Ficool

Chapter 768 - Setelah Pertarungan

Pintu kokpit Ginga Stars terbuka perlahan. Storm melangkah masuk dengan langkah yang berat. Sesaat setelah memasuki ruang kendali, kobaran api kosmik yang menyelimuti tubuhnya menghilang. Wujud Xyrares Vonalys lenyap, dan Storm kembali menjadi manusia seperti semula.

Baru beberapa langkah. Tubuhnya kehilangan tenaga. "Ugh..." Storm terjatuh berlutut sebelum akhirnya terkapar di lantai kokpit. Napasnya memburu. Dadanya terasa sesak, seluruh energinya telah terkuras habis.

"Storm!" Arabels berlari menghampirinya tanpa berpikir panjang. Ia segera memeluk Storm untuk menopang tubuhnya agar tidak semakin terjatuh. "Storm, kamu masih mendengarku!"

Storm berusaha tersenyum tipis. "Aku... masih baik-baik saja..." Suaranya terdengar lemah. Tubuhnya gemetar, dan napasnya tetap tidak teratur. Arabels dapat merasakan bahwa ini bukan sekadar kelelahan setelah bertarung. Wajah Storm terlihat pucat. Tatapannya pun kehilangan ketajaman yang biasanya selalu terlihat.

"Kamu memaksakan diri..." ucap Arabels dengan nada cemas. Storm hanya menggeleng pelan.

---

Di sisi lain kokpit, Proxi segera mengaktifkan pemindai medis. Sinar biru menyapu tubuh Storm. "Hasil analisis. Cadangan energi biologis pengguna berada pada tingkat kritis. Beban mental akibat penggunaan kekuatan sangat tinggi."

Arabels menoleh. "Apa Storm akan baik-baik saja?"

Proxi menjawab dengan tenang. "Kondisinya dapat dipulihkan. Namun ia memerlukan istirahat dan pemulihan energi." Robot itu segera membuka salah satu kompartemen penyimpanan di dalam Ginga Stars. Beberapa tanaman obat kering, kristal energi, dan cairan berwarna kebiruan dikeluarkan. Dengan gerakan yang presisi, Proxi mencampurkan seluruh bahan tersebut ke dalam sebuah wadah kecil. Beberapa menit kemudian... Terbentuklah ramuan berwarna hijau kebiruan yang memancarkan aroma segar.

"Silakan diminum Tuan."

Storm menerimanya dengan tangan yang masih sedikit gemetar. Setelah meminum ramuan itu, napasnya perlahan mulai lebih teratur. Meski tubuhnya masih terasa berat, rasa sesak yang tadi menghimpit dadanya mulai berkurang. Ia kemudian duduk lemah di kursi pilot. Memejamkan mata sejenak.

Ruang angkasa di luar kembali sunyi. Konstelasi Draco hanya menyisakan puing-puing kehancuran akibat pertarungan yang baru saja usai. Mesin Ginga Stars masih dalam keadaan aktif. Tetapi kapal itu belum bergerak sedikit pun.

Arabels tetap berdiri di samping kursi pilot. Sebagai navigator, ia tahu perjalanan mereka seharusnya bisa segera dilanjutkan. Tetapi... Ia tidak ingin memaksa Storm. Baginya, memastikan kondisi Storm pulih jauh lebih penting daripada terburu-buru meninggalkan Konstelasi Draco.

Storm membuka matanya perlahan. "Maaf... Aku membuatmu khawatir."

Arabels menggeleng. "Jangan pikirkan itu. Istirahatlah dulu. Aku akan tetap di sini."

Storm hanya mengangguk pelan.

---

Di sisi lain kokpit... Proxi kembali duduk di depan panel analisis. Jari-jari mekanisnya bergerak cepat di atas konsol. Berbagai data sensor memenuhi layar holografik. Beberapa saat kemudian, lampu di matanya berkedip. "Hm..." Ia memperbesar hasil pemindaian. Sebuah gelombang energi asing tampak bergerak melintasi ruang angkasa. Arah lintasannya... Menuju Konstelasi Draco.

Proxi tidak langsung menyimpulkan apa pun. Ia kembali menjalankan analisis untuk memastikan hasil pembacaan tersebut. "Konfirmasi ulang sedang dilakukan..." gumamnya.

Jika data itu benar... Maka kemungkinan besar mereka belum benar-benar terbebas dari ancaman. Seseorang, atau sesuatu, sedang bergerak menuju lokasi mereka saat ini.

More Chapters