Ficool

Chapter 432 - Apocalyptic Deathrays

Tidak semua pahlawan lahir sebagai manusia biasa.

Beberapa di antara mereka diciptakan.

Sama seperti Terminator Demon—

Apocalyptic Deathrays juga merupakan hasil dari eksperimen ekstrem yang pernah dilakukan oleh proyek rahasia di bawah pengawasan organisasi dunia.

Tubuhnya dimodifikasi.

Sel-selnya dimutasi.

Kekuatan regenerasi dan daya tahannya melampaui batas biologis manusia.

Namun berbeda dengan Terminator Demon—

Deathrays masih memiliki sesuatu yang tersisa.

Kesadaran.

Sisa kecil kemanusiaan yang belum sepenuhnya hilang.

Langit di atas kota Nirvana.

Sebuah bayangan melesat sangat cepat di antara gedung-gedung tinggi.

WHUSH!

Apocalyptic Deathrays bergerak seperti peluru hitam yang melintasi udara.

Tubuhnya dilapisi armor biologis gelap yang menyatu dengan kulitnya. Beberapa bagian tubuhnya memancarkan cahaya energi samar.

Matanya tajam menatap ke depan.

Targetnya jelas: Storm Realms.

Deathrays tidak menggunakan kendaraan.

Ia tidak membutuhkan itu.

Dengan kekuatan mutasinya—

Ia mampu melompat dari satu gedung ke gedung lain dengan kecepatan luar biasa.

Dalam waktu singkat—

Ia telah meninggalkan kota Nirvana jauh di belakangnya.

Angin kencang menerpa tubuhnya saat ia melesat di udara menuju tujuan berikutnya.

Kota H2700.

Beberapa menit kemudian—

Garis pantai kota itu mulai terlihat dari kejauhan.

Namun sebelum ia benar-benar tiba—

Sesuatu menarik perhatiannya.

Langit di atas laut memancarkan kilatan cahaya.

ZRAAAK!

Laser-laser energi melesat di udara.

Ledakan kecil terjadi di antara awan.

Deathrays berhenti sejenak di atas puncak gedung tinggi di pinggir kota.

Matanya menyipit.

Ia melihat dua pertempuran sekaligus.

Di atas laut—

Seorang wanita dengan armor perak sedang bertarung melawan monster gurita raksasa.

Tentakel-tentakel besar menghantam udara dan air dengan kekuatan brutal.

Namun wanita itu terus melesat di antara serangan-serangan tersebut.

Deathrays mengenali sosok itu dengan cepat "Napstylea."

Mantan rekan pahlawannya di APH.

Ia mengamati pertarungan itu beberapa detik.

Napstylea bertarung mati-matian.

Serangan-serangannya cepat dan presisi, namun monster laut itu sangat besar dan kuat.

Deathrays kemudian mengangkat pandangannya ke atas langit.

Di sana—

Kilatan laser terus menembus udara.

Sebuah Mecha raksasa melayang di antara awan, menembakkan serangan energi ke arah targetnya.

Dan target itu—

Seorang pemuda yang meluncur di udara dengan papan selancar terbang merah.

Deathrays memandangnya dari kejauhan.

"Jadi itu dia…"

Angin laut berhembus melewati tubuhnya.

Ia masih berdiri diam di atas gedung itu.

More Chapters