Ficool

Chapter 836 - Pertolongan Tyrannos

Storm belum sempat bergerak. Tubuhnya masih berusaha menyesuaikan diri setelah serangan Dargon. Namun tiba-tiba...

*FWOOSH! *

Sebuah gelombang energi melesat dari kejauhan. Storm bahkan tidak sempat melihat arahnya.

*BOOM! *

Serangan itu menghantam tubuhnya dan membuatnya terpental jauh ke ruang angkasa.

"Storm!" Teriakan Arabels terdengar dari dalam Ginga Stars.

Sebelum Storm terlempar semakin jauh... Sebuah bayangan melesat dengan kecepatan tinggi. Tyrannons. Ia segera menangkap Storm dan menahan tubuhnya. "Kau tidak apa-apa?"

Storm mencoba berdiri. "Aku masih..."

Tyrannons langsung menggeleng. "Jangan memaksakan diri." Tatapannya serius. "Kondisimu sudah terlalu buruk."

Storm menatapnya sebentar. Namun sebelum mereka sempat berbicara lebih jauh... Suasana di sekitar mereka berubah. Tekanan kuat muncul dari arah lain. Tyrannons langsung menoleh. Sosok naga wanita perlahan melayang mendekat. Nyxdess Drarxon. Ia berhenti tidak jauh dari Dargon dan Zyron. Kini... Tiga naga berdiri di hadapan Storm dan Tyrannons.

Nyxdess menatap Tyrannons dengan tenang. "Masih bertahan?"

Tyrannons menggenggam pedangnya. Namun kali ini ia tidak langsung menyerang. Ia sudah merasakan sendiri betapa sulitnya menghadapi Nyxdess. Tyrannons kemudian menoleh kepada Storm. "Jangan memaksakan dirimu. Aku juga tidak bisa berbuat banyak."

Storm mengerutkan kening. Tyrannons melanjutkan, "Aku sudah mencoba mengalahkan Nyxdess. Tapi dia terlalu sulit untuk dijatuhkan." Ia menggenggam pedangnya semakin erat. "Jadi untuk saat ini... Aku hanya bisa menahan mereka sebisaku."

Storm terdiam. Di hadapan mereka... Dargon masih memegang Eternal Golden Dragon Sword. Zyron berdiri dengan tatapan penuh permusuhan. Dan Nyxdess menatap Tyrannons dengan tenang.

Sementara itu, di dalam Ginga Stars... Arabels memandang keadaan tersebut dengan cemas. Kini Storm tidak lagi sendirian. Namun keadaan justru semakin rumit. Karena bukan hanya Storm yang berada dalam bahaya. Tyrannons juga telah gagal menumbangkan lawannya.

More Chapters