Ficool

Chapter 790 - Raja Naga Draco

Keheningan di Konstelasi Draco tidak berlangsung lama. Dari segala penjuru ruang angkasa... Ribuan cahaya mulai bermunculan. Tak lama kemudian, sosok-sosok naga bersayap memenuhi langit kosmik. Sayap mereka membentang lebar. Sisik mereka memantulkan cahaya bintang. Raungan demi raungan menggema, memenuhi seluruh konstelasi.

Dalam hitungan menit... Ribuan naga telah mengepung Nexus S-4473, armada Tartanos, dan armada Kekaisaran Galaksi. Mereka berputar-putar di ruang hampa seperti kawanan pemangsa yang mengelilingi mangsanya. Yang lebih mengkhawatirkan... Mereka terus berpindah formasi dengan pola yang rumit.

Proxi dan Roxis segera menjalankan pemindaian. Namun hasilnya mengejutkan. "Mustahil..." gumam Proxi. "Formasi mereka terus berubah. Sistem penguncian target tidak mampu mengikuti seluruh pergerakan."

Di ruang komando Nexus, Aryes memperhatikan layar dengan wajah serius. "Bukan hanya jumlahnya... Pola gerakan mereka juga sangat teratur."

Di luar kapal... Tyrannons menggenggam pedangnya lebih erat. Storm mengangkat Pedang Ashura. Sementara Maxtis mengawasi seluruh kawanan naga dengan tatapan tajam. Mereka bertiga menyadari hal yang sama. Musuh kali ini jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan.

---

Tiba-tiba...

*DOOOOM... *

Suara dentuman aneh bergema di seluruh Konstelasi Draco. Dentuman itu tidak terdengar seperti ledakan. Melainkan seperti denyutan yang mengguncang ruang angkasa. Dalam sekejap... Seluruh naga yang sebelumnya beterbangan langsung berhenti. Tanpa terkecuali. Lalu... Mereka serempak menundukkan kepala. Seolah menyambut seseorang yang jauh lebih tinggi kedudukannya.

Ruang di tengah kawanan naga perlahan terbuka. Dari sana... Muncul sesosok naga bertubuh menyerupai manusia. Dua sayap emas raksasa terbentang di punggungnya. Tatapannya penuh wibawa. Setiap langkahnya di ruang hampa diiringi dentuman yang sama. Dargon Astagon. Raja Naga Konstelasi Draco.

Tak lama kemudian... Celah lain kembali terbuka. Seorang wanita bersayap naga melangkah keluar. Rambut panjangnya berkibar pelan. Tatapannya dingin. Namun auranya memancarkan keanggunan yang menyesakkan. Ia adalah... Nyxdess Drarxon. Pemimpin Dragon's Abyss, wilayah terdalam sekaligus paling berbahaya di Konstelasi Draco.

Kemunculan dua pemimpin naga itu membuat seluruh armada semakin waspada.

Dargon tidak langsung memandang musuh-musuhnya. Tatapannya justru tertuju pada satu sosok. Tubuh naga raksasa yang terbelah. Zyron Dragonvor. Untuk beberapa saat... Dargon hanya menatap jasad itu. Lalu ia mengangkat tangan kanannya. Energi emas menyelimuti tubuh Zyron. Potongan tubuh naga itu mulai menyatu kembali. Luka-lukanya perlahan menghilang. Beberapa detik kemudian... Kelopak mata Zyron terbuka. Ia menarik napas panjang. Aura naga yang keluar dari tubuhnya kini jauh lebih besar daripada sebelumnya. Zyron kembali hidup. Bahkan dengan kekuatan yang melampaui wujudnya saat melawan Storm.

Kini... Dargon, Nyxdess, dan Zyron melayang berdampingan. Tatapan mereka dipenuhi permusuhan ke arah armada yang memasuki wilayah Draco.

*DOOOOM...! *

Dentuman aneh kembali terdengar. Gelombang suaranya jauh lebih kuat. Di dalam Nexus... Beberapa anggota X.A.R.A kehilangan keseimbangan. Violys terjatuh sambil menahan telinganya. Lira berpegangan pada meja. Jester menghentikan permainan kartunya. Sistem kapal sempat bergetar beberapa saat.

---

Di luar sana... Storm justru melangkah maju. Ia melayang melewati barisan Tartanos dan armada Kekaisaran. Kini hanya dirinya yang berdiri paling depan. Menghadap ribuan naga tanpa sedikit pun mundur.

Storm mengangkat Pedang Ashura. Suaranya menggema di ruang angkasa. "Kalau keberadaan kalian mengancam keselamatan Konstelasi Draco... Aku tidak akan ragu menghentikan kalian." Tatapannya lurus ke arah Dargon dan para naga di belakangnya. "Kalau itu berarti harus mengalahkan seluruh pasukan naga... Aku akan melakukannya."

Ucapan Storm membuat suasana semakin menegang. Ribuan naga mulai mengembangkan sayap mereka. Raungan memenuhi angkasa.

More Chapters