam keadaan membara. Jubah hitam yang ia kenakan robek di beberapa bagian, namun di baliknya, kulit Ling Feng bersinar dengan rona ungu redup, sehalus giok tapi memiliki kepadatan yang melampaui segala jenis baja yang pernah diciptakan oleh laboratorium Bio-Gene.

"Mustahil... Lapor pusat! Sasaran kebal terhadap amunisi standar! Ulangi, sasaran memiliki ketahanan raga Kelas Raja!" teriak sang Komandan dengan suara yang mulai gemetar.

Ling Feng berhenti tepat sepuluh meter di depan barikade baja. Ia menarik napas dalam-dalam, dan saat ia menghembuskannya, uap panas keluar dari mulutnya, membelah air hujan di depannya.

"Raga manusia adalah kuil yang suci," ucap Ling Feng, suaranya terdengar jernih melampaui suara tembakan dan gemuruh petir. "Kalian mencoba memperkuatnya dengan mesin dan kabel rongsokan, sementara aku menempa setiap sel dengan kehendak langit. Itulah perbedaan antara sampah dan permata."

Ling Feng sedikit merendahkan tubuhnya. Asap tipis mulai keluar dari pori-pori kulitnya saat ia mengaktifkan aliran darahnya secara maksimal.

BOOM!

Dalam satu kedipan mata, Ling Feng menghilang dari posisi berdirinya. Asap dan air hujan di tempat ia berdiri tadi meledak, menciptakan lubang kawah kecil akibat tekanan udara yang ditinggalkan oleh kecepatannya.

Ia muncul kembali tepat di depan barikade baja seberat dua ton itu. Tanpa menggunakan teknik apa pun, Ling Feng hanya mengayunkan telapak tangan kanannya dalam gerakan horizontal yang sederhana.

CRAAAKKK!

Barikade baja yang diklaim mampu menahan hantaman roket itu terbelah menjadi dua bagian seolah-olah hanya terbuat dari kertas tipis. Tekanan udara dari ayunan tangannya begitu kuat hingga menciptakan gelombang kejut yang menerbangkan sepuluh tentara di belakang barikade tersebut, mematahkan tulang leher mereka seketika sebelum mereka sempat menyadari apa yang terjadi.

"Berserker! Maju! Hancurkan kepalanya!"

Tiga raksasa hasil eksperimen Bio-Gene, yang tingginya mencapai tiga meter dengan otot yang diperkuat serat karbon dan lengan hidrolik, menerjang maju. Mereka menggeram seperti binatang buas, membawa palu godam mekanik yang berputar dengan kecepatan tinggi.

Salah satu Berserker mengayunkan palunya tepat ke arah kepala Ling Feng. Ling Feng tidak menghindar. Ia hanya mengangkat tangan kirinya, menangkap kepala palu yang berputar itu dengan telapak tangan terbuka.

SREEEET— BLAM!

Percikan api memercik saat putaran palu itu dipaksa berhenti oleh cengkeraman jari Ling Feng. Dr. Mo yang melihat dari kamera keamanan di dalam lab hanya bisa ternganga; tekanan itu seharusnya cukup untuk menghancurkan sebuah tank, tapi tangan Ling Feng bahkan tidak bergetar.

"Kekuatan tanpa kendali adalah sia-sia," ucap Ling Feng dingin.

Ia mencengkeram kepala palu itu dan dengan satu sentakan bahu, ia menarik seluruh tubuh raksasa Berserker itu. Ling Feng memutar tubuh monster tersebut di udara dan menghantamkannya ke dua Berserker lainnya. Benturan tiga tubuh monster seberat setengah ton itu menciptakan ledakan daging dan logam yang mengerikan. Darah hitam dan oli mesin menyemprot ke segala arah, namun setetes pun tidak ada yang berani menempel pada wajah Ling Feng.

Di langit, pilot helikopter Vulture mulai panik. "Gunakan rudal AGM-114! Kunci koordinatnya! Persetan dengan bangunan di sekitarnya!"

Dua rudal berpemandu laser meluncur dari bawah sayap helikopter, membelah hujan dengan ekor api yang membara. Ling Feng mendongak, matanya berkilat ungu tajam. Ia merasakan panas yang mendekat.

Ia menekuk lututnya, lalu melompat ke arah langit.

BOOM!

Goncangan dari lompatannya membuat seluruh kaca di lantai satu rumah sakit pecah berkeping-keping. Ling Feng melesat ke udara seperti peluru kendali manusia, memecahkan barier suara dalam ketinggian rendah. Di tengah udara, ia bertemu dengan rudal pertama. Dengan gerakan yang sangat efisien, ia memukul moncong rudal tersebut dengan punggung tangannya, mengubah arah rudal itu kembali ke atas.

Rudal kedua menyusul. Ling Feng tidak memukulnya; ia justru mendarat di atas rudal yang sedang terbang tersebut, menggunakan massanya yang luar biasa untuk menekan rudal itu ke bawah hingga menghantam sisa-sisa pasukan Bio-Gene di tanah.

DUAAAAARRRR!

Ledakan termobarik menyapu jalanan Sektor Utara. Bola api raksasa membubung tinggi, menghanguskan oksigen dan menciptakan kehampaan sesaat. Sementara itu, rudal pertama yang dipukul Ling Feng menghantam helikopter Vulture di langit.

BOOM!

Ledakan di udara nampak seperti kembang api kematian. Helikopter raksasa itu terbelah menjadi dua, jatuh perlahan dalam kobaran api yang menerangi wajah Ling Feng yang kini sedang melayang turun dengan perlahan, seolah-olah gravitasi tidak lagi memiliki kuasa atas dirinya.

Ling Feng mendarat di tengah kobaran api, jubahnya sedikit terbakar di bagian ujung, namun ekspresinya tetap sedingin es. Di sekelilingnya, ratusan tentara Bio-Gene telah musnah. Hanya tersisa puing-puing baja dan bau daging terbakar.

Ia berjalan melewati sisa-sisa kehancuran itu, menuju sebuah kamera pengawas yang masih terpasang di tiang listrik yang miring. Ling Feng menatap lurus ke lensa kamera tersebut, tahu bahwa di suatu tempat di pusat kota, para petinggi Bio-Gene sedang menonton dengan ketakutan.

"Kalian mengirimkan mainan-mainan ini untuk mengujiku?" bisik Ling Feng, namun suaranya terdengar sangat jelas di ruang kendali Bio-Gene. "Beritahu pemimpin kalian... raga ini sekarang sudah stabil. Dan aku mulai merasa lapar akan darah yang lebih berkualitas. Jika kalian ingin menghentikanku, kirimkan sesuatu yang benar-benar bisa membuatku merasa hidup."

Ling Feng membalikkan badannya, berjalan menjauh dari Sektor Utara yang kini telah berubah menjadi monumen kegagalannya Bio-Gene. Di dalam bayang-bayang, ia merasakan setiap tetes darahnya berdenyut dengan ritme yang baru. Pembersihan Darah Tahap 4 bukan sekadar tentang kekuatan; ini adalah pondasi untuk membangkitkan kembali Keagungan Kaisar.

"Qin Zhen, bereskan sisanya," perintah Ling Feng melalui transmisi suara yang ia kirimkan menggunakan frekuensi Qi murni. "Pastikan besok pagi, berita yang tersebar bukan tentang penyerangan, melainkan tentang 'Kemarahan Tuhan'."

Malam itu, Metropolis terdiam. Tidak ada lagi helikopter yang berani terbang di atas Sektor Utara. Di mata dunia, Ling Feng kini bukan lagi seorang pelarian; ia telah menjadi penguasa yang berjalan di antara manusia fana, membawa kekuatan yang seharusnya hanya ada di dalam legenda kuno.

More Chapters