Ficool

Chapter 67 - Chapter 67

πŸ”₯ CHAPTER 67 β€” "Duel Besar Dimulai, Mode Ketiga Bergetar, & Raviel Menantang Langit"

──────────────────────────

⚑ ADEGAN PEMBUKA β€” GETARAN YANG MENGGUNCANG ARENA

──────────────────────────

Angin pagi mengalir lembut, tapi arena final bergetar seperti ditindih gunung.

Damien berjalan perlahan menuju tengah arena.

Setiap langkahnya meninggalkan retakan biru gelap.

Instruktur, para tetua, dan ratusan penonton langsung menegang.

> "A-Aura apa itu…?"

"Dia baru breakthrough semalam… kenapa tekanannya seperti monster level senior…?"

Rex menelan ludah.

"Hana… itu… aura Damien atau aura naga prasejarah?"

Hana tersenyum lembut.

"Itu Damien. Tapi versi yang mulai tidak mengenal kata 'rem'."

Damien mengatupkan tangan.

Tinjunya bergetar, seolah ada kekuatan asing yang ingin meledak keluar.

Suara Misterius bergema:

> "Buka saja… buka MODE KETIGA… biar dunia tahu PEWARIS PETIR KEHAMPaan sudah tiba…"

Kael/Bapaknya langsung memaki:

> "KAU MAU BUNUH DIA?! MODE KETIGA ITU UNTUK REALM LEBIH TINGGI!!"

Damien menghembuskan napas.

"Aku… hanya ingin kuat di final."

Lyanna menggenggam pundaknya dari belakangβ€”hangat, lembut.

"Damien… kalau tubuhmu tak kuat… akuβ€”"

Damien menoleh, suaranya rendah:

"Aku kembali untukmu."

Lyanna langsung diam, pipi merah, tapi matanya berkilau.

──────────────────────────

πŸ”₯ 12 FINALIS RESMI DIMULAI β€” PENGUMUMAN DUEL

──────────────────────────

Penjaga Arena naik ke udara, aura Domain Tier meledak.

> "DENGARKAN! Dari 12 finalis… berkurang menjadi 6 duel!"

Nama-nama muncul di langit seperti ukiran petir.

Rex menggeliat.

"Jangan sama yang seram, jangan sama yang seram…"

Hana menepuk kepalanya.

"Kau pasti dapat yang mudah."

Tiba-tibaβ€”

> "REX vs CAIN THE HAMMER."

Rex langsung lunglai.

"Aku… aku diserahkan ke Tuhan."

Hana menarik pipinya.

"Menang. Titik."

Rex langsung bangkit tegak.

"YES MOMMYβ€” MAKSUDKU HANAAA."

Penonton terbahak.

Duel berikutnya muncul.

> "DAMIIEEEN… vs … TIDAAAAK ADA??!"

Arena langsung gaduh.

"Bagaimana mungkin dia dapat BYE?!"

"Ini keberpihakan!"

Instruktur:

"Damien meng-KO enam orang sekaligus tadi pagi. Poinnya tertinggi. Jadi ia otomatis langsung masuk SEMI FINAL."

Lyanna senyum kecil.

"Aduh, sayang sekali… kau punya lebih banyak waktu untukku."

Damien:

"…itu bukan masalah."

──────────────────────────

🦁 KEJUTAN BESAR β€” AURA RAVIEL MEREKAH

──────────────────────────

Langit tiba-tiba menggelap.

Bukan awan.

Bukan cuaca.

Tekanan Raviel Beastborn yang turun dari platform.

BOOM…

BOOM…

BOOM…

Seluruh arena berguncang seakan ada raksasa turun.

Raviel berdiri di ujung arena.

Rambutnya berkibar, aura singa emas muncul di belakangnya.

Matanya hanya tertuju pada Damien.

> "Valtreos."

Damien menatap balikβ€”tanpa ekspresi.

> "Final. Jam terakhir. Kau lawan aku."

Instruktur memotong, panik.

"Belum diumumkan siapa finalisβ€”"

CRAAAACKβ€”

Satu hentakan kaki Raviel membuat tanah pecah dan instruktur terbang ke belakang.

Raviel kembali berbicara tanpa menoleh.

> "Aku tidak peduli aturan. Aku tidak peduli urutan."

"Semua orang di sini hanyalah jalan sampai aku mencapai dia."

Jari Raviel menunjuk Damien.

> "Kaulah satu-satunya alasan aku datang."

Penonton langsung hening.

Damien maju selangkah.

Setiap langkah memukul udara seperti petir kecil.

> "Datanglah."

Raviel menyeringai.

"Aku suka jawaban itu."

──────────────────────────

πŸ’ž ROMANCE BOOST β€” MEREKA YANG AKAN MENDUKUNG

──────────────────────────

Saat ketegangan memuncak, dua pasangan saling memberikan kekuatan.

Hana–Rex

Hana memegang kedua pipi Rex.

"Kau menang… untuk aku."

Rex langsung terbakar 400%.

"Aku akan KO-kan Hammer Boy untuk masa depan kita."

Damien–Lyanna

Lyanna menggenggam tangan Damien.

"Saat kau melawan Raviel… jangan tahan dirimu."

Damien menatapnya dalam.

"Kau siap melihatku… yang sebenarnya?"

Lyanna mengangguk tanpa ragu.

"Apa pun versi dirimu… aku tetap memilihmu."

Raviel dari jauh berteriak:

"HEI! Jangan romantis dulu! Final kita belum dimulai!"

Damien menjawab datar:

"Tunggu giliranmu, singa."

──────────────────────────

⚑ AKHIR CHAPTER β€” GETARAN MODE KETIGA

──────────────────────────

Saat Raviel pergi, langit kembali cerah.

Tapi tubuh Damien bergetar lebih keras.

Sesuatu sedang memaksa keluar.

Suara Misterius:

> "Buka… buka MODE KETIGA… Aku bisa merasakannya… kekuatanmu akan melonjak TIGA kali lipat."

Kael/Bapaknya:

> "JANGAN LANGSUNG! KALAU PAKSA… TULANGMU BISA RETAK!!"

Damien mengepalkan tinju.

Getaran biru gelap muncul dari pori-pori.

> "Jika Raviel datang dengan 'semua', maka aku pun…"

Senyum dingin Damien muncul.

> "…akan menyambutnya dengan versi terliarku."

Langit menggelegar.

Arena bergetar.

Dan di kejauhan, Raviel juga merasakan getaran itu… dan tertawa.

> "Hahaha… DAMIEN! Aku tak sabar mengekstrak seluruh potensimu!"

Pertarungan final berada di titik takdir.

Keduanya telah siap untuk melampaui batas tubuh mereka.

──────────────────────────

πŸ”₯ END CHAPTER 67

More Chapters