Ficool

Chapter 835 - Serangan Sang Raja Naga

Di tengah ruang angkasa... Ratusan Blades Crimson masih mengejar Zyron. Storm memaksakan dirinya untuk tetap mengendalikan seluruh bilah tersebut meskipun tubuhnya sudah berada di ambang batas. Napasnya semakin berat. Tangannya masih terangkat. Namun tiba-tiba—

*FWOOSH! *

Sebuah cahaya emas melintas dari belakang Storm. Storm membeku. Matanya melebar.

*CRASH! *

Pedang Eternal Golden Dragon Sword menembus bagian depan armor Skycrimson miliknya dan menghentikan gerakannya. Storm tidak sempat menghindar. Energinya langsung bergetar hebat. "Kh..." Suaranya tertahan.

Dalam sekejap... Ratusan Blades Crimson yang sebelumnya memenuhi ruang angkasa mulai menghilang satu per satu. Energi yang digunakan untuk mengendalikan semuanya telah benar-benar menipis.

Zyron menghentikan gerakannya. Ia menatap Storm dengan ekspresi terkejut. Namun bukan hanya Zyron yang berdiri di sana. Di hadapan Storm... Dargon melayang dengan tenang. Tangannya masih menggenggam Eternal Golden Dragon Sword. Tatapannya tajam. "Sudah cukup." Suara Dargon menggema di ruang hampa.

Storm mencoba bergerak. Namun tubuhnya terasa semakin berat. Armor Skycrimson yang sudah rusak tidak mampu memberikan perlindungan seperti sebelumnya. Dargon perlahan menarik pedangnya. Storm terdorong mundur.

Sementara itu... Jauh di belakang Dargon, pertarungan lain masih berlangsung. Maxtis sedang dikepung oleh ribuan naga. "Ha... ha... ha!" Maxtis masih menyeringai sambil menggenggam kedua pedangnya. Ia sebenarnya ingin kembali menghadapi Dargon. Namun para naga terus menghalangi jalannya. Satu demi satu naga menyerangnya dari berbagai arah. Maxtis terpaksa menebas dan menyingkirkan mereka agar dapat membuka jalan. "Pergi kalian!"

*BOOM! *

Gelombang energi dari pedangnya membuat banyak naga terpental. Namun jumlah mereka terlalu banyak.

---

Dargon tetap berdiri di hadapan Storm. Sementara Zyron perlahan mendekat dari sisi lain. Storm menatap keduanya. Kini... Ia tidak hanya menghadapi Zyron. Dargon dan Zyron berdiri di hadapannya secara bersamaan.

Di dalam Ginga Stars... Arabels membeku. Matanya tidak berkedip. "Storm..." Napstylea juga tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya. "Storm... Storm sekarang harus menghadapi dua naga sekaligus." Proxi segera membaca keadaan. "Level energi Tuan Storm sangat rendah. Armor Skycrimson juga mengalami kerusakan berat."

Arabels mengepalkan tangannya. "Kita harus membantunya!" Namun Napstylea menahan diri. Ia tahu situasinya sangat berbahaya. Jika mereka mendekat sembarangan... Mereka justru bisa mengganggu Storm.

Di luar sana... Storm berdiri dengan tubuh yang semakin lemah. Dargon menggenggam Eternal Golden Dragon Sword. Zyron kembali mengambil posisi menyerang. Storm benar-benar berada dalam posisi yang sangat terdesak. Namun... Tatapannya masih belum menyerah.

More Chapters