Ficool

Chapter 68 - Chapter 68

🔥 CHAPTER 68 — "Semi-Final Dimulai, Rex Menggila, & Mode Ketiga Damien Meledak"

---

⚡ ADEGAN PEMBUKA — ARENA MULAI RETAK

Pagi hari ini… arena yang biasanya tenang berubah menjadi medan perang yang siap pecah kapan saja.

Damien duduk bersila tepat di sudut tribun khusus finalis.

Tubuhnya dikelilingi aura biru gelap yang berdenyut seperti jantung raksasa.

Crack… crack…

Lantai di bawahnya retak sedikit.

Suara Misterius bergema:

> "Primordial Void Lightning Technique… level pertama sudah siap kau buka."

Damien membuka mata perlahan.

Dua iris peraknya bersinar tajam.

> "Saat Mode Ketiga dibuka… teknik primordial ini akan meledak bersamamu."

Kael—sang ayah—menghela napas dan bersuara keras:

> "DAMAIKAN JIWA-MU DULU! Jangan paksakan tubuh manusia itu!"

Damien merasakan tulangnya seperti bergetar ingin pecah.

Namun dia hanya tersenyum tipis.

> "Tenang, Ayah… aku tidak akan mati sebelum menghabisi Raviel."

---

🛡️ ADEGAN 1 — SEMI-FINAL DIMULAI!

Penjaga Arena terbang ke tengah langit, aura Domain Tier menyelimuti seluruh area.

> "SEMI-FINAL DIMULAI!!

Pertama: REX VS CAIN THE HAMMER!!"

Rex mengangkat tangan, meski wajahnya pucat.

Hana memelintir telinganya.

"Jangan kalah."

Rex langsung tegap seperti tentara.

"SIAP!! DEMI HANA AKU SIAP MATI— MAKSUDKU SIAP MENANG!"

Penonton tertawa sekaligus berdecak kagum.

---

🪨 ADEGAN 2 — REX VS CAIN

Cain si Hammer berjalan masuk.

Tubuhnya seperti raksasa, otot menggunung, dan palu logam hitam sebesar manusia.

Cain:

"Aku akan memecahkanmu jadi bubur."

Rex menelan ludah.

Hana:

"Rex."

Rex:

"Y-Ya?"

Hana menatap tepat ke matanya.

> "Kalau kamu kalah… malam ini aku tidak akan masak untukmu."

Rex langsung bersinar.

> "AKU TIDAK BISA KEHILANGAN MAKANAN BUATANNYA HANA!!"

Seluruh arena:

"…motivasi yang sangat kuat."

---

⚔️ Pertarungan Dimulai

Cain melompat dan menghantam palu ke arah Rex.

BOOOOOMMM!!

Tanah pecah.

Debu terbang.

Rex menghindar tipis.

Damien yang menonton menggumam:

"Dia jauh lebih cepat dari biasanya."

Hana tersenyum.

> "Itu karena dia ingin terlihat keren di depanku."

Raviel di kejauhan mendecak.

"Sampah cinta… tapi kekuatan bocah itu lumayan."

Cain terus menyerang — cepat, brutal, tanpa celah.

Namun Rex menggertak, membulatkan tinju.

> "DRAGON VEIN PULSE — MODE TIGA PERCEPATAN!"

BOOM!!

Tubuh Rex memerah, urat-urat muncul, tenaga meningkat 5x lipat.

Satu pukulan—

langsung menghantam Cain di rahang.

BRAAAK!!

Cain terbang dan mental 20 meter ke dinding arena.

Seluruh arena:

"WHATTT?!"

Rex:

"Untuk Hana… aku bahkan bisa mengangkat gunung."

Hana pipi merah.

"Bodoh… tapi lucu."

Penjaga Arena mengangkat tangan:

> "Pemenang: Rex!"

---

⚡ ADEGAN 3 — DAMIEN MASUK KE MODE KETIGA (SEPARUH)

Setelah Rex turun, semua orang menoleh ke Damien yang mulai berdiri.

Getarannya semakin berat.

Crack—crack—crack…

Udara di sekitarnya seolah terbelah.

Lyanna memegang lengannya.

"Damien? Kau… mulai berubah."

Damien menghirup napas tajam.

> "Mode Kedua… selesai."

> "Mode Ketiga… buka setengah."

Tiba-tiba seluruh arena terseret angin badai.

Aura biru gelap berubah menjadi petir hitam yang melompat-lompat di kulit Damien.

Suara Misterius:

> "PRIMORDIAL VOID LIGHTNING… mulai aktif."

Kael langsung memaki:

> "KAU GILA?! Kau akan menghancurkan organmu!!"

Damien tidak peduli.

Mata peraknya memancarkan dua garis petir hitam.

Penonton mundur panik.

> "DAMIIIENN!!"

> "AURA APA INI?! GILA!!"

> "Itu bukan realm semi-finalis!!"

Seketika—

BOOOOOOOOOOMMM!!

Gelombang petir hitam meledak dari tubuh Damien.

Aura-nya naik ke level sepenuhnya berbeda.

---

🌑 ADEGAN 4 — PRIMORDIAL VOID LIGHTNING TECHNIQUE AKTIF

Saat Mode Ketiga setengah terbuka…

Rune kuno muncul di belakang Damien seperti lingkaran mandala hitam.

Raviel tersenyum lebar.

> "Itu dia… ITU!! Kekuatan yang aku cari!"

Damien menatap tangannya…

Petir hitam tidak hanya berkilat—

tapi menghisap cahaya di sekitarnya.

Damien bergumam pelan:

> "Primordial Void Lightning… tahap pertama: Devour Spark."

Lyanna menutup mulutnya.

Hana berbisik:

"…itu teknik terlarang, 'kan?"

Rex:

"Teknik terlarang? Itu teknik yang bisa bunuh planet!"

---

🌩️ ADEGAN 5 — BREAKTHROUGH MENGEJUTKAN

Suara Misterius mendesak:

> "Dorong sedikit lagi! Kau sudah tepat di batas realm!"

Damien merasakan energi dari Void Lightning menyerap ke inti tubuhnya.

BZZZT— POP!

Sesaat kemudian…

BOOOOMMM!!!

Tubuh Damien memancarkan lingkaran cahaya biru gelap.

Realm Damien naik:

🔥 CORE FORMATION REALM — TINGKAT 5!! 🔥

(dari 4 → 5)

Semua instruktur bangkit dari kursi.

"Dia breakthrough dengan mode terbuka?!"

"Itu… mustahil!"

"Tubuhnya seharusnya hancur!"

Damien menggenggam tangan.

Aura baru yang jauh lebih stabil muncul.

> "Mode Ketiga kini bisa kubuka tanpa memecah tulang."

Raviel mendecak… lalu tertawa keras.

> "HAHAHAHAHAHA!! DAMIEN!!

Kau benar-benar tidak mengecewakan!!

AKU INGIN MELIHAT MODE KETIGA PENUHMU DI FINAL!!!"

Damien menatapnya dingin.

> "Kau akan menyesal memintanya."

---

🔥 ADEGAN PENUTUP — FINAL SUDAH TERSESIAP

Penjaga Arena mengumumkan:

> "PESERTA MENUJU FINAL:

• DAMIEN

• RAVIEL

• REX

• ??? (belum diumumkan — duel terakhir besok)

FINAL BESAR AKAN DIMULAI ESOK PAGI!"

Raviel menatap Damien seperti predator menemukan mangsanya.

Damien menatap balik — dingin, tak goyah.

Lyanna berdiri di sampingnya, memegang tangannya.

> "Damien… hati-hati."

Damien tersenyum kecil.

> "Besok… dunia akan melihat siapa sebenarnya pewaris petir kehampaan."

Langit tiba-tiba menggelegar petir hitam, seolah dunia ikut merespon.

---

🔥 END CHAPTER 68

More Chapters