Ficool

Chapter 704 - Pemimpin Sementara

Aula rapat galaksi kembali dipenuhi para petinggi dari berbagai wilayah. Penguasa konstelasi. Pemimpin organisasi. Perwakilan armada. Dan tokoh-tokoh berpengaruh yang menentukan arah galaksi.

Kali ini — singgasana utama kekaisaran kosong. Oreons Galactive tidak berada di sana.

Sebagai gantinya. Seorang pria berjubah emas berdiri di depan aula. Rangers. Jenderal terkuat dari Tiga Belas Jenderal Utama Kekaisaran.

Suasana terasa sedikit aneh. Biasanya Rangers lebih sering berdiri di sudut ruangan sambil mengamati. Bukan memimpin rapat. Namun keadaan memaksanya.

Rangers menghela napas pelan. Sejujurnya. Ia tidak menyukai pekerjaan semacam ini. Memimpin pasukan? Tidak masalah. Menghadapi ancaman galaksi? Tidak masalah. Bertarung? Lebih tidak masalah lagi. Tetapi duduk berjam-jam mendengarkan laporan? Itu jauh lebih melelahkan baginya.

Meski begitu. Ia tidak punya pilihan. Oreons sendiri yang memintanya menggantikan sementara.

Rangers melirik kursi kosong milik Kaisar. Di dalam benaknya muncul satu pikiran lama. "Seharusnya kursi ini milik Tyrannons." Bukan dirinya. Bukan para jenderal. Bukan siapa pun. Melainkan Tyrannons.

Sejak dahulu. Banyak orang memahami bahwa Tyrannons dipersiapkan sebagai pewaris kekaisaran. Rangers sendiri pernah melatihnya. Pernah mengajarinya strategi. Pernah mengawasi perkembangan kekuatannya. Namun sekarang. Segalanya berubah. Tyrannons telah memilih jalannya sendiri. Dan di mata hukum kekaisaran — ia adalah musuh.

Rangers menutup pikirannya dari bayangan masa lalu. Tidak ada gunanya memikirkan sesuatu yang tidak bisa diubah saat ini.

---

Sementara itu. Di salah satu kursi rapat —

Seorang pria berpostur besar menyandarkan tubuhnya dengan santai. Zavgath. Pemimpin organisasi pemburu monster terbesar di galaksi. Bekas luka memenuhi sebagian tubuhnya. Tanda dari ribuan perburuan yang pernah ia jalani.

Ia menatap kursi kosong Oreons. Lalu mendecakkan lidah. "Cih."

Beberapa petinggi langsung menoleh.

"Oreons terlalu lunak," ucapnya. Beberapa orang langsung menegang. Zavgath melanjutkan tanpa peduli. "Bukan kepemimpinannya. Bukan kekuatannya. Tapi karena dia menyerahkan rapat galaksi pada Rangers." Senyum tipis muncul di wajahnya. "Hanya supaya bisa menghabiskan waktu bersama Yllarxa."

Beberapa petinggi langsung pura-pura tidak mendengar. Sebagian lainnya menahan tawa. Mereka tahu. Jika ucapan itu sampai terdengar langsung oleh Oreons — situasinya bisa menjadi sangat canggung.

Rangers sendiri hanya melirik Zavgath sekilas. "Apa kau ingin memimpin rapat ini?" tanyanya datar.

Zavgath langsung menggeleng. "Tidak."

"Kalau begitu diam," jawab Rangers.

Beberapa orang langsung menundukkan kepala agar tidak terlihat sedang tersenyum.

---

Sementara itu. Di sisi lain aula —

Leo duduk tenang di kursinya. Tidak seperti yang lain. Ia tidak terlalu memperhatikan perdebatan kecil tersebut. Pikirannya berada jauh dari aula. Jauh dari Urco Tastarius. Jauh dari politik galaksi. Pikirannya tertuju pada Konstelasi Scorpio. Tepatnya — pada tiga Zodiac yang saat ini berada di sana. Scorpios. Cancer. Dan Pisces.

Leo memejamkan mata sejenak. Ia mempercayai kemampuan mereka. Tidak ada keraguan mengenai hal itu. Namun tetap saja. Ada sesuatu yang mengganggunya. Sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan logika biasa.

Entitas itu. Manusia itu. Atau mungkin lebih tepat disebut — anomali.

Leo sudah mengamati banyak makhluk sepanjang keberadaannya. Pahlawan. Penakluk. Raja. Monster. Bahkan para dewa yang kadang muncul di berbagai konstelasi.

Namun kali ini berbeda. Ia tidak selalu menjadi yang terkuat. Tidak selalu menjadi yang tercepat. Tetapi setiap kali berada dalam situasi yang mustahil — ia justru menemukan cara untuk membalikkan keadaan.

Itulah yang membuat Leo merasa tidak nyaman. Bahkan dirinya — yang memimpin Sacred Zodiac — tidak mampu mengukur batas kemampuan manusia itu.

"Manusia..." gumam Leo pelan.

Ia teringat laporan mengenai Ginga Stars yang mencoba mendekati Antares. Mengingat bagaimana manusia itu hampir menyerap energi sebuah bintang hanya karena cadangan energinya habis. Bagi sebagian besar makhluk. Itu terdengar gila. Bagi manusia itu. Itu terdengar seperti rencana biasa.

Dan justru itulah masalahnya.

Leo membuka matanya kembali. Di tengah rapat yang masih berlangsung. Di tengah berbagai pembahasan galaksi. Ia memiliki firasat yang sulit dijelaskan. Bahwa di Konstelasi Scorpio. Tiga Zodiac mungkin tidak sedang menghadapi musuh biasa.

Mereka sedang menghadapi seseorang yang bahkan belum menunjukkan seluruh kemampuannya. Seseorang yang tidak bisa diukur dengan standar kekuatan normal.

More Chapters