Ficool

Chapter 703 - Tiga Zodiac Elemen Air

Antares memenuhi seluruh pandangan. Lautan api merah raksasa itu bergejolak tanpa henti. Semburan plasma membentang jutaan kilometer. Gelombang panasnya bahkan mulai mengganggu sensor luar Ginga Stars.

Namun Storm tidak peduli. Matanya tetap fokus pada panel utama.

"Pengumpul energi siap," ucapnya.

Di bagian dada Ginga Stars. Lapisan pelindung mulai terbuka. Muncul sebuah lingkaran mekanis raksasa yang perlahan berputar.

*WHRRRRRMMMM— *

Energi biru mulai berkumpul. Sistem inti Ginga Stars memasuki mode yang bahkan jarang digunakan.

Arabels menatap layar dengan gugup. "Kita benar-benar akan melakukannya..."

Proxi R-10 segera memeriksa seluruh sistem. "Stabilitas inti: enam puluh persen. Risiko kegagalan sangat tinggi. Jika terjadi kesalahan —"

"Aku tahu," potong Storm. "Tapi kita tidak punya pilihan lain."

Antares sudah berada tepat di depan mereka. Beberapa detik lagi. Mereka akan mulai menyerap energi bintang.

---

Tiba-tiba — sensor peringatan berbunyi.

*BIP! BIP! BIP! *

"Anomali energi!" teriak Proxi.

*BOOOOOOOOOOM!! *

Cahaya biru terang menghantam Ginga Stars dari samping. Seluruh kokpit berguncang hebat. Arabels hampir terjatuh. "Apa yang terjadi?!"

Ginga Stars terpental jauh. Menjauh dari Antares. Di layar utama. Muncul dua sumber energi baru.

Storm langsung menyipitkan mata. "Itu..."

---

Di kejauhan —

Dua sosok perlahan mendekat.

Yang pertama adalah seekor kepiting raksasa. Capitnya memancarkan cahaya biru laut. Tubuhnya seperti benteng hidup yang mengapung di ruang angkasa. Cancer.

Di sampingnya. Seorang wanita berambut biru melayang tenang. Dua ikan bercahaya berenang mengelilinginya. Jejak air kosmik mengalir mengikuti setiap gerakannya. Pisces.

Arabels membelalak. "Dua Zodiac lagi?!"

Proxi segera melakukan pemindaian. "Hasil identifikasi terkonfirmasi. Sacred Zodiac Cancer. Sacred Zodiac Pisces. Tingkat ancaman meningkat drastis."

Storm menghela napas panjang. "Begitu ya," gumamnya. "Satu Zodiac ternyata cukup merepotkan."

---

Di sisi lain —

Scorpios memperhatikan kedatangan mereka. Sejujurnya. Ia tidak terlalu menyukai gangguan. Terlebih dari sesama Zodiac. Namun situasinya berbeda kali ini. Manusia di hadapannya sedang mencoba melakukan sesuatu yang sangat berbahaya terhadap Antares.

Cancer mengangkat salah satu capit besarnya. "Kami datang atas perintah Leo."

Pisces mengangguk pelan. "Kami diminta mencarimu."

Scorpios mendengus. "Aku tidak membutuhkan pengawal."

Cancer tertawa pendek. "Kami juga tidak datang untuk menjadi pengawalmu."

Pisces memandang Ginga Stars. "Kami datang untuk menghentikan mereka."

Beberapa detik hening. Lalu Scorpios mengangguk. Ia memutuskan menerima bantuan. "Kalau begitu — mari kita selesaikan ini bersama."

---

Di dalam kokpit —

Wajah Arabels langsung pucat. "Tolong bilang mereka tidak sedang bekerja sama."

Proxi memindai formasi ketiga Zodiac tersebut. "Mohon maaf. Tetapi mereka memang sedang bekerja sama."

Arabels memegangi kepalanya. "Kita akan tamat."

Storm justru tersenyum tipis. "Itu belum tentu." Meski demikian. Dirinya tahu situasi mereka jauh lebih buruk daripada sebelumnya. Satu Zodiac saja sudah cukup sulit dihadapi. Sekarang ada tiga. Dan ketiganya berada dalam kondisi prima.

---

Di luar —

Cancer mengangkat capit raksasanya. Pisces mulai mengumpulkan aliran energi air kosmik. Sementara Scorpios berdiri paling depan.

Aura tiga Zodiac mulai menyatu. Ruang di sekitar Antares bergetar. Gelombang energi biru menyebar ke segala arah.

More Chapters