Ficool

Chapter 789 - Ancaman yang Datang

Di Konstelasi Draco... Ketegangan telah mencapai puncaknya. Aura merah milik Storm dan tekanan mengerikan dari Maxtis saling bertabrakan, membuat ruang angkasa terus bergetar. Semua orang menahan napas. Mereka yakin benturan pertama akan segera terjadi.

Namun... Sesuatu yang tidak terduga terjadi.

Storm perlahan menurunkan Pedang Ashura. Pada saat yang hampir bersamaan, Maxtis juga menarik kembali sebagian besar tekanan auranya. Gelombang energi yang sebelumnya mengguncang Draco mendadak menghilang. Keheningan menyelimuti ruang angkasa.

Tyrannons mengernyit. "...Apa yang terjadi?" Rea dan Astralon saling berpandangan dengan wajah bingung. Napstylea yang berada di sisi Storm ikut terkejut. Mereka dapat melihat dengan jelas bahwa Storm dan Maxtis sama-sama sedang memperhatikan arah yang sama, seolah merasakan sesuatu yang mendekat.

Belum sempat siapa pun bertanya... Sebuah layar holografik muncul di dalam helm Armor Silver milik Napstylea. Wajah Aryes tampil di layar. "Napstylea." Suara pemimpin X.A.R.A terdengar tegas. "Kami baru saja menyelesaikan pemindaian jarak jauh. Ada gerombolan dalam jumlah sangat besar yang sedang bergerak menuju posisi kalian."

Napstylea langsung mengangkat kepalanya. "Gerombolan?"

Aryes mengangguk. "Jumlah mereka terus bertambah. Dan kecepatan mereka sangat tinggi."

Belum sempat Aryes menjelaskan lebih jauh... Tyrannons melangkah ke depan. Tatapannya mengarah ke kejauhan. "Aku mengenali aura itu." Semua menoleh kepadanya. "Itu bukan armada Kekaisaran. Bukan pula pasukan pemberontak." Ia menggenggam pedangnya. "Itu adalah kumpulan para naga. Ras yang menghuni Konstelasi Draco."

Rea membelalakkan mata. "Mereka datang ke sini?"

Tyrannons mengangguk pelan. "Mereka pasti merasakan benturan tekanan yang tadi kita lepaskan. Bagi para naga... Itu adalah gangguan di wilayah mereka." Ia menghela napas. "Kurasa mereka tidak akan tinggal diam."

Astralon menyilangkan kedua tangannya. "Jadi... Kita harus menghadapi mereka lebih dulu."

Tyrannons menganggukkan kepala. "Untuk sementara... Perselisihan ini harus ditunda."

Storm mendecih pelan. "...Sial." Tatapannya masih tertuju pada Maxtis. Ia belum ingin mengakhiri ketegangan itu. Namun perintah Aryes telah jelas. Sebagai pemimpin X.A.R.A, keputusan Aryes bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja. Storm akhirnya mengembuskan napas panjang dan menurunkan Pedang Ashura sepenuhnya.

Di sisi lain... Maxtis juga tampak menahan dirinya. Meski sorot matanya masih dipenuhi semangat bertarung, ia memahami situasi yang berubah. Ia mengangkat tangannya ke arah armada Kekaisaran. "Seluruh armada!" Perintahnya menggema melalui saluran komunikasi. "Masuk ke formasi tempur. Bersiap menghadapi kemungkinan serangan dari ras naga."

Puluhan kapal perang Kekaisaran segera bergerak membentuk barisan pertahanan. Meriam-meriam energi mulai diaktifkan. Perisai kapal dinyalakan satu per satu.

Maxtis kembali memandang Storm. "Keberuntungan sedang berpihak padamu," katanya dengan senyum tipis. "Pertarungan kita... Ditunda."

Storm tidak menjawab. Ia hanya mengalihkan pandangannya ke arah ruang angkasa yang perlahan dipenuhi titik-titik cahaya. Jumlahnya terus bertambah. Semakin lama... Semakin banyak. Tak lama kemudian, raungan naga mulai menggema di seluruh Konstelasi Draco.

More Chapters