Ficool

Chapter 584 - Tartanos

Di konstelasi Hydra — armada besar masih melayang dalam diam di antara cahaya bintang. Kapal-kapal perang hitam milik pasukan pemberontak memenuhi ruang angkasa seperti bayangan raksasa.

Di pusat armada — Tyrannons berdiri tenang di ruang komando utamanya. Tatapannya mengarah pada layar hologram besar di depannya. Di sana — terlihat pergerakan armada Orion yang mulai meninggalkan jalur mereka menuju Scorpio.

Berbeda dengan Astralon — Tyrannons masih belum bergerak dari Hydra. Ia tetap diam cukup lama. Seolah sedang memikirkan sesuatu. Para awak kapal bahkan tidak berani berbicara.

Hingga akhirnya — Tyrannons membuka mulutnya.

"Siapkan Tartanos."

Mata beberapa prajurit langsung membesar. Perintah itu akhirnya keluar.

*Tartanos. * Nama armada pemberontakan yang dibentuk Tyrannons sendiri untuk melawan kekaisaran milik ayahnya. Ribuan kapal perang mulai menyala bersamaan. Energi besar memenuhi ruang angkasa Hydra.

Seorang komandan mendekat dan membungkuk hormat. "Tujuan kita?"

Tatapan Tyrannons perlahan berubah tajam. "…Ursa Major."

Perintah langsung dikirim ke seluruh armada. Dalam sekejap — lingkaran cahaya raksasa muncul di depan armada Tartanos. Ruang angkasa mulai bergetar hebat. Itulah sistem teleportasi antarbintang. Cara tercepat untuk berpindah tempat di galaksi.

Namun teknologi itu tidak bisa digunakan sembarangan. Energinya terlalu besar. Dan setelah digunakan — dibutuhkan waktu cukup lama sebelum teleport dapat diaktifkan kembali. Karena itulah penggunaannya sangat terbatas.

Tyrannons melangkah maju perlahan. Jubah hitamnya bergerak di bawah cahaya hologram. "Mulai teleportasi."

---

*WHOOOOOMMM!! *

Cahaya besar langsung menelan seluruh armada Tartanos. Dan dalam satu kedipan — mereka menghilang dari Hydra. Menuju Ursa Major.

---

Sementara itu — jauh di sisi lain galaksi — Astralon telah mencapai wilayah Orion lebih cepat sebelumnya menggunakan teleportasi. Namun kali ini berbeda. Astralon tidak memakai teleport untuk membawa armadanya menuju Scorpio.

Mungkin karena energinya belum pulih. Atau mungkin — ia memang ingin menikmati perjalanan menuju konstelasi misterius itu.

More Chapters